Newborn adalah bayi pada periode 28 hari pertama setelah lahir atau masa neonatal. Periode ini terbagi menjadi neonatal dini usia 0–7 hari dan neonatal lanjut usia 8–28 hari. Selama masa newborn, si Kecil membutuhkan perawatan khusus, mulai dari pemberian ASI, menjaga suhu tubuh, merawat tali pusar, menerapkan tidur yang aman, hingga memantau tanda bahaya.
Istilah newborn mungkin sering Moms dengar ketika membaca informasi tentang bayi yang baru lahir. Namun, tidak sedikit orang tua yang masih bertanya-tanya, sebenarnya newborn sampai usia berapa dan apa saja ciri khasnya?
Memahami masa newborn penting karena tubuh si Kecil sedang beradaptasi dengan lingkungan di luar rahim. Pada periode ini, Moms juga perlu memberikan perawatan yang tepat sambil mengamati perkembangan dan kondisi kesehatan si Kecil.
Apa Itu Newborn?
Newborn adalah istilah yang digunakan untuk menyebut bayi yang baru lahir. Dalam konteks medis, periode ini disebut masa neonatal, yaitu 28 hari pertama setelah kelahiran.
Pada masa tersebut, tubuh si Kecil mengalami berbagai penyesuaian, seperti mengatur suhu tubuh, bernapas secara mandiri, mendapatkan nutrisi melalui ASI, dan beradaptasi dengan lingkungan baru.
Periode newborn juga menjadi masa penting untuk memantau kesehatan si Kecil. Moms perlu memperhatikan pola menyusu, buang air kecil, kondisi kulit, pernapasan, serta respons si Kecil terhadap lingkungan.
Baca Juga: Perlengkapan Mandi Bayi Baru Lahir yang Wajib Moms Siapkan
Newborn Sampai Usia Berapa?
Mungkin Moms menemukan penggunaan istilah newborn dengan batas usia yang berbeda di berbagai sumber. Perbedaan ini biasanya terjadi karena istilah newborn dapat digunakan secara medis maupun secara umum.
1. Batas Usia Newborn secara Medis
Secara medis, newborn atau neonatus adalah bayi sejak lahir hingga berusia 28 hari. Periode ini disebut masa neonatal dan merupakan bagian awal dari kehidupan bayi.
Setelah melewati usia 28 hari, si Kecil tidak lagi termasuk dalam periode neonatal. Meski begitu, bayi tetap membutuhkan perawatan khusus sesuai tahap pertumbuhannya.
2. Penggunaan Istilah Newborn hingga Usia 3 Bulan secara Umum
Dalam percakapan sehari-hari, istilah newborn terkadang digunakan untuk menyebut bayi yang masih sangat kecil, termasuk bayi berusia beberapa bulan. Penggunaan ini lebih bersifat umum dan tidak sama dengan batas medis.
Karena itu, jika Moms membaca informasi kesehatan, sebaiknya perhatikan konteks dan batas usia yang digunakan. Untuk konteks medis, newborn merujuk pada periode 0–28 hari setelah lahir.
Tahapan Masa Newborn
Masa neonatal dibagi menjadi dua periode berdasarkan usia si Kecil. Pembagian ini membantu tenaga kesehatan memantau kondisi bayi pada tahap awal kehidupannya.
1. Neonatal Dini pada Usia 0–7 Hari
Neonatal dini merupakan periode sejak bayi lahir hingga berusia 7 hari. Pada tahap ini, tubuh si Kecil sedang melakukan banyak penyesuaian setelah berpindah dari lingkungan rahim ke dunia luar.
Moms perlu memperhatikan kemampuan menyusu, suhu tubuh, pernapasan, buang air kecil, dan kondisi tali pusar. Pemeriksaan kesehatan setelah kelahiran juga penting untuk memastikan kondisi si Kecil.
2. Neonatal Lanjut pada Usia 8–28 Hari
Neonatal lanjut berlangsung mulai usia 8 hari hingga sebelum si Kecil berusia 29 hari. Pada tahap ini, bayi masih dalam proses beradaptasi dan membutuhkan perhatian terhadap kebutuhan dasar serta kesehatannya.
Moms tetap perlu memantau pola menyusu, tidur, buang air kecil dan besar, serta perubahan kondisi tubuh. Jika terdapat tanda yang tidak biasa, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Ciri-Ciri Newborn yang Sehat
Kondisi setiap bayi dapat berbeda, sehingga penilaian kesehatan sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis. Namun, terdapat beberapa karakteristik yang umum ditemukan pada newborn yang sehat.
1. Memiliki Skor Apgar yang Baik
Skor Apgar digunakan tenaga kesehatan untuk menilai kondisi bayi segera setelah lahir. Penilaian meliputi warna kulit, denyut jantung, respons refleks, tonus otot, dan pernapasan.
Skor ini biasanya dinilai pada menit pertama dan kelima setelah kelahiran. Apgar membantu tenaga kesehatan menentukan apakah bayi membutuhkan bantuan segera setelah lahir.
2. Lahir Cukup Bulan dengan Berat Badan Normal
Bayi cukup bulan umumnya lahir pada usia kehamilan 37 hingga 42 minggu. Berat lahir bayi dapat berbeda-beda dan perlu dinilai berdasarkan usia kehamilan serta kondisi keseluruhannya.
Karena itu, berat badan saja tidak cukup untuk menentukan apakah si Kecil sehat. Dokter akan mempertimbangkan berbagai faktor saat melakukan pemeriksaan bayi baru lahir.
3. Bernapas Teratur tanpa Terlihat Kesulitan
Newborn yang sehat umumnya bernapas secara spontan tanpa tanda kesulitan bernapas. Moms dapat memperhatikan apakah dada bergerak dengan nyaman dan warna kulit tetap normal.
Napas yang tampak sangat cepat, suara napas tidak biasa, tarikan pada bagian dada, atau perubahan warna kebiruan perlu segera diperiksakan.
4. Kulit Tampak Kemerahan atau Merah Muda dan Terasa Hangat
Warna kulit bayi dapat terlihat kemerahan atau merah muda, terutama setelah lahir. Tangan dan kaki bayi juga dapat terlihat lebih kebiruan secara sementara pada beberapa kondisi setelah kelahiran.
Moms tetap perlu memperhatikan perubahan warna yang menetap atau tampak tidak biasa. Jika kulit atau bibir si Kecil terlihat kebiruan, segera cari pertolongan medis.
5. Memiliki Refleks Mengisap, Menggenggam, dan Refleks Moro
Bayi baru lahir memiliki beberapa refleks alami. Refleks mengisap membantu bayi mendapatkan ASI, refleks menggenggam membuat tangan bayi menggenggam ketika telapak disentuh, sedangkan refleks Moro adalah gerakan refleks ketika bayi terkejut.
Refleks tersebut merupakan bagian dari perkembangan sistem saraf bayi. Tenaga kesehatan dapat menilai refleks bayi sebagai bagian dari pemeriksaan setelah lahir.
6. Aktif serta Merespons Suara dan Sentuhan
Si Kecil dapat memberikan respons terhadap suara, sentuhan, atau perubahan lingkungan. Ketika sedang terjaga, Si Kecil juga mulai dapat melakukan kontak mata dalam jarak dekat.
Respons tersebut belum selalu muncul setiap saat. Bayi mungkin lebih aktif merespons ketika sedang terjaga dan tenang, sementara saat tidur atau lapar, respons terhadap suara dan sentuhan dapat berkurang.
7. Menyusu dengan Baik dan Buang Air Kecil secara Teratur
Kemampuan menyusu menjadi salah satu hal penting yang perlu dipantau selama masa newborn. Moms juga perlu memperhatikan frekuensi buang air kecil yang menunjukkan kecukupan asupan cairan.
Jumlah buang air kecil dapat berubah mengikuti usia bayi pada minggu pertama. Jika si Kecil sulit menyusu atau popok tetap kering dalam waktu yang cukup lama, Moms sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Cara Merawat Newborn dengan Tepat
Perawatan newborn berfokus pada kebutuhan dasar, kebersihan, nutrisi, keamanan, serta pemantauan kesehatan. Moms dapat menerapkan beberapa kebiasaan berikut.
1. Berikan ASI Sesuai Kebutuhan Bayi
ASI merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi selama periode awal kehidupannya. Susui si Kecil sesuai tanda lapar dan anjuran tenaga kesehatan.
Jika Moms mengalami kesulitan menyusui atau bayi tidak menyusu dengan baik, mintalah bantuan tenaga kesehatan atau konselor laktasi.
2. Jaga Suhu Tubuh Bayi Tetap Hangat
Bayi baru lahir lebih mudah kehilangan panas dibandingkan orang dewasa. Gunakan pakaian yang sesuai dan hindari membuat si Kecil terlalu panas.
Kontak kulit dengan orang tua juga dapat membantu menjaga kehangatan bayi. Pastikan wajah dan kepala bayi tetap bebas dari kain yang dapat mengganggu pernapasan.
3. Rawat Tali Pusar agar Tetap Bersih dan Kering
Tali pusar perlu dijaga agar tetap bersih dan kering hingga terlepas secara alami. Moms tidak perlu menarik atau melepaskannya meskipun sudah terlihat hampir terlepas.
Hindari mengoleskan bahan tertentu pada tali pusar tanpa anjuran tenaga kesehatan. Jika area pusar tampak merah, bengkak, bernanah, atau mengeluarkan bau tidak sedap, segera periksakan.
4. Ganti Popok secara Rutin dan Bersihkan Area Genital dengan Lembut
Popok yang terlalu lama dipakai dapat membuat kulit bayi lembap dan lebih mudah mengalami iritasi. Karena itu, segera ganti popok saat sudah basah atau kotor.
Saat mengganti popok, bersihkan area genital secara perlahan lalu keringkan sebelum memakai popok baru. Hindari menggosok kulit terlalu kuat agar tetap nyaman dan tidak mudah kemerahan.
5. Terapkan Cara Tidur yang Aman
Saat tidur, letakkan bayi dalam posisi telentang di permukaan yang rata dan kokoh. Area tidur sebaiknya bebas dari bantal, selimut tebal, boneka, dan benda lunak lainnya.
Moms juga sebaiknya tidak membiarkan bayi tidur di sofa, kursi, atau permukaan lain yang tidak dirancang untuk tidur. Pastikan area tidur bayi tetap kosong agar tidak ada benda yang dapat menutupi wajah atau mengganggu pernapasannya.
6. Jaga Kebersihan Tangan dan Batasi Paparan Orang Sakit
Moms dan orang lain yang akan menyentuh si Kecil perlu mencuci tangan terlebih dahulu. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi perpindahan kuman ke bayi.
Batasi kontak dekat dengan orang yang sedang mengalami demam, batuk, pilek, atau penyakit menular lainnya. Hindari juga membawa bayi ke lingkungan yang terlalu ramai jika tidak diperlukan.
7. Berikan Imunisasi Sesuai Jadwal
Imunisasi membantu memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit yang dapat menyerang si Kecil. Ikuti jadwal imunisasi yang direkomendasikan oleh tenaga kesehatan dan layanan kesehatan setempat.
Simpan catatan imunisasi si Kecil agar Moms dapat mengetahui vaksin yang sudah diberikan. Jika memiliki pertanyaan mengenai jadwal atau efek setelah imunisasi, konsultasikan dengan dokter.
8. Lakukan Stimulasi dan Bonding secara Lembut
Moms dapat melakukan bonding melalui menggendong, berkomunikasi, bernyanyi, atau melakukan kontak kulit dengan si Kecil. Aktivitas sederhana tersebut dapat membantu membangun kedekatan antara bayi dan orang tua.
Stimulasi sebaiknya mengikuti kondisi bayi. Jika si Kecil mulai mengantuk atau menunjukkan tanda overstimulasi, berikan waktu untuk beristirahat.
Perkembangan Bayi pada Masa Newborn
Pada periode ini, perkembangan Si Kecil berlangsung secara bertahap. Aktivitas bayi umumnya masih berfokus pada tidur, menyusu, dan beradaptasi dengan lingkungan.
Lebih banyak tidur dan bangun untuk menyusu: Newborn banyak tidur dan terbangun untuk menyusu atau saat merasa tidak nyaman.
Menggerakkan tangan dan kaki secara refleks: Gerakan bayi masih dipengaruhi refleks dan belum sepenuhnya terkoordinasi.
Mengenali suara dan aroma orang tua: Bayi dapat mendengar suara di sekitarnya dan mengenali suara yang sering didengarnya.
Melihat wajah atau benda dalam jarak dekat: Penglihatan bayi masih berkembang dan lebih mudah melihat objek dalam jarak dekat.
Mulai mengangkat kepala dalam waktu singkat: Bayi mungkin mulai mencoba mengangkat kepala saat tummy time dengan pengawasan.
Setiap bayi dapat berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Moms dapat terus mengamati perkembangan Si Kecil dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika memiliki kekhawatiran.
Tanda Bahaya pada Newborn yang Perlu Diwaspadai
Karena kondisi bayi dapat berubah dengan cepat, Moms perlu mengetahui beberapa tanda yang membutuhkan perhatian medis. Segera cari pertolongan apabila si Kecil:
Sulit bernapas, bernapas dengan sangat cepat, atau tampak menarik napas dengan susah payah.
Bibir atau kulit tampak kebiruan atau berubah warna secara tidak normal.
Tidak mau menyusu atau mengalami kesulitan menyusu.
Sangat lemas, sulit dibangunkan, atau tidak memberikan respons seperti biasanya.
Mengalami kejang.
Mengalami demam atau suhu tubuh terlalu rendah.
Muntah berulang atau muntah berwarna hijau.
Mengalami perdarahan yang tidak berhenti.
Tali pusar atau kulit di sekitarnya tampak merah, bengkak, bernanah, atau berbau tidak sedap.
Popok jauh lebih jarang basah dibandingkan biasanya.
Jika Moms merasa kondisi si Kecil berbeda dari biasanya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Pada bayi baru lahir, pemeriksaan lebih awal dapat membantu memastikan penyebab keluhan dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca Juga: Panduan Panjang Bayi Baru Lahir & Cara Mengukurnya
Lindungi Tali Pusar dan Jaga Kenyamanan Newborn dengan MAKUKU Comfort Fit
Masa newborn merupakan periode penting ketika Si Kecil mulai beradaptasi dengan kehidupan di luar rahim dan membutuhkan perhatian khusus terhadap nutrisi, kebersihan, tidur, serta kondisi kesehatannya. Perawatan yang tepat sejak awal juga membantu Moms menjaga kenyamanan Si Kecil sekaligus lebih peka terhadap tanda-tanda yang membutuhkan pemeriksaan medis.
Kenyamanan sehari-hari Si Kecil juga bisa didukung dengan memilih popok yang sesuai, seperti MAKUKU Comfort Fit yang memiliki daya serap baik, bahan lembut, serta desain yang nyaman mengikuti gerakan bayi. Selain itu, MAKUKU Comfort Fit memiliki Belly Guard Protection, yang membantu melindungi area perut bayi dari tekanan akibat popok sehingga Si Kecil tetap nyaman saat bergerak, bermain, maupun tidur, khususnya ketika tali pusat belum terlepas.
FAQ
1. Apakah Newborn Harus Selalu Dibedong?
Tidak. Bedong bukan keharusan untuk setiap bayi dan harus dilakukan dengan teknik yang aman. Pastikan bedong tidak terlalu ketat dan hentikan ketika si Kecil mulai menunjukkan tanda-tanda akan berguling.
2. Kapan Tali Pusar Newborn Biasanya Terlepas?
Tali pusar biasanya mengering dan terlepas dengan sendirinya dalam beberapa minggu pertama setelah kelahiran. Moms tidak perlu menariknya dan cukup menjaga area tersebut tetap bersih serta kering.
3. Apakah Newborn Boleh Dibawa Keluar Rumah?
Newborn dapat dibawa keluar sesuai kebutuhan, tetapi Moms perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan bayi dan lingkungan yang dituju. Hindari tempat yang terlalu ramai atau kontak dengan orang yang sedang sakit.
4. Bagaimana Memilih Ukuran Popok untuk Newborn?
Pilih ukuran popok berdasarkan berat badan dan panduan ukuran pada kemasan. Popok sebaiknya pas di tubuh si Kecil, tidak terlalu ketat, serta tidak meninggalkan bekas tekanan berlebihan pada kulit.