Beranda | Artikel | Newborn | Urutan Imunisasi Bayi Usia 0-12 Bulan yang Sesuai IDAI

Urutan Imunisasi Bayi Usia 0-12 Bulan yang Sesuai IDAI

Newborn
22/05/2026
Penulis: Makuku
Reviewer: Chief Editor
Urutan Imunisasi Bayi Usia 0-12 Bulan yang Sesuai IDAI

Urutan imunisasi bayi usia 0-12 bulan sesuai rekomendasi IDAI sangat penting diikuti untuk melindungi Si Kecil dari penyakit berbahaya dan memastikan tumbuh kembangnya optimal.

Moms, melihat Si Kecil tumbuh sehat dan aktif tentu jadi harapan setiap orang tua. Salah satu cara penting untuk menjaga kesehatannya sejak dini adalah dengan memastikan jadwal imunisasi tidak terlewat. Meski terlihat sederhana, urutan imunisasi bayi ternyata punya peran besar dalam melindungi tubuh Si Kecil dari berbagai penyakit serius.

Sayangnya, masih banyak Moms yang bingung soal jawaban dan jenis imunisasi yang perlu diberikan di tahun pertama kehidupan Si Kecil. Yuk, Moms, ketahui urutan imunisasi bayi 0-12 bulan sesuai Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) agar lebih siap dan tenang dalam merawat Si Kecil.

Apa Itu Imunisasi dan Mengapa Penting untuk Bayi?

Imunisasi adalah proses pemberian vaksin untuk membantu tubuh bayi membentuk kekebalan terhadap penyakit tertentu. Vaksin bekerja dengan “melatih” sistem imun agar lebih siap melawan infeksi di masa depan.

Bagi bayi, imunisasi sangat penting karena sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang. Tanpa perlindungan ini, Si Kecil lebih rentan terkena penyakit serius seperti campak, hepatitis, atau polio. Dengan imunisasi yang lengkap dan tepat waktu, risiko penyakit tersebut bisa ditekan secara signifikan.

Jenis Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

Sebelum memahami urutan imunisasinya, Moms juga perlu tahu jenis imunisasi dasar yang wajib diberikan pada bayi. Setiap vaksin memiliki fungsi berbeda untuk melindungi Si Kecil dari penyakit tertentu.

1. BCG

Vaksin BCG diberikan untuk mencegah tuberkulosis (TBC), terutama yang menyerang paru-paru. Imunisasi ini diberikan saat bayi berusia 0-1 bulan sebagai perlindungan awal karena TBC cukup rentan menyerang bayi.

2. Hepatitis A & B (HA & HB)

Imunisasi ini bertujuan untuk melindungi bayi dari infeksi Hepatitis A dan Hepatitis B yang dapat menyebabkan gangguan pada hati. Vaksin hepatitis B biasanya diberikan segera setelah lahir sebagai perlindungan awal, terutama untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi saat proses persalinan. Sementara itu, vaksin hepatitis A umumnya diberikan saat bayi lebih besar sesuai jadwal imunisasi yang dianjurkan.

3. Polio

Vaksin polio bertujuan untuk melindungi bayi dari Polio, yaitu penyakit infeksi yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen. Imunisasi ini diberikan beberapa kali, baik dalam bentuk tetes (oral) maupun suntikan, sesuai jadwal yang dianjurkan. Dengan imunisasi yang lengkap, risiko kelumpuhan akibat polio dapat dicegah sejak dini.

4. DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus)

Imunisasi ini melindungi bayi dari tiga penyakit sekaligus, yaitu difteri, batuk rejan, dan tetanus. Vaksin DPT biasanya diberikan dalam beberapa dosis bertahap sesuai jadwal imunisasi. Kombinasi vaksin ini membantu memperkuat perlindungan tubuh Si Kecil secara menyeluruh terhadap infeksi berbahaya.

5. Campak (MR)

Vaksin ini melindungi dari campak dan rubella, yang bisa menyebabkan komplikasi serius jika menyerang bayi. Imunisasi ini penting untuk mencegah penularan yang mudah terjadi di lingkungan sekitar serta membantu melindungi kesehatan Si Kecil secara menyeluruh.

6. Influenza

Vaksin ini melindungi bayi dari Influenza, yaitu infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan dan dapat menyebabkan demam, batuk, hingga komplikasi seperti pneumonia. Imunisasi influenza biasanya diberikan setiap tahun untuk membantu menjaga daya tahan tubuh Si Kecil.

7. PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine)

Melalui vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine), bayi akan terlindungi dari infeksi bakteri yang dapat memicu penyakit serius seperti pneumonia, meningitis, dan infeksi telinga. Imunisasi ini berperan penting dalam menurunkan risiko infeksi berat sejak dini.

8. Rotavirus (RV)

Vaksin rotavirus diberikan untuk mencegah Infeksi Rotavirus, yang sering menjadi penyebab diare berat pada bayi. Dengan imunisasi ini, risiko dehidrasi akibat diare dapat diminimalkan.

9. Hib

Imunisasi Hib bertujuan memberikan perlindungan terhadap infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe b, yang dapat menyebabkan penyakit serius seperti meningitis dan pneumonia. Vaksin ini penting untuk membantu menjaga kesehatan dan tumbuh kembang Si Kecil secara optimal.

10. Varicella

Vaksin varicella diberikan untuk melindungi bayi dari cacar air, yaitu penyakit infeksi yang ditandai dengan ruam berisi cairan dan rasa gatal di seluruh tubuh. Imunisasi ini sangat penting karena dapat mencegah penularan dan mengurangi risiko gejala cacar air yang lebih berat. 

Urutan Imunisasi Bayi 0-12 Bulan Sesuai Rekomendasi IDAI

Agar tidak bingung, Moms bisa mengikuti urutan imunisasi bayi sesuai rekomendasi IDAI berdasarkan usia Si Kecil. Jadwal ini penting untuk memastikan perlindungan optimal.

1. Usia 0-1 Bulan: HB 0, Polio 0 & BCG

Pada fase awal kehidupan, bayi biasanya mendapatkan vaksin Hepatitis B, polio oral, dan BCG. Imunisasi ini menjadi langkah penting untuk memberikan perlindungan dasar terhadap infeksi serius sejak lahir, sekaligus membentuk fondasi awal sistem kekebalan tubuh Si Kecil.

2. Usia 2 Bulan: DPT-HB-Hib 1, Polio 1, PCV 1, RV 1

Memasuki usia 2 bulan, bayi mulai mendapatkan imunisasi kombinasi DPT-HB-Hib dosis pertama, serta polio, PCV, dan rotavirus. Imunisasi ini sangat penting dalam melindungi Si Kecil dari berbagai penyakit infeksi, terutama yang menyerang saluran pernapasan dan pencernaan. Pada tahap ini, Moms juga perlu lebih teliti karena jadwal imunisasi jadi lebih rutin. 

3. Usia 3 Bulan: DPT-HB-Hib 2, Polio 2 

Imunisasi DPT-HB-Hib dan Polio lanjutan diberikan untuk memperkuat respons imun yang sudah terbentuk sebelumnya. Pemberian dosis kedua ini membantu meningkatkan perlindungan tubuh Si Kecil agar lebih optimal dalam melawan infeksi.

4. Usia 4 Bulan: DPT-HB-Hib 3, Polio 3, PCV 2, RV 2

Pada usia ini, bayi melanjutkan imunisasi dasar dengan dosis berikutnya, termasuk PCV dan rotavirus. Tujuannya adalah memperkuat perlindungan terhadap penyakit seperti pneumonia dan diare. Imunisasi ini penting karena Si Kecil mulai lebih aktif dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

5. Usia 6 Bulan: PCV 3, RV 3, Influenza 1

Di usia 6 bulan, Si Kecil mendapatkan dosis lanjutan PCV dan rotavirus, serta mulai menerima vaksin Influenza. Vaksin influenza penting untuk melindungi bayi dari infeksi saluran pernapasan yang mudah menular.

6. Usia 7 Bulan: Influenza 2

Vaksin influenza dosis kedua diberikan untuk melengkapi perlindungan Si Kecil. Dosis lanjutan ini membantu meningkatkan efektivitas perlindungan terhadap virus influenza.

7. Usia 9 Bulan: MR 1

Pada usia ini, bayi mendapatkan vaksin MR untuk melindungi dari campak dan rubella. Imunisasi ini penting karena kedua penyakit tersebut sangat menular dan dapat menyebabkan komplikasi serius pada bayi.

8. Usia 12 Bulan: PCV 4, Varicella 1, HA 1

Memasuki usia 1 tahun, bayi akan mendapatkan vaksin lanjutan seperti PCV dosis keempat, serta vaksin varicella untuk mencegah cacar air dan vaksin hepatitis A. Imunisasi ini membantu melengkapi perlindungan terhadap berbagai penyakit infeksi seiring pertumbuhan Si Kecil.

Bahaya Jika Melewatkan Imunisasi

Moms, melewatkan imunisasi bisa berdampak fatal pada kesehatan Si Kecil. Tanpa imunisasi, bayi lebih rentan terhadap penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.

Beberapa penyakit seperti polio atau campak bisa menyebabkan komplikasi serius, bahkan berujung pada kecacatan atau kondisi yang mengancam nyawa. Selain itu, bayi yang tidak diimunisasi juga berisiko menularkan penyakit ke orang lain di sekitarnya.

Reaksi Tubuh Bayi Setelah Imunisasi

Setelah imunisasi, Si Kecil mungkin akan mengalami beberapa reaksi ringan sebagai tanda bahwa tubuhnya sedang membentuk kekebalan. Moms tidak perlu panik, ya, karena hal ini sangat wajar terjadi. Beberapa reaksi tubuh Si Kecil setelah imunisasi, yaitu:

1. Demam Ringan

Demam adalah reaksi umum setelah imunisasi. Moms bisa membantu menurunkan demam dengan kompres hangat dan memastikan bayi cukup istirahat. Biasanya demam ini akan mereda dalam 1-2 hari setelah imunisasi.

2. Rewel atau Tidak Nyaman

Beberapa bayi menjadi lebih rewel atau tidak nyaman setelah imunisasi. Ini normal karena tubuhnya sedang beradaptasi. Moms bisa menenangkan Si Kecil dengan pelukan atau menyusuinya lebih sering.

3. Nafsu Makan Menurun

Setelah imunisasi, nafsu makan Si Kecil mungkin akan turun untuk sementara waktu. Hal ini merupakan reaksi normal, dan Moms tetap bisa menawarkan ASI atau susu secara bertahap, tanpa perlu memaksakan. Nafsu makan Si Kecil biasanya akan kembali normal dalam 1-2 hari.

4. Kemerahan dan Bengkak di Area Bekas Suntikan

Kemerahan, bengkak ringan, atau terasa hangat di area bekas suntikan adalah reaksi yang umum terjadi. Kondisi ini menandakan respons tubuh terhadap vaksin dan biasanya akan mereda dengan sendirinya dalam beberapa hari. Untuk membantu meredakan, Moms bisa memberikan kompres dingin secara lembut pada area tersebut.

Memahami urutan imunisasi bayi 0-12 bulan sesuai rekomendasi IDAI adalah langkah penting untuk memastikan Si Kecil mendapatkan perlindungan maksimal sejak dini. Dengan mengikuti jadwal yang tepat, Moms bisa membantu menjaga kesehatan dan tumbuh kembang bayi tetap optimal tanpa risiko penyakit berbahaya.

Di sisi lain, kenyamanan Si Kecil setelah imunisasi juga tidak kalah penting, terutama saat ia beristirahat dan beraktivitas. Karena itu, Moms bisa memilih popok yang tepat agar Si Kecil tetap merasa nyaman sepanjang hari, seperti MAKUKU Slim Luxury Silky.

MAKUKU Slim Luxury Silky hadir sebagai popok bayi premium dengan triple zero protection: zero feel yang super tipis, hanya 1,6 mm. Sehingga bayi tetap nyaman,  melindungi kulit bayi dan cegah ruam karena popok terbuat dari serat sutera alami yang lembut di kulit; serta zero worry melindungi dari kebocoran, daya serap tinggi, kering hingga 12 jam. 

Yuk Moms, berikan perlindungan terbaik untuk Si Kecil dengan memilih MAKUKU Slim Luxury Silky sebagai solusi popok harian yang aman dan nyaman.

Referensi:

  • https://ayosehat.kemkes.go.id/1000-hari-pertama-kehidupan/seputar-imunisasi

  • https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/tanya-jawab-jadwal-imunisasi

  • https://www.who.int/health-topics/vaccines-and-immunization


Bagikan di media sosial:
Customer Care MAKUKU