Tali pusar merupakan bagian penting yang menghubungkan si Kecil dengan plasenta selama berada di dalam kandungan. Setelah lahir, tali pusar akan dijepit dan dipotong sehingga menyisakan tunggul tali pusar yang perlu dirawat hingga terlepas dengan sendirinya.
Pada masa ini, perawatan tali pusar bayi perlu dilakukan dengan tepat untuk menjaga area tersebut tetap bersih dan kering serta membantu mencegah infeksi. Lantas, kapan tali pusar bayi puput dan bagaimana cara merawatnya? Yuk, simak panduan lengkapnya berikut ini!
Kapan Tali Pusar Bayi Puput?
Tali pusar bayi umumnya akan mengering, menyusut, lalu terlepas dengan sendirinya dalam beberapa hari hingga beberapa minggu setelah kelahiran. Kemenkes menyebutkan tali pusar dapat terlepas sekitar 5–15 hari setelah bayi lahir, meskipun waktunya dapat berbeda pada setiap bayi.
Saat proses pengeringan berlangsung, warna tali pusar dapat berubah dari kekuningan atau kehijauan menjadi cokelat kehitaman sebelum akhirnya terlepas. Perubahan tersebut umumnya merupakan bagian dari proses alami pengeringan tali pusar.
Moms mungkin melihat sedikit bercak darah ketika tali pusar mulai terlepas, dan itu adalah hal yang wajar. Namun, jika terjadi perdarahan yang banyak atau terus-menerus, segera bawa si Kecil ke dokter untuk diperiksa.
Penting untuk diingat, jangan menarik, memotong, atau melepas paksa tali pusar, meskipun terlihat sudah hampir terlepas. Biarkan tunggul tali pusar puput dengan sendirinya agar proses penyembuhan berlangsung secara alami.
Baca Juga: Tanda Bahaya Infeksi Pada Tali Pusar Bayi
Cara Merawat Tali Pusar Bayi Baru Lahir
Pada dasarnya, perawatan tali pusar bayi berfokus pada menjaga kebersihan dan membuatnya tetap kering serta tidak tertutup. WHO merekomendasikan perawatan tali pusar yang bersih dan kering untuk bayi baru lahir.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan Moms untuk merawat tali pusar si Kecil:
1. Cuci Tangan Sebelum Menyentuh Tali Pusar
Sebelum memegang atau merawat tali pusar bayi, selalu cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, kemudian keringkan dengan bersih. Kebiasaan ini penting untuk mengurangi risiko kuman berpindah ke area tali pusar.
Moms juga sebaiknya mencuci tangan setelah mengganti popok atau melakukan perawatan tali pusar.
2. Bersihkan Hanya Jika Tali Pusar Kotor
Jika tali pusar terlihat bersih dan kering, tidak perlu terlalu sering menyentuh atau membersihkannya. Biarkan tali pusar tetap kering dan terbuka. Namun, jika tali pusar terkena urine, feses, atau terlihat kotor, segera bersihkan menggunakan air bersih dan kemudian keringkan dengan kain atau kasa bersih.
Hindari mengoleskan bedak, minyak, ramuan tradisional, atau bahan lainnya pada tali pusar tanpa anjuran tenaga kesehatan. Moms sangat dianjurkan untuk tidak mengoleskan apa pun pada tali pusar kecuali obat yang memang direkomendasikan oleh dokter.
3. Mandikan Bayi dengan Car Dilap
Selama tali pusar belum puput, Moms dapat memandikan bayi dengan cara dilap menggunakan kain bersih agar tali pusar tidak terendam air. Jika tali pusar terkena air, pastikan area tersebut segera dikeringkan dengan lembut.
Gunakan air bersih dan hindari menggosok area tali pusar terlalu keras. Kulit bayi masih sensitif sehingga perawatan yang lembut lebih dianjurkan.
4. Jaga Tali Pusar Tetap Kering dan Terbuka
Pastikan tali pusar tidak tertutup rapat agar sirkulasi udara tetap baik dan area tersebut dapat mengering. Hindari membalut tali pusar dengan kain atau perban kecuali ada anjuran khusus dari tenaga kesehatan.
Tali pusar juga sebaiknya tidak dibiarkan lembap karena kondisi lembap dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Moms dapat memakaikan pakaian bayi yang longgar dan nyaman agar tali pusar tidak bergesekan atau tertekan.
5. Lipat Popok di Bawah Tali Pusar
Saat memasang popok, pastikan bagian atas popok tidak menutupi atau menekan tali pusar. Cara ini membantu mencegah tali pusar terkena urine atau feses sekaligus menjaga area tersebut tetap terbuka dan kering.
Moms dapat menggunakan popok yang memiliki teknologi Belly Guard Protection, seperti MAKUKU Comfort Fit. Jadi, tali pusar si Kecil terlindungi dari gesekan yang bisa menyebabkan iritasi.
6. Biarkan Tali Pusar Lepas Sendiri
Tali pusar akan mengering dan terlepas dengan sendirinya. Karena itu, Moms tidak perlu menarik atau mencoba melepaskannya meskipun tunggul sudah terlihat longgar.
Membiarkannya puput secara alami membantu mencegah luka dan mengurangi risiko terjadinya infeksi. Jika tali pusar belum puput dalam waktu yang cukup lama atau muncul tanda-tanda infeksi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Ciri-Ciri Infeksi Tali Pusar
Infeksi tali pusar atau omfalitis perlu diperhatikan karena infeksi pada bayi baru lahir dapat berkembang menjadi kondisi yang serius. Moms perlu memperhatikan perubahan pada area sekitar pusar maupun kondisi umum si Kecil.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
Kulit di sekitar pusar tampak kemerahan.
Kemerahan atau bengkak semakin meluas di sekitar pusar.
Tali pusar mengeluarkan nanah atau cairan yang tidak normal.
Tali pusar mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Area sekitar pusar tampak bengkak atau terasa keras.
Bayi mengalami demam.
Bayi terlihat lemas atau tidak seperti biasanya.
Bayi sulit menyusu.
Jika tali pusar si Kecil tercium bau tak sedap dan muncul nanah, kemerahan di sekitar pusar, nyeri tekan, serta demam, Moms harus memperhatikan tanda-tanda tersebut. Jika Moms menemukan tanda-tanda tersebut, segera bawa si Kecil ke dokter atau fasilitas kesehatan. Jangan mencoba mengobati infeksi secara mandiri pada tali pusar tanpa arahan tenaga kesehatan.
Cara Merawat Pusar Setelah Tali Pusar Puput
Setelah tali pusar puput, area pusar masih membutuhkan waktu untuk sembuh sepenuhnya. Moms dapat menjaga area tersebut tetap bersih dan kering. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:
Jaga kebersihan area pusar. Bersihkan dengan lembut jika terkena kotoran.
Keringkan setelah terkena air. Jangan membiarkan area pusar dalam kondisi lembap.
Hindari mengoleskan bahan tertentu. Jangan menggunakan minyak, bedak, ramuan tradisional, atau antiseptik tanpa anjuran tenaga kesehatan.
Gunakan pakaian yang nyaman. Pilih pakaian yang tidak terlalu ketat agar tidak menekan area pusar.
Perhatikan tanda infeksi. Kemerahan yang semakin luas, nanah, bau tidak sedap, bengkak, atau demam perlu diperiksakan.
Sedikit bercak darah saat tali pusar terlepas dapat terjadi. Namun, jika perdarahan berlangsung terus-menerus atau cukup banyak, segera periksakan si Kecil.
Baca Juga: Bayi Terlilit Tali Pusar, Kenali Penyebab dan Cara Menanganinya
Kesimpulan
Perawatan tali pusar bayi baru lahir perlu dilakukan dengan menjaga area tetap bersih, kering, dan terbuka hingga puput dengan sendirinya. Moms juga perlu mengenali tanda infeksi seperti kemerahan yang meluas, nanah, bau tidak sedap, bengkak, atau demam agar si Kecil segera mendapat penanganan yang tepat.
Untuk membantu menjaga area tali pusar tetap terlindungi dari gesekan popok, Moms bisa memilih MAKUKU Comfort Fit yang dilengkapi Belly Guard Protection. Teknologi ini membantu melindungi tali pusar si Kecil dari gesekan sehingga bayi tetap nyaman selama masa perawatan tali pusar.
FAQ
1. Apakah tali pusar bayi yang belum puput boleh diberi antiseptik?
Antiseptik tidak perlu digunakan secara rutin kecuali atas anjuran tenaga kesehatan. Perawatan kering dan bersih umumnya sudah cukup.
2. Kenapa tali pusar bayi belum puput setelah 2 minggu?
Waktu puput dapat berbeda pada setiap bayi. Jika tali pusar belum terlepas setelah beberapa minggu atau disertai tanda infeksi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
3. Apakah tali pusar bayi yang sudah puput masih bisa berdarah?
Sedikit bercak darah dapat muncul saat tali pusar terlepas. Namun, perdarahan yang banyak atau terus-menerus perlu segera diperiksakan.