Kondisi bayi kuning saat lahir sering kali membuat orang tua, terutama Moms yang baru pertama kali memiliki bayi, merasa khawatir. Padahal, tidak semua bayi kuning merupakan kondisi berbahaya. Dalam banyak kasus, bayi kuning merupakan kondisi yang normal dan akan membaik dengan sendirinya seiring waktu.
Bayi kuning atau jaundice terjadi karena adanya penumpukan bilirubin dalam darah. Bilirubin adalah zat berwarna kuning yang terbentuk dari pemecahan sel darah merah. Pada bayi baru lahir, organ hati belum bekerja secara optimal sehingga bilirubin belum dapat diproses dengan sempurna. Inilah yang menyebabkan warna kulit bayi terlihat kekuningan.
Meskipun umum terjadi, Moms tetap perlu mengenali tanda bayi kuning yang normal agar dapat membedakannya dengan kondisi yang membutuhkan penanganan medis. Dengan memahami ciri-cirinya, Moms dapat lebih tenang sekaligus tetap waspada terhadap kesehatan si kecil.
Tanda Bayi Kuning yang Normal
Bayi kuning yang normal biasanya disebut juga sebagai jaundice fisiologis. Kondisi ini dialami oleh banyak bayi baru lahir dan umumnya tidak berbahaya. Berikut beberapa tanda bayi kuning yang masih tergolong normal.
1. Muncul Pada Hari ke-2 hingga ke-5 setelah Lahir
Salah satu tanda bayi kuning yang normal adalah kemunculannya yang biasanya terjadi pada hari ke-2 hingga hari ke-5 setelah bayi lahir. Pada periode ini, tubuh bayi sedang beradaptasi dengan lingkungan di luar rahim, termasuk dalam memproses bilirubin.
Jika warna kuning muncul dalam rentang waktu tersebut dan tidak semakin parah, biasanya kondisi ini masih tergolong normal. Warna kuning juga akan berangsur-angsur memudar dalam waktu sekitar 1 hingga 2 minggu.
2. Warna Kuning hanya Tampak di Wajah dan Dada Bagian Atas
Pada bayi kuning yang normal, warna kekuningan biasanya hanya terlihat di area wajah, leher, dan dada bagian atas. Kondisi ini terjadi karena kadar bilirubin masih relatif rendah sehingga belum menyebar ke seluruh tubuh.
Namun, jika warna kuning mulai terlihat hingga ke perut, paha, atau bahkan telapak tangan dan kaki, Moms sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memastikan kondisi bayi.
3. Bayi Tetap Aktif
Bayi yang mengalami kuning fisiologis umumnya tetap aktif seperti biasa. Ia masih bergerak dengan normal, responsif terhadap suara atau sentuhan, serta tidak tampak lemas. Jika bayi terlihat sangat lemas, sulit dibangunkan, atau tampak kurang responsif, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan lain.
4. Bayi Tetap Mau Menyusu
Tanda bayi kuning yang normal berikutnya adalah bayi tetap memiliki nafsu menyusu yang baik. Ia masih mau menyusu secara rutin, baik ASI maupun susu formula sesuai jadwal yang biasa. Menyusu secara teratur bahkan dapat membantu mengurangi kadar bilirubin dalam tubuh bayi karena proses buang air besar akan membantu mengeluarkan bilirubin dari tubuh.
5. Urine Berwarna Normal
Perhatikan juga warna urine bayi. Pada bayi kuning yang normal, urine biasanya tetap berwarna jernih atau kuning muda. Jika urine tampak berwarna sangat gelap seperti teh, hal ini bisa menjadi tanda kadar bilirubin yang tinggi sehingga perlu segera diperiksakan ke dokter.
6. Tinja Bayi Berwarna Normal
Tinja bayi juga dapat menjadi indikator penting. Bayi dengan kuning fisiologis biasanya memiliki warna tinja yang normal, seperti kuning keemasan atau kehijauan, terutama pada bayi yang mengonsumsi ASI.
Sebaliknya, jika tinja berwarna pucat, abu-abu, atau putih, kondisi ini tidak normal dan perlu segera mendapatkan penanganan medis.
Dengan mengenali tanda bayi kuning yang normal, Moms tidak perlu langsung panik ketika melihat kulit bayi tampak kekuningan. Namun, tetap penting untuk pantau kondisi si kecil setiap hari. Jika warna kuning makin menyebar, bayi tampak lemas, atau muncul tanda tidak biasa, segera konsultasikan dengan dokter agar bayi mendapatkan penanganan tepat.
Untuk membantu menjaga kenyamanan si kecil selama masa pemantauan bayi kuning, Moms juga bisa memilih popok yang lembut dan pas di kulit bayi seperti MAKUKU Comfort Fit Tape NB.
Popok MAKUKU Comfort Fit Tape NB dirancang khusus untuk newborn dengan bahan lembut dan daya serap tinggi, sehingga membantu menjaga kulit bayi tetap kering dan nyaman sepanjang hari.
FAQ
Kapan Bayi Kuning Dikatakan Berbahaya?
Bayi kuning dikatakan berbahaya jika muncul dalam 24 jam pertama setelah lahir, warna kuning menyebar hingga ke perut, lengan, dan kaki, atau berlangsung lebih dari dua minggu.
Pahami penyebab, gejala dan cara penanganan sementara bayi kuning agar kondisi bayi membaik sebelum ke dokter. Periksakan ke dokter jika bayi tampak lemas, sulit menyusu, urine gelap, atau tinja berwarna pucat agar bayi kuning kembali normal.
Pertanyaan yang Sering Diajukan Moms
Apa yang Membuat MAKUKU Comfort Fit Tape NB Mendukung Si Kecil Tetap Aktif?
Popok tipis, MAKUKU Comfort Fit Tape NB memiliki desain yang mengikuti bentuk tubuh bayi sehingga popok tetap pas saat digunakan. Dengan posisi yang stabil dan fleksibel, si Kecil dapat bergerak lebih bebas saat belajar merangkak, bermain, atau mengeksplorasi sekitarnya tanpa merasa terganggu.
Apakah Bagian Pinggang dan Paha MAKUKU Comfort Fit Tape NB Nyaman di Kulit?
Tentu, Moms. Bagian pinggang dan paha dibuat dari bahan elastis yang lembut sehingga nyaman di kulit bayi. Desain ini membantu memberikan perlindungan tanpa menekan terlalu kuat, sehingga dapat membantu mengurangi risiko munculnya bekas merah pada kulit si kecil.
Mengapa MAKUKU Comfort Fit Tape NB yang Tipis Tetap Terasa Pas dan Nyaman?
Walau memiliki desain yang tipis, MAKUKU Comfort Fit Tape NB tetap dirancang dengan ukuran yang pas agar tidak terlalu longgar maupun terlalu ketat. Dengan daya serap yang baik, MAKUKU Comfort Fit Tape NB membantu menjaga area popok tetap kering sekaligus meminimalkan risiko kebocoran samping.
Referensi:
-
https://www.alodokter.com/inilah-tanda-bayi-kuning-yang-normal
-
https://www.halodoc.com/artikel/ibu-ini-tanda-bayi-kuning-yang-normal-dan-tidak-normal