Melihat adanya bercak darah pada pusar Si Kecil tentu bisa membuat Moms merasa khawatir, bahkan panik. Namun, perlu diketahui bahwa munculnya sedikit darah pada area tali pusat yang belum lepas atau sesaat setelah lepas sebenarnya adalah hal yang cukup umum terjadi dalam proses penyembuhan alami tubuh bayi.
Meskipun biasanya normal, Moms tetap perlu waspada dan memahami perbedaan antara perdarahan ringan yang wajar dengan perdarahan yang menandakan adanya infeksi. Artikel ini akan membahas secara tuntas mengenai penyebab, gejala yang perlu diwaspadai, hingga langkah tepat untuk merawat pusar Si Kecil agar tetap sehat.
Penyebab Pusar Bayi Berdarah
Munculnya darah pada pusar Si Kecil bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari proses alami hingga gangguan dari luar. Berikut adalah beberapa penyebab yang paling sering terjadi:
1. Proses Pelepasan Tali Pusat secara Alami
Saat tali pusat mulai mengering dan hampir lepas, wajar jika muncul sedikit rembesan darah di area tersebut. Ini merupakan bagian dari proses pemisahan jaringan mati dari tubuh Si Kecil yang akan sembuh dengan sendirinya.
2. Gesekan dengan Popok atau Pakaian
Gesekan yang terjadi antara tali pusat dengan kain pakaian yang kasar atau pinggiran popok yang keras dapat memicu iritasi. Iritasi ini seringkali menyebabkan luka kecil yang kemudian mengeluarkan bercak darah pada baju atau popok bayi.
3. Granuloma Umbilikal
Granuloma adalah pertumbuhan jaringan kecil berwarna kemerahan yang muncul setelah tali pusat puput. Jaringan ini bersifat rapuh dan mudah mengeluarkan cairan atau darah jika terkena sentuhan atau gesekan.
Gejala atau Ciri Pusar Bayi Berdarah
Penting bagi Moms untuk mengenali karakteristik darah yang muncul pada pusar Si Kecil. Berikut adalah beberapa ciri yang bisa membantu Moms membedakan kondisi yang normal dengan kondisi yang perlu diwaspadai:
1. Bercak Darah Ringan dan Mengering
Gejala ini biasanya muncul hanya berupa titik-titik darah merah atau kecokelatan yang menempel pada kain pakaian atau popok. Darah ini umumnya tidak mengalir dan akan segera mengering dengan sendirinya seiring proses penyembuhan jaringan.
2. Perdarahan Aktif yang Terus Merembes
Ciri ini ditandai dengan darah yang terus keluar meskipun Moms sudah mencoba membersihkannya berulang kali. Jika darah tetap merembes keluar dengan volume yang lebih banyak dari sekadar bercak, ini adalah tanda perdarahan aktif yang harus segera diperiksakan.
3. Darah Disertai Cairan Berwarna atau Bau
Selain darah, perhatikan apakah ada cairan bening, kekuningan, atau hijau yang keluar bersamaan dari area pusar. Jika bercak darah tersebut dibarengi dengan aroma yang tidak sedap, maka itu adalah ciri kuat adanya masalah kesehatan pada area pusar Si Kecil.
Cara Mengatasi Pusar Bayi Berdarah
Jika Moms menemukan sedikit darah pada pusar Si Kecil, jangan terburu-buru cemas. Lakukan langkah-langkah pertolongan pertama berikut ini di rumah:
1. Tekan Lembut dengan Kasa Steril
Gunakan kasa steril untuk menekan area yang berdarah secara perlahan selama beberapa menit hingga perdarahan berhenti. Pastikan tangan Moms sudah dicuci bersih dengan sabun sebelum menyentuh area pusar Si Kecil.
2. Jaga Area Pusar Tetap Kering dan Terbuka
Hindari menutup pusar dengan plester atau kain yang terlalu ketat agar sirkulasi udara tetap terjaga. Area yang kering akan mempercepat proses pembentukan keropeng dan mencegah pertumbuhan bakteri.
3. Konsultasi ke Dokter Spesialis Anak
Jika perdarahan tidak kunjung berhenti atau muncul gejala infeksi seperti demam, segera bawa Si Kecil ke dokter. Dokter mungkin akan memberikan salep antibiotik atau melakukan tindakan medis ringan untuk mengatasi granuloma.
Cara Mencegah Pusar Bayi Berdarah
Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Moms bisa meminimalisir risiko perdarahan pada pusar dengan tips perawatan berikut:
1. Bersihkan Hanya dengan Air Matang
Cukup bersihkan area pusar menggunakan kapas atau kain lembut yang telah dibasahi air matang jika terkena kotoran. Selalu keringkan kembali area tersebut dengan cara ditepuk-tepuk perlahan menggunakan handuk bersih yang lembut.
2. Hindari Penggunaan Bedak
Jangan menaburkan bedak, minyak, atau ramuan tradisional apa pun pada tali pusat yang belum lepas. Penggunaan zat-zat tersebut justru dapat menjebak kelembapan dan memicu terjadinya infeksi pada jaringan pusar.
3. Pilih Popok dengan Desain Khusus Newborn
Gunakan popok yang memiliki potongan khusus di bagian depan agar tidak menutupi atau menggesek tali pusat. Desain popok yang tepat akan membiarkan area pusar terpapar udara sehingga lebih cepat kering dan aman dari luka gesek.
Menjaga kebersihan dan kekeringan area tali pusat adalah kunci utama dalam mencegah pusar bayi berdarah. Selama perdarahan yang muncul hanya berupa bercak kecil dan Si Kecil tetap aktif menyusu, Moms tidak perlu khawatir secara berlebih, cukup lakukan perawatan rutin yang tepat hingga pusar sembuh sempurna.

Untuk perlindungan ekstra bagi tali pusat Si Kecil, Moms bisa mengandalkan MAKUKU Comfort Fit. Produk ini dilengkapi dengan fitur Belly Guard Protection, yaitu desain U-Shape khusus pada bagian pinggang popok ukuran Newborn (NB) yang melengkung ke bawah. Inovasi ini memastikan tali pusat Si Kecil tidak tertekan atau tergesek popok, sehingga risiko perdarahan dan infeksi dapat dihindari sejak dini.
FAQ
1. Berapa lama biasanya tali pusat bayi akan lepas secara alami?
Tali pusat bayi biasanya akan mengering dan lepas (puput) dalam waktu 1 hingga 3 minggu setelah lahir. Jangan pernah mencoba menarik atau memaksa tali pusat lepas sebelum waktunya demi keamanan Si Kecil.
2. Bolehkah bayi mandi dengan cara berendam jika pusarnya belum lepas?
Sebaiknya hindari memandikan Si Kecil dengan cara berendam di dalam bak mandi sampai tali pusatnya benar-benar puput. Moms cukup menyeka tubuh Si Kecil dengan waslap basah untuk menjaga pusar tetap kering.
3. Apa yang harus dilakukan jika ada daging kecil kemerahan setelah tali pusat lepas?
Jaringan kecil kemerahan tersebut kemungkinan adalah granuloma umbilikal yang memerlukan evaluasi dokter. Dokter biasanya akan memberikan tindakan sederhana seperti pemberian perak nitrat untuk membantu jaringan tersebut mengering.
4. Apa itu fitur Belly Guard Protection pada MAKUKU Comfort Fit?
Belly Guard Protection adalah desain potongan berbentuk huruf "U" pada bagian depan popok MAKUKU Comfort Fit ukuran NB. Fitur ini berfungsi melindungi tali pusat yang belum lepas agar tidak tertutup popok, sehingga terhindar dari gesekan dan paparan urine.
5. Apakah teknologi SAP pada MAKUKU Comfort Fit aman untuk kulit sensitif bayi?
Sangat aman, karena teknologi struktur SAP (Super Absorbent Polymer) membuat popok anti gumpal dan mampu menyerap cairan dengan sangat cepat. Hal ini menjaga permukaan popok tetap kering, sehingga kulit sensitif bayi baru lahir terbebas dari risiko ruam popok.