Kebutuhan ASI bayi baru lahir meningkat secara bertahap, mulai dari sekitar 2–10 mL per menyusu pada hari pertama hingga 45–60 mL pada hari ketujuh dan sekitar 80–150 mL saat usia 1 bulan.
ASI merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi baru lahir. Pada beberapa hari pertama, jumlah ASI yang diminum bayi memang masih sedikit karena ukuran lambungnya masih kecil. Seiring bertambahnya usia, kebutuhan dan kapasitas lambung Si Kecil juga meningkat secara bertahap.
Namun, kebutuhan ASI bayi baru lahir tidak hanya dapat dinilai berdasarkan jumlah dalam mL. Frekuensi menyusu, jumlah popok basah dan kotor, kemampuan bayi menelan, serta kenaikan berat badan juga perlu diperhatikan untuk mengetahui apakah Si Kecil sudah mendapatkan ASI yang cukup.
Berapa Kebutuhan ASI Bayi Baru Lahir?
Kebutuhan ASI bayi baru lahir meningkat secara bertahap selama minggu pertama. Pada awalnya, bayi hanya membutuhkan beberapa mL kolostrum setiap kali menyusu. Jumlah ini kemudian bertambah seiring produksi ASI meningkat dan kapasitas lambung bayi berkembang.
Berikut kisaran jumlah ASI yang umumnya dikonsumsi bayi cukup bulan yang sehat pada beberapa tahap awal kehidupan:
Usia bayi | Kisaran ASI per menyusu |
Hari 1 | 2–10 mL |
Hari 2 | 5–15 mL |
Hari 3 | 15–30 mL |
Hari 7 | sekitar 45–60 mL |
Usia 1 bulan | sekitar 80–150 mL |
Angka tersebut merupakan kisaran, bukan target yang harus dihabiskan setiap kali menyusu. Kebutuhan setiap bayi dapat berbeda, tergantung berat badan, frekuensi menyusu, dan kondisi kesehatannya.
Pada beberapa hari pertama, kapasitas lambung bayi masih kecil sehingga jumlah ASI yang dikonsumsi juga sedikit. Seiring bertambahnya usia, jumlah ASI per sesi menyusu akan meningkat.
Kisaran mL lebih mudah digunakan ketika Moms memberikan ASI perah. Jika Si Kecil menyusu langsung dari payudara, jumlah ASI yang diminum tidak dapat diketahui secara pasti sehingga Moms tidak perlu memaksakan target mL tertentu.
Berapa Kali Bayi Harus Menyusu dalam Sehari?
Bayi baru lahir umumnya perlu menyusu 8–12 kali dalam 24 jam. Artinya, Si Kecil dapat menyusu setiap sekitar 2–3 jam, tetapi waktunya tidak harus selalu sama.
Ada kalanya bayi ingin menyusu lebih sering, terutama ketika mengalami cluster feeding. Karena itu, Moms sebaiknya memperhatikan tanda lapar Si Kecil daripada hanya mengandalkan jadwal.
Tanda lapar dapat berupa bayi membuka mulut, menggerakkan kepala mencari payudara, memasukkan tangan ke mulut, atau menjadi lebih aktif. Menangis biasanya merupakan tanda lapar yang lebih lanjut.
Pada beberapa hari pertama, bayi juga dapat lebih mengantuk. Jika Si Kecil sulit dibangunkan untuk menyusu atau menyusu jauh lebih jarang dari biasanya, Moms sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Cara Menghitung Kebutuhan ASI untuk Bayi Baru Lahir
Pada bayi yang menyusu langsung, kebutuhan ASI sebaiknya tidak dihitung hanya berdasarkan jumlah mL karena jumlah ASI yang diminum setiap sesi dapat berbeda.
Jika Moms memberikan ASI perah, kebutuhan cairan harian bayi dapat diperkirakan berdasarkan berat badan. Setelah beberapa hari pertama, kebutuhan cairan bayi cukup bulan dapat berada di kisaran sekitar 150 mL/kg berat badan per hari, tetapi kebutuhan setiap bayi dapat berbeda.
Sebagai contoh, jika berat Si Kecil 3 kg:
3 kg × 150 mL = 450 mL per hari
Jika bayi menyusu atau mendapatkan ASI perah sebanyak 10 kali sehari:
450 mL ÷ 10 = sekitar 45 mL per menyusu
Perhitungan tersebut hanya contoh untuk membantu Moms memahami cara memperkirakan kebutuhan. Jangan memaksakan Si Kecil menghabiskan jumlah tersebut setiap kali menyusu karena kebutuhan bayi dapat berbeda dari satu sesi ke sesi berikutnya.
Untuk bayi yang menyusu langsung dari payudara, indikator seperti popok basah, perubahan feses, terdengar menelan, bayi tampak puas setelah menyusu, dan pertambahan berat badan lebih berguna untuk menilai kecukupan ASI.
Tanda Bayi Sudah Cukup ASI
Moms mungkin bertanya-tanya apakah ASI yang diberikan sudah cukup untuk Si Kecil. Selain melihat frekuensi menyusu, beberapa tanda berikut dapat membantu menilai kecukupan ASI.
1. Jumlah Popok Basah Bertambah Sesuai Usia
Jumlah popok basah biasanya meningkat seiring bertambahnya usia bayi. Pada hari pertama, setidaknya satu popok basah dapat menjadi salah satu tanda normal. Jumlahnya kemudian bertambah menjadi sekitar dua popok pada hari kedua dan tiga popok pada hari ketiga.
Setelah hari kelima, bayi yang mendapatkan ASI dengan baik umumnya memiliki setidaknya enam popok basah dalam 24 jam. Pola ini dapat menjadi salah satu indikator bahwa kebutuhan cairan Si Kecil terpenuhi.
2. Warna Feses Berubah dari Mekonium Menjadi Kuning
Feses bayi baru lahir pada awalnya berupa mekonium, yaitu tinja berwarna hitam atau hijau tua dengan tekstur lengket. Seiring mendapatkan ASI, warna dan tekstur feses akan berubah secara bertahap.
Sekitar hari ketiga hingga kelima, feses mulai berubah dari gelap menjadi hijau, cokelat, lalu kuning. Pada bayi yang menyusu ASI, feses biasanya menjadi lunak atau agak cair dan berwarna kuning setelah beberapa hari.
3. Terlihat Menelan dan Melepaskan Payudara Sendiri
Saat menyusu, Moms dapat memperhatikan apakah Si Kecil benar-benar mendapatkan ASI. Setelah beberapa kali isapan cepat, bayi biasanya melakukan isapan yang lebih dalam dan dapat terdengar atau terlihat menelan.
Bayi yang sudah cukup menyusu dapat terlihat lebih tenang dan puas. Si Kecil juga dapat melepaskan payudara sendiri setelah selesai menyusu.
4. Berat Badan Naik
Berat badan merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui kecukupan ASI. Bayi memang dapat mengalami penurunan berat badan pada beberapa hari pertama setelah lahir.
Setelah periode tersebut, berat badan diharapkan mulai meningkat secara bertahap. Bayi yang menyusu dengan baik umumnya kembali mencapai berat lahir sekitar usia 10–14 hari.
Penimbangan rutin dapat membantu dokter atau tenaga kesehatan memantau pertumbuhan Si Kecil secara lebih akurat.
Tanda Bayi Kekurangan ASI
Kekurangan asupan ASI perlu diperhatikan karena bayi baru lahir dapat mengalami dehidrasi atau gangguan pertumbuhan jika kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi.
Moms sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan jika menemukan beberapa tanda berikut, terutama jika muncul bersamaan.
1. Popok Basah Lebih Sedikit dari yang Diharapkan
Jika jumlah popok basah tidak bertambah sesuai usia atau tetap sangat sedikit setelah beberapa hari pertama, hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa Si Kecil belum mendapatkan cukup cairan.
Setelah sekitar hari kelima, bayi umumnya memiliki setidaknya enam popok basah dalam 24 jam. Perhatikan juga apakah urine bayi semakin pekat atau terdapat tanda lain seperti bayi sulit menyusu dan tampak tidak aktif.
2. Bayi Sangat Mengantuk atau Sulit Dibangunkan
Bayi memang banyak tidur, tetapi bayi baru lahir tetap perlu menyusu secara teratur. Jika Si Kecil sangat mengantuk, sulit dibangunkan untuk menyusu, atau tidak mampu menyusu secara efektif, kondisi tersebut perlu diperhatikan.
Kesulitan membangunkan bayi untuk menyusu, terutama jika disertai popok basah yang sedikit atau bayi tampak lemas, sebaiknya segera dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.
3. Urine Gelap, Mulut Kering, atau Ubun-Ubun Cekung
Urine yang sangat pekat atau berwarna lebih gelap dapat menjadi tanda bayi tidak mendapatkan cukup cairan, terutama jika berlangsung setelah beberapa hari pertama.
Mulut yang tampak kering atau ubun-ubun yang terlihat cekung juga dapat menjadi tanda dehidrasi. Jika Moms menemukan tanda-tanda tersebut, segera minta bantuan medis.
4. Berat Badan Terus Turun
Penurunan berat badan pada beberapa hari pertama dapat terjadi secara normal. Namun, jika berat badan terus turun, tidak mulai meningkat sesuai harapan, atau bayi tidak kembali ke berat lahir dalam waktu yang diharapkan, perlu dilakukan evaluasi terhadap asupan ASI dan kondisi kesehatan Si Kecil.
Dokter atau tenaga kesehatan dapat menilai berat badan, proses pelekatan, frekuensi menyusu, dan kondisi bayi untuk menentukan dukungan yang diperlukan.
5. Bayi Semakin Kuning atau Tampak Lemas
Kulit atau bagian putih mata bayi yang semakin kuning, terutama ketika disertai bayi sulit menyusu, sangat mengantuk, atau tampak lemas, perlu segera diperiksakan.
Asupan ASI yang tidak mencukupi dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko jaundice pada bayi baru lahir. Karena itu, bayi dengan kondisi kuning yang semakin jelas perlu mendapat penilaian tenaga kesehatan.
Kesimpulan
Kebutuhan ASI bayi baru lahir meningkat secara bertahap. Pada hari pertama, bayi cukup bulan yang sehat dapat mengonsumsi sekitar 2–10 mL per menyusu, kemudian sekitar 5–15 mL pada hari kedua, 15–30 mL pada hari ketiga, dan sekitar 45–60 mL pada hari ketujuh.
Memasuki usia 1 bulan, jumlah ASI per menyusu dapat meningkat menjadi sekitar 80–150 mL, terutama jika Moms memberikan ASI perah. Namun, angka tersebut merupakan kisaran dan bukan target yang harus dipenuhi setiap kali menyusu.
Bayi baru lahir umumnya menyusu 8–12 kali dalam 24 jam. Untuk mengetahui apakah Si Kecil cukup mendapatkan ASI, Moms dapat memperhatikan jumlah popok basah, perubahan feses, kemampuan menelan saat menyusu, serta pertambahan berat badan.
Jika bayi sangat mengantuk, sulit dibangunkan, popok basah lebih sedikit dari yang diharapkan, urine sangat pekat, berat badan terus turun, atau bayi semakin kuning dan tampak lemas, segera konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.
FAQ
1. Berapa mL ASI yang dibutuhkan bayi baru lahir?
Kebutuhan berbeda sesuai usia. Sebagai kisaran, bayi cukup bulan yang sehat dapat mengonsumsi sekitar 2–10 mL per menyusu pada hari pertama, 5–15 mL pada hari kedua, 15–30 mL pada hari ketiga, dan sekitar 45–60 mL pada hari ketujuh.
2. Bayi baru lahir harus menyusu berapa kali sehari?
Bayi baru lahir umumnya menyusu 8–12 kali dalam 24 jam. Waktunya tidak harus selalu teratur karena bayi sebaiknya disusui berdasarkan tanda lapar dan kebutuhannya.
3. Bagaimana cara mengetahui bayi cukup ASI?
Moms dapat melihat beberapa indikator, seperti jumlah popok basah yang bertambah sesuai usia, feses berubah dari mekonium menjadi kuning, terdengar menelan saat menyusu, bayi tampak puas setelah menyusu, dan berat badan mulai naik secara bertahap.