ASI dapat disimpan di kulkas hingga sekitar 4 hari jika disimpan dalam wadah steril, diberi label tanggal, dan diletakkan di bagian dalam kulkas dengan suhu stabil. Untuk mendukung kenyamanan Si Kecil sepanjang hari, Moms juga bisa gunakan MAKUKU Dry Care, popok dengan 12 jam daya serap agar kering sepanjang hari.
ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi. Namun dalam beberapa kondisi, Moms mungkin perlu memompa ASI dan menyimpannya terlebih dahulu, misalnya ketika harus bekerja, bepergian, atau ingin memastikan stok ASI tetap tersedia untuk Si Kecil.
Agar kualitas dan nutrisinya tetap terjaga, penting bagi Moms untuk mengetahui cara menyimpan ASI di kulkas yang benar. Jika penyimpanannya kurang tepat, ASI bisa lebih cepat rusak atau bahkan terkontaminasi bakteri.
Yuk, pahami langkah-langkah penting mulai dari persiapan sebelum menyimpan ASI, cara menyimpannya di kulkas, hingga cara menyajikannya kembali untuk Si Kecil.
Hal yang Perlu Dilakukan Sebelum Menyimpan ASI di Kulkas
Sebelum menyimpan ASI di kulkas, ada beberapa hal penting yang sebaiknya Moms lakukan terlebih dahulu. Langkah ini bertujuan untuk menjaga kebersihan ASI serta mencegah kontaminasi bakteri selama proses penyimpanan.
1. Cuci Tangan dengan Bersih
Sebelum memompa atau memindahkan ASI ke dalam wadah, Moms perlu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Langkah sederhana ini sangat penting karena bakteri dari tangan bisa saja berpindah ke ASI. Dengan tangan yang bersih, risiko kontaminasi dapat diminimalkan sehingga ASI tetap aman untuk Si Kecil.
2. Gunakan Wadah Penyimpanan yang Steril
ASI sebaiknya disimpan dalam botol khusus ASI atau kantong penyimpanan ASI yang sudah dibersihkan dan disterilkan. Pastikan wadah terbuat dari bahan yang aman untuk makanan dan memiliki penutup rapat. Wadah yang bersih membantu menjaga kualitas ASI agar tidak terkontaminasi mikroorganisme.
3. Beri Label Tanggal Penyimpanan
Moms juga disarankan untuk memberi label berisi tanggal dan waktu pemerahan ASI pada setiap wadah. Label ini membantu Moms mengetahui mana ASI yang harus digunakan lebih dulu sehingga tidak ada ASI yang tersimpan terlalu lama di dalam kulkas.
Cara Menyimpan ASI di Kulkas yang Benar
Setelah ASI dipompa dan dipindahkan ke wadah, Moms perlu menyimpannya dengan cara yang tepat. Penyimpanan yang benar dapat membantu menjaga nutrisi dan kualitas ASI tetap optimal.
1. Simpan di Bagian Belakang Kulkas
Sebaiknya ASI disimpan di bagian belakang kulkas, bukan di pintu kulkas. Hal ini karena suhu di pintu kulkas sering berubah setiap kali dibuka. Menyimpan ASI di bagian dalam kulkas membantu menjaga suhu tetap stabil sehingga ASI bisa bertahan lebih lama.
2. Simpan dalam Porsi Sekali Minum
Moms dianjurkan untuk menyimpan ASI dalam porsi kecil sesuai kebutuhan sekali minum bayi, misalnya 60–120 ml. Dengan cara ini, Moms tidak perlu menghangatkan seluruh stok ASI sekaligus. Jika ASI sudah dihangatkan tetapi tidak habis diminum, biasanya ASI tidak disarankan untuk disimpan kembali.
3. Jangan Mengisi Wadah Terlalu Penuh
Saat menyimpan ASI, sebaiknya sisakan sedikit ruang di dalam wadah. ASI dapat sedikit mengembang ketika disimpan dalam kondisi dingin atau beku. Ruang kosong ini membantu mencegah wadah bocor atau rusak.
Berapa Lama ASI Bisa Disimpan?
ASI yang disimpan dengan benar dapat bertahan dalam jangka waktu tertentu. Namun, lama penyimpanan ini juga bergantung pada suhu dan kondisi penyimpanan.
1. ASI di Suhu Ruangan
ASI yang baru diperah umumnya dapat bertahan sekitar 4 jam pada suhu ruangan yang bersih dan tidak terlalu panas. Jika tidak segera digunakan, Moms bisa langsung memindahkannya ke dalam kulkas agar kualitasnya tetap terjaga.
2. ASI di Kulkas
Di dalam kulkas dengan suhu sekitar 4°C, ASI biasanya dapat disimpan hingga 4 hari. Namun, jika Moms ingin menjaga kualitas nutrisi ASI tetap optimal, sebaiknya ASI digunakan dalam waktu 2–3 hari setelah disimpan.
Menurut panduan dari Mayo Clinic, ASI yang disimpan di kulkas dengan suhu stabil dapat bertahan hingga sekitar 4 hari selama disimpan dalam wadah yang bersih dan tertutup rapat.
3. ASI di Freezer
Jika disimpan di freezer, ASI dapat bertahan lebih lama, bahkan hingga 6 bulan atau lebih tergantung jenis freezer yang digunakan. Meski begitu, banyak ahli kesehatan menyarankan untuk menggunakan ASI beku dalam waktu sekitar 6 bulan agar kualitasnya tetap baik.
Cara Menyajikan ASI dari Kulkas untuk Bayi
Setelah ASI disimpan di kulkas, Moms perlu menyiapkannya kembali dengan cara yang aman sebelum diberikan kepada Si Kecil.
1. Cairkan ASI Secara Perlahan
Jika ASI disimpan dalam keadaan beku, Moms bisa mencairkannya terlebih dahulu dengan memindahkannya ke bagian kulkas bawah. Proses ini biasanya membutuhkan waktu beberapa jam hingga semalaman, tetapi membantu menjaga kandungan nutrisi ASI tetap baik.
2. Hangatkan ASI
Untuk menghangatkan ASI, Moms bisa merendam botol ASI dalam wadah berisi air hangat selama beberapa menit. Cara ini membantu menghangatkan ASI secara perlahan dan merata sehingga lebih aman untuk bayi.
3. Aduk Perlahan Sebelum Diberikan
Saat disimpan, lemak pada ASI sering kali terpisah dan mengendap di bagian atas. Sebelum diberikan kepada Si Kecil, Moms cukup menggoyangkan atau mengaduk ASI secara perlahan agar bagian lemak kembali tercampur.
Hal yang Perlu Dihindari Saat Menyimpan ASI
Selain mengetahui cara penyimpanan yang benar, Moms juga perlu memahami beberapa hal yang sebaiknya dihindari agar kualitas ASI tetap terjaga.
1. Jangan Memanaskan ASI dengan Microwace
Memanaskan ASI menggunakan microwave tidak disarankan. Selain bisa merusak sebagian nutrisi penting dalam ASI, microwave juga dapat menyebabkan panas yang tidak merata sehingga berisiko membuat bagian tertentu terlalu panas bagi bayi.
2. Jangan Membekukan Kembali ASI yang Sudah Dicairkan
ASI yang sudah dicairkan sebaiknya tidak dibekukan kembali. Proses pembekuan ulang dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri serta menurunkan kualitas nutrisi ASI.
3. Hindari Menyimpan ASI Terlalu Lama
Meskipun ASI dapat bertahan beberapa hari di kulkas, sebaiknya Moms tetap memperhatikan batas waktu penyimpanan. Jika ASI berbau tidak biasa atau berubah warna secara signifikan, sebaiknya ASI tidak diberikan kepada Si Kecil.
Kesimpulan
Mengetahui cara menyimpan ASI di kulkas dengan benar adalah hal yang penting agar kualitas dan nutrisi ASI tetap terjaga untuk Si Kecil. Selain asupan yang baik, kenyamanan bayi dalam beraktivitas sehari-hari juga perlu diperhatikan oleh Moms.
Untuk mendukung kenyamanan tersebut, popok MAKUKU Dry Care dirancang untuk melindungi kulit si Kecil dengan penyerapan maksimal selama 12 jam. Popok memiliki 3 lapisan sirkulasi udara untuk menjaga kelembapan kulit Si Kecil. Jadi, bayi akan merasa terus kering sepanjang hari.
FAQ
1. Apakah ASI yang baru dipompa boleh langsung dimasukkan ke kulkas?
Ya, ASI yang baru dipompa boleh langsung dimasukkan ke kulkas selama wadah penyimpanannya bersih dan tertutup rapat.
2. Apakah warna ASI bisa berubah setelah disimpan di kulkas?
Perubahan warna ASI bisa terjadi dan biasanya masih normal, karena dipengaruhi oleh kandungan lemak serta makanan yang dikonsumsi Moms.
3. Bolehkah mencampur ASI yang baru dipompa dengan ASI yang sudah dingin?
ASI yang baru dipompa sebaiknya didinginkan terlebih dahulu sebelum dicampurkan dengan ASI yang sudah berada di kulkas.
4. Apakah ASI yang sudah dihangatkan boleh disimpan kembali di kulkas?
ASI yang sudah dihangatkan sebaiknya segera digunakan dan tidak disimpan kembali untuk menghindari risiko kontaminasi.
5.Apakah kantong penyimpanan ASI bisa digunakan ulang?
Sebagian besar kantong penyimpanan ASI dirancang untuk sekali pakai agar kebersihan dan keamanan ASI tetap terjaga.
6. Apakah popok MAKUKU mudah bocor?
Popok MAKUKU memiliki teknologi inti SAP yang membantu menyerap cairan dengan cepat sehingga mengurangi risiko bocor.
7. Apakah MAKUKU cocok untuk bayi yang aktif bergerak?
Ya. Desain elastis pada popok MAKUKU membantu bayi bergerak lebih bebas tanpa terasa ketat.
Referensi:
https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breast-milk-storage/art-20046350
https://www.aap.org/en/patient-care/breastfeeding/milk-storage-guidelines