Beranda | Artikel | Infant | Kenali Sariawan pada Bayi & Cara Mengobatinya

Kenali Sariawan pada Bayi & Cara Mengobatinya

Infant
23/06/2026
Penulis: Bounche
Reviewer: Chief Editor
Kenali Sariawan pada Bayi & Cara Mengobatinya

Sariawan pada bayi adalah bercak putih di mulut akibat infeksi jamur Candida albicans yang dapat memicu rasa nyeri saat menyusu. Moms dapat mengatasi kondisi ini melalui pemberian obat antijamur dari dokter serta menjaga kebersihan peralatan makan bayi.

Melihat si Kecil tiba-tiba rewel dan menolak menyusu tentu membuat Moms merasa khawatir serta bingung sepanjang hari. Kondisi tidak nyaman ini bisa menjadi tanda adanya sariawan pada bayi yang menimbulkan rasa perih di area mulutnya.

Sariawan pada bayi umumnya tidak berbahaya, namun tetap membutuhkan penanganan tepat. Mari kita pelajari gejala, penyebab, cara mengobati, hingga cara mencegah gangguan mulut ini demi menjaga kenyamanan serta keceriaan buah hati Anda setiap hari.

Apa Itu Sariawan pada Bayi?

Sariawan pada bayi, atau candidiasis oral, adalah peradangan yang terjadi akibat infeksi jamur Candida albicans yang tumbuh secara berlebih di dalam rongga mulut dan area bibir si Kecil. Infeksi tersebut biasanya memicu munculnya bercak putih menyerupai sisa susu pada lidah, gusi, maupun dinding pipi bagian dalam.

Bercak putih akibat sariawan pada bayi ini tidak mudah hilang saat diseka dan bisa memicu rasa nyeri saat menyusu. Kondisi ini sangat umum menimpa bayi baru lahir karena sistem kekebalan tubuh mereka belum matang sempurna.

Baca Juga: 4 Penyebab Jamur pada Mulut Bayi dan Cara Mengatasinya

Gejala Sariawan pada Bayi yang Perlu Diperhatikan

Moms perlu mengenali tanda-tanda awal gangguan ini agar bisa segera memberikan pertolongan pertama yang tepat untuk si Kecil. Berikut adalah beberapa gejala utama yang sering muncul saat buah hati Anda mengalami sariawan.

1. Bercak Putih di Mulut

Gejala sariawan yang paling terlihat adalah munculnya lapisan berwarna putih krem pada lidah, gusi, atau bagian dalam pipi bayi. Lapisan tersebut mengandung kumpulan jamur Candida albicans dan sel mati yang menempel erat pada jaringan mukosa mulut si Kecil sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

2. Bayi Menolak Menyusu

Rasa perih akibat sariawan terjadi karena adanya gesekan antara puting atau dot dengan luka, sehingga membuat bayi merasa sangat tidak nyaman. Akibatnya si Kecil cenderung menolak untuk minum susu, baik secara langsung atau lewat dot.

3. Kulit Mulut Kemerahan

Jika Moms perhatikan, area di sekitar bercak putih sariawan biasanya akan tampak memerah dan mengalami peradangan. Kemerahan ini merupakan respons alami tubuh yang sedang melepaskan sel darah putih untuk melawan infeksi jamur tersebut.

4. Warna Bibir Lebih Pucat

Infeksi jamur Candida albicans yang meradang membuat aliran darah ke area luar bibir menjadi terganggu. Terlebih si Kecil akan kekurangan cairan karena kesulitan menyusu sehingga membuat bibir si Kecil terlihat lebih pucat dari biasanya.

5. Si Kecil Jadi Lebih Rewel

Rasa perih terus menerus di dalam mulut membuat si Kecil merasa sangat tidak nyaman sepanjang hari, bahkan saat sedang tidak menyusu. Ketidaknyamanan ini membuat bayi menjadi lebih rewel, mudah menangis, dan sulit ditenangkan secara emosional.

Penyebab Sariawan pada Bayi

Ada berbagai macam faktor yang menjadi penyebab sariawan pada mulut bayi. Mulai dari infeksi jamur Candida albicans, kebersihan yang kurang terjaga, hingga alergi.

1. Infeksi Jamur Candida albicans

Penyebab paling utama dari sariawan adalah munculnya jamur Candida albicans dengan jumlah yang tidak terkendali. Jamur ini menyukai area rongga mulut yang lembap dan akan merusak sel-sel sehat jika jumlahnya menjadi terlalu banyak.

2. Penggunaan Antibiotik

Konsumsi obat antibiotik oleh Moms yang menyusui atau bayi bisa membunuh bakteri baik seperti Lactobacillus di dalam tubuh. Padahal, bakteri baik tersebut berfungsi penting untuk mengontrol dan menekan pertumbuhan jamur agar jumlahnya tetap seimbang dan aman.

3. Kebersihan Mulut yang Kurang Terjaga

Sisa ASI atau susu formula yang menggenang di lidah merupakan sumber makanan manis yang sangat disukai jamur Candida albicans. Jika rongga mulut jarang dibersihkan, sisa susu tersebut akan memicu jamur berkembang biak dengan cepat dan menyebabkan sariawan.

4. Iritasi dari Dot atau Botol Susu

Penggunaan dot dengan ukuran kurang pas atau tekstur terlalu keras bisa bergesekan kuat dengan gusi sensitif si Kecil. Gesekan yang terjadi secara terus-menerus ini memicu iritasi jaringan mulut dan membentuk luka kecil terbuka yang rentan.

5. Kebersihan Perlengkapan Bayi yang Kurang Terjaga

Botol susu dan mainan gigit yang tidak dibersihkan dengan benar bisa menjadi sarang jamur berkembang biak. Saat benda kotor tersebut dimasukkan ke mulut, jamur akan berpindah dan langsung menginfeksi mulut bayi.

6. Luka atau Iritasi pada Area Mulut

Bayi seringkali tidak sengaja menggigit lidah mereka sendiri saat baru mulai belajar mengunyah atau memasukkan mainan ke mulut. Luka terbuka akibat gigitan ini sangat mudah terkontaminasi oleh bakteri maupun jamur yang ada di sekitarnya.

7. Kekurangan Vitamin B12 dan Zat Besi

Kekurangan zat besi serta vitamin B12 bisa menurunkan kemampuan regenerasi sel kulit di rongga mulut bayi secara drastis. Zat besi berfungsi membantu pembentukan sel darah merah, sedangkan vitamin B12 penting untuk menjaga kesehatan mulut.

Jika si Kecil kekurangan keduanya, lapisan pelindung mulut menjadi tipis sehingga jaringan mukosa mudah mengalami luka terbuka yang perih. Kondisi rapuh inilah yang membuat mulut si Kecil menjadi sangat rentan terinfeksi jamur penyebab sariawan.

8. Alergi atau Sensitivitas Makanan

Bayi yang sudah mulai MPASI bisa mengalami reaksi alergi terhadap protein asing seperti protein susu sapi atau telur. Reaksi sistem imun ini memicu peradangan pada mukosa mulut sehingga mempermudah timbulnya luka sariawan yang terasa sangat perih.

Cara Mengobati Sariawan pada Bayi

Menangani sariawan pada bayi dengan benar sangat penting untuk meredakan rasa perih yang dialami si Kecil. Moms perlu segera memberikan pengobatan atau penanganan yang tepat agar mempercepat pemulihannya.

Untuk mengatasi kondisi sariawan si Kecil, langkah medis yang paling efektif adalah menggunakan obat tetes antijamur seperti nystatin yang diresepkan oleh dokter. Obat ini bekerja dengan cara merusak dan membunuh dinding sel jamur Candida albicans penyebab sariawan.

Moms bisa meneteskan obat antijamur tersebut langsung pada area luka atau bercak putih di dalam mulut bayi, sesuai dengan dosis dan frekuensi yang telah dianjurkan oleh dokter.

Cara Mencegah Sariawan pada Bayi

Tindakan pencegahan yang konsisten adalah kunci utama agar mulut si Kecil selalu sehat dan terbebas dari sariawan. Moms bisa mempraktikkan kebiasaan sehat sehari-hari untuk meminimalkan risiko timbulnya sariawan pada buah hati melalui beberapa langkah berikut:

1. Rutin Membersihkan Rongga Mulut

Bersihkan gusi dan lidah bayi secara lembut menggunakan kain kasa steril yang telah dibasahi dengan air hangat. Kebiasaan ini membantu mengangkat sisa susu yang menempel yang berpotensi menjadi media pertumbuhan jamur di dalam mulut.

2. Menjaga Kebersihan Puting Moms

Bagi Moms yang menyusui langsung, selalu jaga kebersihan area payudara dengan membersihkan puting menggunakan air hangat setelah sesi menyusui. Pastikan juga area tersebut tetap kering dengan rutin mengganti breast pad yang sudah lembap. Jika diperlukan, Moms bisa mengoleskan krim antijamur khusus payudara yang disarankan oleh dokter demi kenyamanan bersama.

3. Sterilisasi Peralatan Menyusu dan Mainan Bayi

Karena bayi sering memasukkan mainan dan dot ke dalam mulut, Moms wajib mencuci dan mensterilkan botol susu, pompa ASI, serta mainan si Kecil secara berkala. Gunakan air mendidih atau sabun khusus bayi untuk membersihkan sisa kotoran yang menempel, agar sariawan tidak kembali berulang.

Baca Juga: Moms, Kenali Tanda Bayi Dehidrasi dan Apa yang Harus Dilakukan?

Kesimpulan

Sariawan pada bayi merupakan infeksi jamur yang menimbulkan rasa tidak nyaman, namun bisa diobati dengan menjaga kebersihan mulut si Kecil. Pastikan Moms selalu menjaga higienitas peralatan bayi dan segera berkonsultasi dengan dokter anak jika gejala sariawan tidak membaik.

Selain menjaga kesehatan mulut, kenyamanan tubuh si Kecil juga sangat penting didukung oleh popok berkualitas seperti MAKUKU Comfort Fit. Teknologi SAP Thin Core di MAKUKU Comfort Fit membantu menjaga kulit tetap kering lebih lama, sehingga si Kecil bisa tetap aktif dan cerita sepanjang hari. Selain itu, Breathable Layer yang ada di MAKUKU Comfort Fit mampu menyerap dan mengunci cairan dengan maksimal, sehingga kulit si Kecil akan tetap kering.

FAQ

1. Apakah sariawan pada bayi bisa menular ke payudara Moms?

Ya, jamur Candida albicans penyebab sariawan dapat menular ke puting Moms saat menyusu dan menyebabkan payudara terasa gatal serta perih.

2. Berapa lama sariawan pada bayi biasanya akan sembuh?

Dengan pengobatan antijamur yang tepat dari dokter, infeksi sariawan pada bayi biasanya akan membaik dalam waktu satu hingga dua minggu.

3. Apakah sisa susu di lidah sama dengan sariawan?

Berbeda, sisa susu mudah dibersihkan dengan kain lembut, sedangkan sariawan melekat erat dan memicu kemerahan serta rasa nyeri.

4. Bagaimana MAKUKU Comfort Fit menjaga kenyamanan bayi yang sedang rewel?

MAKUKU Comfort Fit memiliki desain super tipis dengan daya serap cepat yang menjaga kulit bayi tetap kering selama seharian penuh.

5. Apakah popok MAKUKU Comfort Fit aman untuk kulit bayi yang sensitif?

Tentu saja aman, karena MAKUKU Comfort Fit menggunakan inti struktur SAP yang mengunci cairan dengan baik dan mencegah risiko ruam.

6. Di mana Moms bisa membeli produk MAKUKU Comfort Fit yang asli?

Moms dapat membeli popok MAKUKU Comfort Fit dengan mudah melalui e-commerce resmi MAKUKU Indonesia atau supermarket terdekat di kota Anda.

===

Reference:

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/oral-thrush/symptoms-causes/syc-20353533

  • https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=thrush-in-newborns-90-P02642

  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10956-oral-thrush

  • https://www.nhs.uk/conditions/oral-thrush-in-babies/

  • https://www.webmd.com/parenting/baby/what-is-thrush


Bagikan di media sosial:
Customer Care MAKUKU