Fase growth spurt adalah periode lonjakan pertumbuhan bayi yang umumnya terjadi pada usia 7-10 hari, 1-3 minggu, 6 minggu, 3 bulan, 6 bulan, serta 9-12 bulan. Selama fase ini, Moms bisa pastikan nutrisi si Kecil tetap terpenuhi dan juga bisa beristirahat dengan optimal
Moms, pernahkah si Kecil yang biasanya tenang tiba-tiba berubah menjadi super rewel dan ingin menyusu terus-menerus seolah tidak pernah merasa kenyang? Kondisi mendadak yang menguras energi ini sebenarnya merupakan tanda alami bahwa si Kecil sedang memasuki fase growth spurt.
Perubahan perilaku tersebut sering kali membuat orang tua baru merasa cemas dan salah mengira bayi mereka sedang mengalami gangguan kesehatan. Padahal, momen transisi ini justru menjadi sinyal positif bahwa fisik dan kemampuan otak si Kecil sedang berkembang dengan sangat pesat.
Apa Itu Fase Growth Spurt?
Growth spurt merupakan suatu periode singkat ketika tubuh bayi mengalami lonjakan pertumbuhan fisik dan perkembangan fungsi otak yang berlangsung jauh lebih cepat dari biasanya. Fase krusial pada rentang usia 0-12 bulan ini umumnya hanya berlangsung selama 2 hingga 7 hari saja.
Secara medis, perubahan pola tidur dan suasana hati bayi yang berubah drastis selama fase ini dipicu oleh pelepasan Hormon HGH (Human Growth Hormone). Hormon pertumbuhan tersebut bekerja secara optimal saat si Kecil terlelap, sehingga proses pembentukan tulang dan jaringan otot baru berjalan sangat cepat.
Proses pematangan tubuh yang berjalan sangat cepat ini tidak jarang menimbulkan rasa tidak nyaman atau semacam nyeri pada fisik si Kecil. Hal itulah yang menjadi alasan utama mengapa si Kecil tiba-tiba menjadi lebih sensitif, mudah menangis, dan selalu ingin menempel dengan Moms.
Meskipun sangat menguras energi orang tua, Moms akan langsung melihat perubahan nyata berupa penambahan berat badan serta ukuran panjang tubuh anak setelah fase ini usai. Selain perubahan fisik, si Kecil juga biasanya akan mengejutkan Moms dengan penguasaan kemampuan motorik baru seperti mulai bisa tengkurap atau berguling.
Baca Juga: Panduan Panjang Bayi Baru Lahir & Cara Mengukurnya
Kapan Growth Spurt Terjadi pada Bayi?
Fase growth spurt umumnya memiliki pola waktu tertentu saat si kecil berusia 0-12 bulan. Mari catat usia krusial ini agar Moms bisa lebih bersiap mengantisipasi perubahan perilaku si Kecil dengan tenang!
1. Usia 7–10 Hari
Lonjakan pertumbuhan pertama ini biasanya terjadi sangat cepat setelah si Kecil dibawa pulang dari rumah sakit atau bidan. Pada momen ini, tubuh bayi sedang bekerja keras untuk mengembalikan berat badan lahirnya yang sempat menyusut di hari-hari pertama kehidupannya.
Si Kecil yang biasanya lebih banyak tidur tiba-tiba terjaga setiap satu jam sekali hanya untuk meminta ASI atau susu formula. Moms mungkin juga menyadari pipi bayi mulai tampak lebih berisi dan lingkar paha pada popoknya terasa sedikit lebih pas dibanding sebelumnya.
2. Usia 1–3 Minggu
Memasuki rentang usia ini, tubuh bayi membutuhkan energi dan nutrisi yang jauh lebih besar untuk mendukung perkembangan organ-organ dalamnya. Pertumbuhan lingkar kepala dan panjang badan si Kecil juga sedang berjalan sangat aktif pada fase ini.
Moms akan mendapati bayi mendadak sangat rewel di sore hari dan terus menangis seolah air susu Ibu tidak pernah cukup memenuhi perutnya. Jangan heran jika setelah beberapa hari yang melelahkan ini terlewati, baju-baju ukuran newborn miliknya tiba-tiba sudah terasa sempit dan menggantung saat dikenakan.
3. Usia 6 Minggu
Pada usia enam minggu, perkembangan sistem saraf bayi mulai semakin aktif dan matang sehingga mereka menjadi jauh lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Lonjakan ini sering kali memicu perubahan suasana hati yang drastis karena si Kecil merasa kewalahan menerima banyak stimulasi baru dari luar tubuhnya.
Contoh perilaku nyatanya adalah bayi menjadi sangat manja dan akan langsung menangis kencang begitu diletakkan di kasur, seolah ingin didekap sepanjang hari. Peningkatan frekuensi menyusu pun terjadi sangat ekstrem akibat fenomena cluster feeding, di mana si Kecil bisa meminta minum hingga 12–14 kali sehari terutama saat malam hari tiba.
4. Usia 3 Bulan
Saat menginjak usia tiga bulan, fokus pertumbuhan si Kecil bergeser pada pesatnya perkembangan otak, kemampuan penglihatan, serta interaksi sosial mereka. Energi yang terkuras untuk memproses semua kemampuan baru ini membuat tubuh bayi menjadi jauh lebih mudah lelah dari biasanya.
Misalnya ketika bayi yang biasanya senang diajak bermain tiba-tiba tampak lesu, gampang merengek, dan menunjukkan tanda mengantuk lebih cepat. Nafsu menyusunya pun ikut melonjak drastis karena otak mereka yang sedang berkembang membutuhkan asupan dalam jumlah besar.
5. Usia 4 Bulan
Periode di usia empat bulan sering kali dinilai sebagai salah satu fase growth spurt yang paling menantang bagi para orang tua. Hal ini terjadi karena lonjakan pertumbuhan fisik kali ini datang bersamaan dengan fase 4-month sleep regression atau kemunduran pola tidur bayi.
Contoh nyatanya adalah si Kecil yang semula sudah bisa tidur nyenyak sepanjang malam tiba-tiba mulai terbangun setiap dua jam sekali dalam kondisi rewel. Bayi juga cenderung menjadi lebih mudah terdistraksi oleh suara di sekitarnya saat menyusu di siang hari, sehingga mereka melampiaskan rasa laparnya secara intens pada malam hari.
6. Usia 6 Bulan
Memasuki usia setengah tahun, fase growth spurt si Kecil umumnya bertepatan dengan kesiapan mereka untuk memulai petualangan makan atau MPASI. Selain itu, perkembangan motorik kasarnya juga sedang melonjak tajam untuk mendukung aktivitas fisik yang semakin bervariasi setiap harinya.
Si Kecil menjadi sangat aktif mencoba berguling mandiri, belajar duduk, hingga mendorong tubuhnya untuk merangkak. Akibat aktivitas fisik yang melelahkan ini, si Kecil mungkin akan tidur siang jauh lebih lama atau justru membutuhkan porsi menyusu ekstra di sela-sela jadwal makannya.
7. Usia 9–12 Bulan
Menjelang ulang tahun pertamanya, tubuh bayi mengalami lonjakan pertumbuhan tulang, otot, serta koordinasi tubuh yang sangat intens. Fase growth spurt terakhir di tahun pertama ini terjadi untuk mempersiapkan kekuatan fisik si Kecil agar mampu melakukan gerakan yang lebih kompleks.
Moms akan melihat anak menjadi sangat berambisi untuk belajar berdiri lepas tangan, merambat di dinding, hingga melangkahkan kaki kecilnya. Karena energinya terkuras habis untuk mengeksplorasi ruangan, jangan kaget jika porsi makan serta frekuensi menyusunya meningkat dua kali lipat demi mengembalikan tenaganya.
Tanda-Tanda Bayi Mengalami Growth Spurt
Moms bisa mendeteksi kondisi growth spurt dengan mudah melalui perubahan kebiasaan harian si Kecil. Mari kenali tanda-tanda nyata berikut ini.
1. Frekuensi Menyusu Meningkat
Salah satu indikator paling mencolok adalah nafsu makan bayi yang mendadak melonjak drastis, sehingga ia terus meminta susu dalam waktu berdekatan. Sebagai contoh, jika biasanya si Kecil hanya menyusu setiap 3 jam sekali, saat fase ini ia bisa menuntut minum setiap 1 jam sekali.
2. "Drama" Saat Menyusu
Meningkatnya rasa lapar sering kali membuat bayi menjadi gelisah dan melakukan gerakan lepas-pasang puting payudara atau dot dengan gemas sambil merengek. Kondisi ini dipicu karena si Kecil merasa aliran susu tidak secepat rasa laparnya yang sedang menggebu-gebu, bukan karena ASI Moms habis.
3. Berubahnya Pola Tidur
Lonjakan pertumbuhan fisik yang intens membuat energi dan pola tidur harian si Kecil berubah drastis menjadi tidak menentu. Contohnya, sebagian bayi bisa tidur pulas hingga 4,5 jam lebih lama dari biasanya karena kelelahan berproses, namun sebagian lainnya justru menjadi sangat sering terbangun di malam hari.
4. Si Kecil Menjadi Lebih Rewel
Rasa tidak nyaman akibat pertumbuhan tulang dan otot yang cepat membuat suasana hati bayi menjadi sangat sensitif dan mudah menangis tanpa alasan yang jelas. Si Kecil biasanya akan langsung menjerit jika diletakkan di kasur karena mereka sedang membutuhkan dekapan konstan Moms untuk mencari rasa aman.
5. Berat dan Panjang Bayi Bertambah Lebih Cepat
Setelah fase melelahkan ini selesai, Moms biasanya akan langsung menyadari adanya perubahan fisik yang sangat nyata pada ukuran tubuh si Kecil. Contoh nyatanya adalah angka timbangan bayi yang naik lebih cepat dari biasanya serta baju-baju yang mendadak terasa sempit atau menggantung saat dikenakan.
Tips Menghadapi Fase Growth Spurt
Menghadapi fase growth spurt memang membutuhkan kesabaran ekstra, namun Moms bisa melaluinya dengan tenang jika memahami kebutuhan si Kecil. Berikut adalah beberapa tips jitu yang bisa Moms terapkan.
1. Berikan Susu Sesuai Kebutuhan si Kecil
Jangan membatasi atau menjadwal asupan susu si Kecil, melainkan berikanlah ASI atau susu formula secara on-demand kapan pun ia memintanya. Sebagai contoh, jika bayi mendadak terbangun dan menangis kelaparan di malam hari, segera susui ia tanpa perlu menundanya demi mengikuti jadwal rutin harian yang biasa Moms terapkan.
2. Pastikan Tidur Malam dengan Nyenyak
Kualitas tidur malam sangat krusial bagi proses tumbuh kembang bayi, sehingga suasana kamar harus dibuat setenang dan senyaman mungkin. Contohnya, Moms bisa meredupkan lampu kamar, memutarkan white noise, serta memakaikan popok berdaya serap tinggi seperti MAKUKU Grow Care agar tidur si Kecil tidak terganggu oleh bocor atau lembap.
3. Redakan Rewel si Kecil
Ketika si Kecil mulai menunjukkan tanda rewel akibat nyeri pertumbuhan atau kelelahan, berikan kehangatan fisik ekstra untuk menenangkan sistem sarafnya yang sensitif. Sebagai contoh, Moms bisa melakukan kontak kulit ke kulit (skin-to-skin contact), menggendongnya dengan ayunan lembut, atau memberikan pijatan bayi yang rileks sebelum waktu tidur tiba.
4. Tambahkan Porsi MPASI
Jika bayi yang mengalami growth spurt sudah berusia di atas 6 bulan, Moms dapat menyesuaikan porsi atau frekuensi makanan pendamping ASI demi mencukupi lonjakan kebutuhan energinya. Moms bisa memberikan camilan padat gizi seperti purée alpukat atau biskuit bayi di sela-sela jadwal makan utamanya agar perut si Kecil tidak mudah lapar.
5. Jaga Kesehatan Moms
Mengasuh bayi yang sedang mengalami lonjakan pertumbuhan tentu sangat menguras tenaga, sehingga kesehatan fisik dan mental Moms sendiri harus tetap menjadi prioritas utama. Moms bisa siapkan botol minum berukuran besar dan camilan berenergi di dekat area menyusu agar Moms tidak dehidrasi serta kelelahan saat menghadapi fenomena cluster feeding.
6. Berbagi Tugas dengan Dads
Moms tidak harus menanggung semua kelelahan ini sendirian, jadi jangan ragu untuk berkomunikasi dan berbagi peran pengasuhan dengan Dads selama fase ini berlangsung. Dads bisa mengambil alih tugas menggendong untuk menidurkan si Kecil yang sedang rewel atau membantu mengganti popoknya di malam hari agar Moms bisa beristirahat sejenak.
Baca Juga: 6 Tips Merangsang Pertumbuhan Gigi Bayi
Kesimpulan
Fase growth spurt adalah proses alami yang menandakan si Kecil sedang mengalami lonjakan pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Selama fase ini, bayi biasanya lebih sering menyusu, mengalami perubahan pola tidur, menjadi lebih rewel, dan menunjukkan peningkatan kebutuhan kenyamanan dari orang tua.
Meskipun sangat menantang dan menguras energi orang tua, fase growth spurt merupakan proses alami yang menandakan bahwa fisik dan kecerdasan otak si Kecil sedang berkembang dengan sehat. Kunci sukses dalam melewati masa transisi ini terletak pada pemenuhan nutrisi yang tepat serta kenyamanan istirahat malam yang prima agar hormon pertumbuhan dapat bekerja secara maksimal.
Untuk mendukung kualitas tidur tanpa gangguan di masa krusial tersebut, Moms dapat mempercayakan perlindungan si Kecil pada MAKUKU Grow Care. Berbekal teknologi dua kali lapisan penyerapan, popok ini mampu mengunci cairan secara optimal dan menjaga permukaan tetap kering lebih lama sehingga efektif mencegah risiko bocor semalaman. Yuk Moms, dukung fase tumbuh kembang emas si Kecil dengan memberikan kenyamanan tidur terbaik bersama MAKUKU Grow Care sekarang juga!
FAQ
1. Apakah growth spurt sama dengan sleep regression?
Tidak. Growth spurt berkaitan dengan lonjakan pertumbuhan, sedangkan sleep regression adalah perubahan pola tidur bayi yang biasanya terjadi karena perkembangan tertentu.
2. Apakah semua bayi mengalami growth spurt?
Ya, sebagian besar bayi mengalami growth spurt, tetapi waktu dan tandanya bisa berbeda pada setiap anak.
3. Berapa lama fase growth spurt berlangsung?
Growth spurt biasanya berlangsung sekitar beberapa hari hingga satu minggu.
4. Apakah bayi bisa demam saat growth spurt?
Growth spurt umumnya tidak menyebabkan demam. Jika bayi demam, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
5. Apakah growth spurt memengaruhi berat badan si Kecil?
Ya, growth spurt biasanya diikuti dengan peningkatan berat badan dan juga tinggi badan tubuh si Kecil.
6. Apa keunggulan MAKUKU Grow Care untuk bayi yang sedang growth spurt?
MAKUKU Grow Care memiliki dua kali lapisan penyerapan yang membantu mengunci cairan lebih optimal sehingga mengurangi risiko bocor dan menjaga si Kecil tetap nyaman saat tidur.
7. Apakah MAKUKU Grow Care cocok digunakan pada malam hari?
Ya, daya serap ekstra pada MAKUKU Grow Care membantu menjaga permukaan popok tetap kering lebih lama sehingga mendukung kualitas tidur si Kecil sepanjang malam.