Beranda | Artikel | Infant | Moms, Kenali Tanda Bayi Dehidrasi dan Apa yang Harus Dilakukan?

Moms, Kenali Tanda Bayi Dehidrasi dan Apa yang Harus Dilakukan?

Infant
22/05/2026
Penulis: Makuku
Reviewer: Chief Editor
Moms, Kenali Tanda Bayi Dehidrasi dan Apa yang Harus Dilakukan?

Beberapa tanda bayi dehidrasi meliputi pipis berkurang, mulut kering, dan ubun-ubun cekung. Pahami tanda tersebut agar bisa cepat mengatasinya dan jaga kenyamanan Si Kecil dengan penggunaan popok yang tetap kering, seperti MAKUKU Skin Health.

Moms, tubuh bayi sebagian besar terdiri dari cairan, jadi sedikit saja kekurangan cairan bisa langsung berdampak pada kondisinya. Sayangnya, tanda bayi dehidrasi sering kali tidak disadari karena terlihat sangat mirip dengan kondisi biasa.

Padahal, kalau tidak segera ditangani, dehidrasi bisa memengaruhi kesehatan Si Kecil secara serius. Yuk, kenali tanda-tanda bayi dehidrasi sejak awal supaya Moms bisa bertindak lebih cepat dan tepat!

Apa Itu Dehidrasi pada Bayi dan Kenapa Berbahaya?

Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan dibandingkan yang masuk. Pada bayi, kondisi ini bisa terjadi lebih cepat dibanding orang dewasa karena cadangan cairannya masih terbatas.

Jika tidak segera ditangani, dehidrasi bisa mengganggu fungsi organ tubuh, sirkulasi darah, hingga menyebabkan kondisi yang lebih serius pada Si Kecil. Itulah kenapa penting banget untuk Moms memahami tanda dan penyebab bayi dehidrasi sejak dini.

Tanda Bayi Dehidrasi yang Perlu Diwaspadai

Moms, tanda dehidrasi pada bayi bisa muncul dalam berbagai bentuk. Beberapa terlihat jelas, tapi ada juga yang cukup subtle dan sering terlewat.

1. Frekuensi Pipis Berkurang

Normalnya, bayi akan sering buang air kecil dalam sehari. Kalau popok Si Kecil jarang basah atau terasa lebih ringan dari biasanya, ini bisa jadi tanda awal dehidrasi.

2. Mulut dan Bibir Terlihat Kering

Perhatikan area mulut Si Kecil. Jika bibir tampak pecah-pecah atau mulut terlihat kering, ini bisa menandakan tubuhnya kekurangan cairan.

3. Air Mata Sedikit atau Tidak Ada

Saat bayi menangis tapi tidak mengeluarkan air mata, Moms perlu waspada. Ini merupakan salah satu tanda dehidrasi yang cukup umum.

4. Ubun-ubun Terlihat Cekung

Ubun-ubun bayi yang terlihat sedikit masuk ke dalam bisa menjadi tanda bahwa tubuhnya kekurangan cairan.

5. Bayi Lebih Lemas atau Rewel

Perubahan perilaku seperti lebih lemas, mudah mengantuk, atau justru lebih rewel dari biasanya juga bisa jadi sinyal dehidrasi.

Penyebab Dehidrasi pada Bayi

Dehidrasi pada bayi biasanya terjadi karena beberapa kondisi tertentu yang menyebabkan cairan tubuhnya berkurang.

1. Asupan Cairan Kurang

Bayi yang tidak mendapatkan cukup ASI atau susu formula yang cukup berisiko mengalami dehidrasi, terutama pada cuaca panas.

2. Diare atau Muntah

Saat bayi mengalami diare atau muntah, cairan tubuh bisa hilang dengan cepat, sehingga meningkatkan risiko dehidrasi.

3. Demam

Demam membuat tubuh bayi kehilangan cairan lebih banyak melalui keringat. Kondisi ini juga bisa membuat Si Kecil jadi kurang nafsu minum, sehingga risiko dehidrasi meningkat.

4. Cuaca Panas

Lingkungan yang panas bisa membuat bayi lebih mudah berkeringat dan kehilangan cairan. Apalagi jika Si Kecil terlalu lama berada di ruangan tanpa sirkulasi udara yang baik.

Cara Menangani Dehidrasi pada Bayi di Rumah

Kalau Moms mulai melihat tanda-tanda awal dehidrasi pada Si Kecil, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan di rumah.

1. Berikan ASI atau Susu Lebih Sering

Tingkatkan frekuensi menyusui untuk membantu menggantikan cairan yang hilang. Pastikan Si Kecil menyusu dengan cukup meski dalam porsi kecil tapi lebih sering.

2. Berikan Larutan Rehidrasi (Jika Direkomendasikan Dokter)

Dalam kondisi tertentu, dokter mungkin menyarankan oralit khusus bayi untuk membantu mengganti cairan dan elektrolit.

3. Pantau Kondisi Bayi

Perhatikan apakah kondisi Si Kecil membaik, terutama dari frekuensi pipis dan tingkat keaktifannya.

4. Segera ke Dokter Jika Gejala Semakin Memburuk

Jika bayi terlihat sangat lemas, tidak mau minum, atau tanda dehidrasi semakin parah, segera bawa ke fasilitas kesehatan.

Cara Mencegah Dehidrasi pada Bayi

Mencegah selalu lebih baik, Moms. Beberapa langkah sederhana ini bisa membantu menjaga Si Kecil tetap terhidrasi dengan baik.

1. Pastikan Asupan Cairan Cukup

Berikan ASI atau susu sesuai kebutuhan bayi, terutama saat cuaca panas atau saat bayi sedang tidak fit. Moms juga bisa lebih sering menawarkan susu meski Si Kecil tidak terlihat haus.

2. Perhatikan Tanda Awal

Jangan tunggu sampai parah. Begitu Moms melihat tanda awal seperti pipis berkurang, langsung ambil tindakan. Semakin cepat disadari, semakin mudah juga penanganannya.

3. Jaga Suhu Lingkungan

Pastikan bayi tidak terlalu kepanasan dengan menjaga sirkulasi udara yang baik. Hindari juga paparan langsung sinar matahari dalam waktu lama agar tubuh Si Kecil tidak cepat kehilangan cairan.

4. Rutin Cek Popok

Popok bisa jadi “indikator cepat” kondisi hidrasi bayi. Dengan rutin mengecek, Moms bisa lebih cepat menyadari perubahan. Dari sini Moms bisa tahu apakah frekuensi pipis Si Kecil masih normal atau tidak.

Tanda bayi dehidrasi seperti pipis berkurang, mulut kering, hingga ubun-ubun cekung memang terlihat sederhana, tapi bisa berdampak besar jika tidak segera ditangani. Dengan mengenali gejalanya sejak awal dan memahami penyebabnya, Moms bisa mengambil langkah cepat untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan Si Kecil.

Salah satunya, yaitu dengan memilih MAKUKU Skin Health, popok celana yang dirancang khusus untuk menyerap kelembapan dan mengurangi rasa tidak nyaman karena basah pada kulit bayi. Dengan bantalan timbul adaptif, mengurangi kontak dengan kulit hingga 50%. Cocok untuk menemani si Kecil hingga 12 jam. Terbukti bebas iritasi telah melalui uji dermatologis secara ketat di Jerman oleh Dermatest GmbH, sebuah lembaga independen berstandar internasional.

Yuk Moms, berikan perawatan terbaik untuk Si Kecil dengan memilih MAKUKU Skin Health agar Si Kecil tetap nyaman sepanjang hari.

Referensi:

  • https://www.nhs.uk/conditions/dehydration/

  • https://medlineplus.gov/dehydration.html

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK436022/


Bagikan di media sosial:
Customer Care MAKUKU