Beranda | Artikel | Infant | Apa Itu MPASI? Ketahui Waktu, Manfaat, dan Cara Pemberiannya

Apa Itu MPASI? Ketahui Waktu, Manfaat, dan Cara Pemberiannya

Infant
23/09/2026
Penulis: MAKUKU Content Expert
Reviewer: Chief Editor
Apa Itu MPASI? Ketahui Waktu, Manfaat, dan Cara Pemberiannya

MPASI mulai diberikan ketika bayi berusia sekitar 6 bulan untuk melengkapi kebutuhan energi dan zat gizi yang semakin meningkat, sambil tetap melanjutkan pemberian ASI. MPASI yang baik perlu diberikan tepat waktu, cukup gizi, aman dan higienis, serta secara responsif sesuai tanda lapar dan kenyang Si Kecil. Tekstur, frekuensi, dan porsi makanan juga perlu disesuaikan dengan usia.

Memasuki usia 6 bulan, kebutuhan energi dan nutrisi Si Kecil mulai meningkat sehingga ASI saja tidak lagi cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan tersebut. Pada tahap ini, Moms dapat mulai memperkenalkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) sambil tetap melanjutkan pemberian ASI.

Pemberian MPASI bukan hanya tentang mengenalkan makanan, tetapi juga membantu Si Kecil belajar mengenal rasa, tekstur, dan cara makan. Karena itu, MPASI perlu diberikan dengan memperhatikan usia, kebutuhan gizi, tekstur makanan, kebersihan, serta respons Si Kecil saat makan.

Apa Itu MPASI dan Kapan Mulai Diberikan?

MPASI adalah Makanan Pendamping ASI, yaitu makanan dan minuman yang diberikan kepada bayi mulai sekitar usia 6 bulan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi yang tidak lagi dapat dipenuhi hanya dari ASI.

Pada enam bulan pertama, bayi dianjurkan mendapatkan ASI eksklusif. Setelah memasuki usia 6 bulan, kebutuhan energi dan zat gizi bayi mulai meningkat sehingga makanan pendamping perlu diperkenalkan. Pemberian ASI tetap dilanjutkan sesuai kebutuhan Si Kecil.

MPASI tidak berarti menggantikan ASI secara langsung. Pada awal masa MPASI, Si Kecil masih perlu mendapatkan ASI sambil secara bertahap belajar mengonsumsi makanan dengan tekstur dan variasi yang semakin beragam.

Manfaat MPASI untuk Bayi

Pemberian MPASI yang tepat dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil yang semakin meningkat seiring pertumbuhan. Selain itu, masa MPASI juga menjadi periode penting untuk mengenalkan berbagai makanan dan membangun kebiasaan makan yang baik.

Beberapa manfaat MPASI antara lain:

  • Melengkapi kebutuhan energi dan nutrisi: MPASI membantu memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, mineral, dan zat gizi lain yang semakin meningkat setelah usia 6 bulan.

  • Mendukung pertumbuhan dan perkembangan: Asupan makanan yang cukup dan beragam membantu mendukung pertumbuhan fisik serta perkembangan Si Kecil.

  • Mengenalkan berbagai rasa dan makanan: MPASI memberikan kesempatan bagi bayi untuk mengenal rasa, aroma, warna, dan tekstur makanan yang berbeda.

  • Melatih kemampuan makan: Perubahan tekstur makanan secara bertahap membantu Si Kecil belajar mengunyah, menggigit, mengambil makanan, dan makan secara mandiri sesuai tahap perkembangannya.

  • Membangun kebiasaan makan: Pengalaman makan yang positif sejak dini dapat membantu Si Kecil mengenal pola makan yang sehat.

Hal Penting yang Harus Diperhatikan dalam Pemberian MPASI

Agar MPASI dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil, Moms perlu memperhatikan beberapa prinsip utama dalam pemberiannya.

1. Tepat Waktu

MPASI diberikan mulai sekitar usia 6 bulan, ketika kebutuhan energi dan nutrisi bayi mulai meningkat dan tidak lagi dapat dipenuhi hanya dari ASI.

Pemberian MPASI terlalu dini maupun terlambat sebaiknya dihindari. Pada awal pemberian, Moms dapat memperkenalkan makanan dalam jumlah kecil kemudian meningkatkannya secara bertahap sesuai kemampuan dan kebutuhan Si Kecil.

2. Adekuat atau Cukup Gizi

MPASI perlu memberikan energi, protein, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil.

Usahakan menu MPASI memiliki variasi makanan, terutama sumber protein hewani seperti telur, ikan, ayam, daging, atau hati. Lengkapi dengan makanan pokok sebagai sumber energi, protein nabati, sayuran, buah, dan sumber lemak sesuai kebutuhan. Kemenkes juga menekankan pentingnya mempertimbangkan jumlah, frekuensi, tekstur, dan variasi makanan berdasarkan usia anak.

3. Aman dan Higienis

Makanan untuk Si Kecil perlu disiapkan, dimasak, disimpan, dan diberikan secara higienis untuk mengurangi risiko kontaminasi.

Moms dapat mencuci tangan sebelum menyiapkan dan memberikan makanan, menggunakan peralatan makan yang bersih, serta memastikan bahan makanan dimasak hingga matang. Makanan juga sebaiknya disimpan dengan cara yang tepat agar tetap aman dikonsumsi.

4. Diberikan secara Responsif

Pemberian MPASI secara responsif berarti Moms memperhatikan tanda lapar dan kenyang Si Kecil selama waktu makan.

Berikan makanan secara perlahan dan sabar, serta dorong Si Kecil untuk makan tanpa memaksanya. Jika Si Kecil menolak makanan, Moms dapat mencoba kembali di waktu lain atau memperkenalkan makanan dengan kombinasi dan tekstur yang berbeda.

Usahakan waktu makan berlangsung dalam suasana yang nyaman. Hindari memberikan makanan sambil bermain atau menonton agar Si Kecil dapat lebih fokus mengenali makanan dan sinyal kenyangnya.

Komposisi Menu MPASI Bergizi Seimbang

Menu MPASI sebaiknya tidak hanya terdiri dari makanan pokok atau sumber karbohidrat. Si Kecil membutuhkan makanan yang beragam agar mendapatkan berbagai zat gizi yang diperlukan untuk tumbuh dan berkembang.

Dalam satu menu, Moms dapat mengombinasikan:

  • Makanan pokok: nasi, kentang, jagung, singkong, ubi, atau sumber karbohidrat lainnya.

  • Protein hewani: telur, ikan, ayam, daging, hati, dan produk hewani lainnya.

  • Protein nabati: tahu, tempe, kacang-kacangan, dan olahannya.

  • Sayur dan buah: seperti bayam, wortel, brokoli, tomat, pisang, mangga, atau buah lainnya.

  • Sumber lemak: dapat berasal dari minyak, santan, dan bahan makanan yang mengandung lemak.

Protein hewani perlu menjadi bagian penting dalam menu MPASI karena menyediakan berbagai zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Selain itu, makanan sebaiknya dibuat padat gizi karena ukuran lambung Si Kecil masih relatif kecil.

Moms juga dapat memberikan variasi makanan secara bertahap agar Si Kecil terbiasa dengan berbagai jenis makanan dan mendapatkan zat gizi yang lebih beragam.

Tekstur, Frekuensi, dan Porsi MPASI Sesuai Usia

Tekstur, frekuensi, dan jumlah MPASI perlu disesuaikan dengan usia serta kemampuan makan Si Kecil. Makanan sebaiknya secara bertahap dibuat lebih bertekstur seiring perkembangan kemampuan makan bayi.

Usia

Tekstur

Frekuensi

Porsi setiap makan

6–8 bulan

Bubur kental atau makanan yang dilumatkan

2–3 kali makan utama + 1–2 kali selingan

Mulai 2–3 sdm, bertahap hingga ½ mangkuk 250 mL

9–11 bulan

Makanan dicincang halus hingga kasar dan makanan yang dapat digenggam

3–4 kali makan utama + 1–2 kali selingan

½–¾ mangkuk 250 mL

12–23 bulan

Makanan keluarga dengan tekstur yang disesuaikan bila diperlukan

3–4 kali makan utama + 1–2 kali selingan

¾–1 mangkuk 250 mL

Panduan Kemenkes menunjukkan bahwa pada usia 6–8 bulan, MPASI dapat dimulai dari 2–3 sendok makan dan ditingkatkan secara bertahap hingga sekitar ½ mangkuk 250 mL. Pada usia 9–11 bulan, porsinya dapat menjadi sekitar ½–¾ mangkuk, sedangkan usia 12–23 bulan sekitar ¾–1 mangkuk.

Meskipun terdapat panduan porsi, Moms tetap perlu memperhatikan tanda lapar dan kenyang Si Kecil. Jangan memaksa bayi menghabiskan makanan jika sudah menunjukkan tanda kenyang.

Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Saat MPASI

Tidak semua makanan dan minuman cocok diberikan kepada bayi yang baru memulai MPASI. Moms perlu memperhatikan jenis makanan, kandungan gizi, serta keamanan teksturnya.

Beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari atau dibatasi antara lain:

  • Madu sebelum usia 1 tahun, karena dapat meningkatkan risiko botulisme pada bayi.

  • Makanan dan minuman tinggi gula, seperti permen, kue manis, minuman berpemanis, dan makanan manis lainnya.

  • Makanan tinggi garam, termasuk makanan yang banyak menggunakan garam atau bumbu tinggi natrium.

  • Minuman manis dan jus dengan tambahan gula, yang dapat menggantikan asupan makanan bergizi.

  • Makanan dengan tekstur yang berisiko menyebabkan tersedak, terutama makanan keras, bulat, atau berukuran terlalu besar untuk kemampuan makan Si Kecil.

  • Makanan mentah atau kurang matang, terutama bahan seperti telur, daging, dan ikan yang berisiko membawa mikroorganisme penyebab penyakit.

WHO juga merekomendasikan agar gula dan garam tidak ditambahkan ke MPASI serta menganjurkan menghindari makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak trans.

Moms juga tidak perlu menambahkan penyedap atau gula hanya agar makanan terasa lebih menarik. Si Kecil sedang belajar mengenali rasa alami dari berbagai bahan makanan.

Kesimpulan

MPASI merupakan makanan pendamping yang diberikan mulai sekitar usia 6 bulan untuk melengkapi kebutuhan energi dan nutrisi Si Kecil yang semakin meningkat. Pemberiannya tetap perlu disertai ASI dan dilakukan secara bertahap sesuai usia serta kemampuan makan bayi.

MPASI yang baik perlu memenuhi prinsip tepat waktu, adekuat, aman dan higienis, serta diberikan secara responsif. Komposisinya juga perlu beragam dengan mengutamakan makanan padat gizi, termasuk sumber protein hewani.

Selain jenis makanan, Moms perlu memperhatikan tekstur, frekuensi, dan porsi MPASI. Hindari memaksa Si Kecil makan dan jangan memberikan madu sebelum usia 1 tahun serta makanan atau minuman tinggi gula dan garam.

Dengan pemberian yang tepat dan suasana makan yang menyenangkan, masa MPASI dapat menjadi kesempatan bagi Si Kecil untuk belajar mengenal berbagai makanan sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisinya.

FAQ

1. MPASI mulai diberikan pada usia berapa?

MPASI umumnya mulai diberikan saat bayi berusia 6 bulan. Pada usia tersebut, kebutuhan energi dan nutrisi Si Kecil mulai meningkat sehingga ASI saja tidak lagi cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhannya.

2. Apa saja makanan yang baik untuk MPASI pertama?

Moms dapat memberikan makanan yang padat gizi dan beragam, seperti makanan pokok, protein hewani dan nabati, sayuran, buah, serta sumber lemak. Protein hewani seperti telur, ikan, ayam, dan daging dapat menjadi bagian penting dari menu MPASI.

3. Berapa kali bayi makan MPASI dalam sehari?

Pada usia 6–8 bulan, MPASI dapat diberikan 2–3 kali sehari dengan 1–2 kali makanan selingan sesuai kebutuhan. Frekuensinya kemudian meningkat menjadi 3–4 kali makan utama pada usia 9–23 bulan, dengan 1–2 kali makanan selingan sesuai kebutuhan.


Bagikan di media sosial:
Customer Care MAKUKU