Bekas ASI di pipi bayi umumnya muncul akibat kelembapan berlebih dan iritasi pada kulit sensitif, bukan karena ASI itu sendiri. Cara alami untuk menghilangkannya bisa dengan membasuh air hangat, oleskan ASI, menggunakan pelembap khusus bayi, mengoleskan minyak alami, dan menghindari pemicu iritasi.
Melihat pipi mulus si Kecil tiba-tiba berubah kemerahan, kering, atau muncul ruam setelah menyusu pasti bikin Moms cemas, ya? Tenang, Moms, kondisi yang sering disebut ruam susu ini wajar terjadi karena kulit bayi masih super sensitif.
Kabar baiknya, ada berbagai cara alami menghilangkan bekas ASI di pipi bayi yang bisa Moms lakukan dengan mudah di rumah. Yuk, cari tahu langkah aman menjaga kulit wajah si Kecil tetap bersih dan bebas iritasi!
Apakah Bekas ASI Menyebabkan Ruam Susu?
Bekas ASI di pipi bayi sebenarnya bukan penyebab utama ruam. Tetapi sisa ASI yang terus menempel pada kulit bisa membuat area wajah si Kecil menjadi lebih lembap dan memicu adanya iritasi. Apalagi kulit bayi masih sangat sensitif.
ASI yang dibiarkan menempel terlalu lama dapat bercampur dengan air liur, keringat, atau debu di kulit bayi. Selain itu, gesekan kain, bantal, atau tangan bayi yang sering menyentuh wajah juga dapat memperparah iritasi pada kulit pipi.
Ruam karena bekas ASI biasanya terlihat seperti ciri-ciri berikut:
Kemerahan ringan di pipi
Muncul bintik kecil
Membuat bayi jadi lebih sering menggosok wajahnya
Baca Juga: 4 Penyebab Jamur pada Mulut Bayi dan Cara Mengatasinya
Cara Alami Menghilangkan Bekas ASI di Pipi Bayi
Berikut adalah beberapa cara alami menghilangkan bekas ASI di pipi bayi dapat Moms lakukan di rumah dengan aman.
1. Membasuh dengan Air Hangat
Membersihkan wajah si Kecil menggunakan air hangat dapat membantu mengangkat sisa ASI dan kotoran yang menempel pada permukaan kulit. Air hangat juga membantu menjaga kelembapan alami kulit.
Moms bisa gunakan kain bersih yang lembut atau kapas bersih yang dibasahi air hangat, lalu usap perlahan ke area pipi bayi. Setelah itu, keringkan dengan cara ditepuk lembut menggunakan handuk bersih agar kulit tidak mengalami gesekan berlebihan.
2. Mengoleskan ASI
Tak hanya untuk dikonsumsi, ASI juga mengandung berbagai komponen alami yang bermanfaat untuk kesehatan kulit bayi. Beberapa di antaranya adalah imunoglobulin, lactoferrin, epdermal growth factor (EGF), dan berbagai zat antiinflamasi yang membantu mendukung proses regenerasi kulit.
Moms dapat mengoleskan ASI pada area bekas iritasi, lalu membiarkannya mengering secara alami sebelum membersihkan wajah si Kecil. Cara ini sering digunakan sebagai perawatan alami untuk membantu menenangkan kulit bayi yang mengalami iritasi ringan.
3. Menggunakan Pelembap Khusus Bayi
Kulit yang mengalami iritasi biasanya kehilangan sebagian lapisan pelindung alaminya. Oleh karena itu, penggunaan pelembap khusus bayi dapat membantu memperbaiki skin barrier sehingga kulit lebih cepat pulih.
Pilih pelembap yang bebas pewangi, alkohol, dan bahan kimia keras seperti paraben, SLS/sulfat, serta phthalates. Pilihlah pelempap dengan kandungan seperti ceramide, glycerin, dan hyaluronic acid dapat membantu menjaga kadar air kulit sehingga area bekas ASI tampak lebih sehat dan lembut.
4. Menggunakan Minyak Alami
Beberapa minyak alami dapat membantu menjaga kelembapan kulit bayi ketika digunakan dengan tepat. Contohnya minyak kelapa murni yang mengandung asam laurat dan memiliki sifat antimikroba sekaligus membantu menjaga kelembapan kulit.
Sebelum mengoleskan minyak alami, lakukan uji coba pada area kulit yang lain, seperti di kaki terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada reaksi alergi. Gunakan secara tipis dan hindari area yang sedang mengalami luka terbuka atau infeksi.
5. Hindari Faktor yang Memperparah Iritasi
Langkah penting dalam cara alami menghilangkan bekas ASI di pipi bayi adalah menghindari faktor yang dapat memperparah iritasi. Bekas kemerahan akan lebih sulit memudar jika kulit terus terpapar gesekan atau kelembapan berlebih.
Moms sebaiknya segera membersihkan sisa ASI setelah menyusui, mengganti kain lap yang kotor, serta menggunakan produk perawatan bayi yang lembut dan aman untuk kulit sensitif. Menjaga area pipi tetap bersih dan kering dapat membantu proses pemulihan berlangsung lebih optimal.
Cara Mencegah Bekas ASI di Pipi Bayi
Mencegah tentu lebih mudah dibanding mengatasi ruam yang sudah muncul. Dengan kebiasaan sederhana, Moms bisa membantu menjaga kulit wajah si Kecil tetap sehat dan lembut.
1. Segera Bersihkan Setelah Menyusu
Membersihkan wajah si Kecil setelah menyusu sangat penting untuk mencegah penumpukan sisa cairan ASI dan air liur. Kombinasi sisa susu yang kaya lemak dan protein dengan air liur yang lembap menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme merugikan, salah satunya adalah bakteri Staphylococcus aureus serta jamur Candida.
Pada kondisi normal, mikroorganisme ini sebenarnya tidak berbahaya. Namun, ketika bercampur dengan sisa ASI yang mengering dan menempel lama, mereka akan berkembang biak dengan sangat cepat dan menembus lapisan kulit bayi yang masih tipis.
2. Hindari Produk dengan Kandungan Keras
Kulit bayi yang baru lahir sebenarnya belum membutuhkan rangkaian skincare yang rumit seperti orang dewasa. Memberikan terlalu banyak produk justru berisiko memicu stres pada kulit si Kecil dan merusak lapisan pelindung alaminya yang masih rapuh.
Oleh karena itu, Moms wajib menghindari produk yang mengandung alkohol keras atau parfum menyengat yang bisa mengikis kelembapan alami wajah. Bahan-bahan agresif tersebut merupakan pemicu utama alergi kontak yang dapat membuat area bekas ASI terasa gatal, kering, dan semakin sensitif.
Baca Juga: 3 Penyebab Biang Keringat pada Anak dan Cara Mengatasinya
Kesimpulan
Cara alami menghilangkan bekas ASI di pipi bayi dapat dilakukan dengan membersihkan wajah menggunakan air hangat, mengoleskan ASI, menggunakan pelembap khusus bayi, mengaplikasikan minyak alami yang aman, serta menghindari berbagai pemicu iritasi. Selain itu, langkah pencegahan seperti segera membersihkan wajah setelah menyusu dan memilih produk yang lembut untuk kulit bayi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit si Kecil.
Selain perawatan wajah, menjaga kesehatan kulit bayi terutama di area pantat juga penting untuk mencegah iritasi. Karena itu, Moms bisa memilih popok dengan bahan lembut seperti MAKUKU Slim Luxury Silky. Popok premium ini menggunakan SAP Thin Core Technology dengan sensasi zero feel sehingga bayi tetap nyaman seperti tanpa popok.
MAKUKU Slim Luxury Silky juga sangat lembut di kulit karena terbuat dari serat sutera alami, tapi tetap memiliki daya serap tinggi yang membantu melindungi kulit bayi dari ruam dan menjaga tetap kering hingga 12 jam. Yuk Moms, berikan perlindungan terbaik untuk kulit si Kecil bersama MAKUKU Slim Luxury Silky agar bebas aktif tanpa rasa tidak nyaman.
FAQ
1. Apakah bekas ASI di pipi bayi bisa hilang sendiri?
Tidak bisa, Moms. Bekas ASI ringan bisa memudar jika kulit bayi rutin dibersihkan dan dijaga tetap kering.
2. Bolehkan memakai bedak untuk mengatasi ruam susu?
Sebaiknya hindari penggunaan bedak karena bisa menyumbat pori atau memicu iritasi yang lebih parah pada kulit sensitif bayi.
3. Kapan ruam di pipi bayi perlu diperiksakan ke dokter?
Jika ruam semakin parah, bernanah, menyebar, atau bayi tampak tidak nyaman, segera konsultasikan ke dokter.
4. Apakah air liur bayi juga bisa menyebabkan ruam?
Ya, campuran air liur dan kelembapan berlebih bisa memicu iritasi pada area pipi dan dagu bayi.
5. Apakah bayi dengan kulit sensitif lebih mudah mengalami ruam susu?
Ya, bayi dengan kulit sensitif biasanya lebih mudah mengalami kemerahan atau iritasi ringan akibat kelembapan dan gesekan.
6. Apa keunggulan popok MAKUKU untuk kulit bayi sensitif?
Popok MAKUKU dilengkapi teknologi SAP yang mampu menyerap cairan dengan cepat dan merata sehingga permukaan popok tetap kering serta membantu mengurangi risiko iritasi.
7. Apakah MAKUKU aman digunakan untuk bayi baru lahir?
Ya. MAKUKU tersedia dalam berbagai ukuran, termasuk untuk newborn, dengan material lembut yang dirancang untuk membantu menjaga kenyamanan kulit bayi sejak lahir.