Beranda | Artikel | Pregnancy | Moms, Ini 15 Cara agar ASI Cepat Keluar

Moms, Ini 15 Cara agar ASI Cepat Keluar

Pregnancy
31/08/2026
Penulis: Amanda Dwi Azaria
Reviewer: Chief Editor
Moms, Ini 15 Cara agar ASI Cepat Keluar

Cara agar ASI cepat keluar dapat dilakukan dengan menyusui secara langsung dan lebih sering, memastikan pelekatan si Kecil dengan benar, melakukan skin-to-skin, pijat payudara, serta menjaga tubuh tetap rileks dan terhidrasi. 

Setelah melahirkan, Moms mungkin bertanya-tanya tentang cara agar ASI cepat keluar. Sebenarnya, kondisi ini cukup umum karena pada 2 hingga 5 hari hari pertama setelah melahirkan payudara memproduksi kolostrum dalam jumlah yang masih sedikit.

ASI dalam jumlah lebih banyak biasanya mulai meningkat sekitar hari ke-4 setelah melahirkan. Jadi, ASI yang belum deras pada hari pertama bukan berarti tubuh Moms tidak mampu memproduksi ASI.

Penyebab ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan

ASI yang belum banyak keluar setelah persalinan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut beberapa penyebab yang umum terjadi:

  • Perubahan hormon: Setelah melahirkan, kadar estrogen dan progesteron menurun sehingga hormon prolaktin dapat mulai merangsang produksi ASI.

  • Payudara kurang sering dikosongkan: Stimulasi melalui menyusui atau memerah ASI secara teratur membantu memberikan sinyal pada tubuh untuk terus memproduksi ASI.

  • Pelekatan kurang tepat: Pelekatan yang kurang baik dapat membuat bayi sulit mengisap dan pengeluaran ASI menjadi kurang efektif.

  • Bayi kesulitan mengisap: Kondisi tertentu pada bayi dapat membuat proses menyusu kurang optimal sehingga payudara tidak mendapat stimulasi yang cukup.

Baca Juga: Cara Menyimpan ASI di Kulkas dan Cara Menyajikannya

Cara agar ASI Cepat Keluar

Berikut beberapa cara agar ASI cepat keluar yang dapat membantu proses menyusui dan menjaga produksi ASI tetap optimal.

1. Menyusui secara Langsung

Susui si Kecil secara langsung setiap 2–3 jam atau sesuai tanda laparnya karena isapan bayi memberikan stimulasi pada payudara. Stimulasi tersebut membantu tubuh mempertahankan produksi ASI melalui mekanisme supply and demand, di mana semakin sering payudara dikosongkan, semakin banyak pula ASI yang akan diproduksi.

2. Pastikan Pelekatan Benar

Pastikan mulut si Kecil terbuka lebar dan memasukkan sebagian besar areola, bukan hanya puting. Pelekatan yang baik membuat pengeluaran ASI lebih efektif sekaligus membantu mengurangi rasa sakit pada puting.

3. Pijat Payudara dengan Lembut

Pijat payudara secara perlahan sebelum atau saat memerah ASI dengan gerakan melingkar menggunakan ujung jari dari bagian luar payudara menuju area sekitar puting. Lakukan dengan lembut selama beberapa menit dan hindari menekan atau memijat terlalu kuat agar tidak menimbulkan nyeri.

4. Skin-to-Skin dengan si Kecil

Letakkan si Kecil hanya dengan popok di dada Moms yang terbuka, kemudian tutupi keduanya dengan kain atau selimut. Kontak kulit langsung membantu menenangkan bayi dan mendukung proses inisiasi serta keberlangsungan menyusui.

5. Rilekskan Badan & Pikiran

Rasa tegang dapat membuat proses let-down atau refleks pengeluaran ASI terasa lebih sulit. Cobalah duduk nyaman, atur napas perlahan, dan pilih tempat menyusui yang tenang agar tubuh lebih rileks.

6. Perbanyak Frekuensi Menyusui

Pada minggu-minggu pertama, bayi umumnya menyusu sekitar 8–12 kali dalam 24 jam. Frekuensi tersebut membantu memberikan rangsangan rutin pada payudara untuk mempertahankan produksi ASI.

7. Hindari Penggunaan Dot

Jika memungkinkan, utamakan pemberian ASI secara langsung dari payudara, terutama saat proses menyusui masih dalam tahap membangun pola yang nyaman untuk Moms dan si Kecil. Isapan bayi secara langsung membantu memberikan stimulasi pada payudara sehingga produksi ASI dapat terus dirangsang, sementara penggunaan dot tetap dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing bayi.

8. Pijat Oksitosin

Pijat oksitosin merupakan teknik pemijatan di sepanjang tulang belakang dari leher hingga tulang belikat yang dapat membantu Moms merasa lebih rileks selama menyusui. Hormon oksitosin berperan dalam pengeluaran ASI, tetapi pijat oksitosin bukan cara instan untuk meningkatkan produksi ASI.

9. Konsumsi Makanan Kaya Nutrisi

Konsumsi makanan kaya nutrisi dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi yang diperlukan tubuh selama menyusui, sehingga produksi ASI dapat berlangsung optimal. Pilih makanan seperti telur, ikan, ayam, daging, sayuran hijau, buah-buahan, nasi atau sumber karbohidrat lain, serta lemak sehat seperti alpukat dan kacang-kacangan.

10. Banyak Minum Air Putih

Minumlah sesuai rasa haus dan pastikan tubuh tetap terhidrasi selama menyusui. Ibu menyusui umumnya membutuhkan sekitar 2,7 liter cairan per hari dari seluruh sumber, termasuk air putih dan cairan dari makanan. Meski begitu, jumlahnya dapat disesuaikan dengan rasa haus, aktivitas, dan kondisi tubuh.

11. Mandi Air Hangat Sebelum Menyusui

Mandi atau kompres hangat sebelum menyusui dapat membantu Moms merasa lebih rileks dan nyaman. Kondisi rileks dapat mendukung pelepasan hormon oksitosin yang berperan dalam refleks pengeluaran ASI (let-down reflex), sehingga ASI lebih mudah keluar, terutama saat menyusui atau memerah. 

12. Power Pumping

Power pumping dapat dilakukan 1 kali sehari selama sekitar 3–7 hari untuk memberikan stimulasi tambahan pada payudara. Polanya dapat berupa pompa 20 menit, istirahat 10 menit, pompa 10 menit, istirahat 10 menit, lalu pompa lagi 10 menit dalam satu sesi sekitar 1 jam.

13. Yoga atau Meditasi

Yoga ringan atau meditasi dapat membantu Moms mengelola ketegangan dan menciptakan suasana lebih tenang sebelum menyusui. Manfaat utamanya adalah membantu relaksasi, bukan meningkatkan produksi ASI secara langsung.

14. Istirahat yang Cukup

Merawat bayi baru lahir membuat waktu istirahat Moms sering terpotong, padahal ibu menyusui umumnya membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur dalam 24 jam, termasuk tidur malam dan tidur singkat di siang hari. Usahakan tidur atau beristirahat saat si Kecil tidur dan minta bantuan orang terdekat untuk pekerjaan rumah agar waktu istirahat lebih tercukupi.

15. Menyusui dari Kedua Payudara

Menyusui dari kedua payudara dalam satu sesi dapat membantu memberikan stimulasi yang cukup pada kedua payudara dan mendukung produksi ASI. Berikan kesempatan si Kecil menyusu pada payudara pertama sampai selesai atau hingga ia melepas sendiri, lalu tawarkan payudara berikutnya jika masih menunjukkan tanda lapar.

Baca Juga: 5 Cara Alami Menghilangkan Bekas ASI di Pipi Bayi! Moms Wajib Tahu

Kesimpulan

Mengetahui cara agar ASI cepat keluar dapat membantu Moms lebih percaya diri menjalani masa awal menyusui. Fokuslah pada hal yang paling berpengaruh, seperti menyusui langsung dan sering, memastikan pelekatan tepat, melakukan skin-to-skin, serta menjaga kondisi tubuh tetap nyaman dan terhidrasi.

Jika si Kecil sulit melekat, jarang menyusu, tidak terdengar menelan, atau jumlah popok basah tidak sesuai usia, jangan ragu meminta bantuan dokter, bidan, atau konsultan laktasi.

Selain memastikan kebutuhan ASI terpenuhi, kenyamanan si Kecil juga perlu diperhatikan dalam aktivitas sehari-hari. Untuk memberikan rasa nyaman pada kulitnya, Moms dapat memilihMAKUKU Slim Luxury Silky yang memiliki SAP Thin Core Technology setipis 1,6 mm, Natural Fine Silk, serta daya serap tinggi hingga 12 jam.

FAQ

1. Apakah ASI harus langsung keluar banyak setelah melahirkan?

Tidak. Pada 2 hingga 5 hari pertama setelah melahirkan, tubuh menghasilkan kolostrum dalam jumlah kecil, kemudian produksi ASI biasanya meningkat sekitar hari ke-4 setelah persalinan.

2. Bagaimana mengetahui si Kecil cukup mendapatkan ASI?

Perhatikan apakah si Kecil menyusu sekitar 8–12 kali sehari, terdengar menelan, tampak puas setelah menyusu, dan memiliki jumlah popok basah yang sesuai usianya. Berat badan juga perlu dipantau secara berkala.

3. Apakah ASI yang keluar sedikit berarti ASI tidak bagus?

Belum tentu, Moms. Tubuh memang menghasilkan kolostrum dalam jumlah sedikit selama 2–5 hari pertama setelah melahirkan, tetapi kolostrum tetap kaya akan zat gizi dan faktor perlindungan untuk si Kecil. Kolostrum yang normal dapat berwarna kekuningan dan bertekstur lebih kental, sedangkan jika ASI disertai darah dalam jumlah banyak, nanah, atau perubahan yang tidak biasa, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.


Bagikan di media sosial:
After article
Customer Care MAKUKU