Beranda | Artikel | Infant | Umur Berapa Bayi Bisa Merangkak? Ini Tanda & Cara Stimulasinya

Umur Berapa Bayi Bisa Merangkak? Ini Tanda & Cara Stimulasinya

Infant
21/05/2026
Penulis: Makuku
Reviewer: Chief Editor
Umur Berapa Bayi Bisa Merangkak? Ini Tanda & Cara Stimulasinya

Bayi biasanya mulai merangkak pada usia 6–10 bulan dan dapat distimulasi melalui tummy time serta ruang gerak yang aman agar lebih percaya diri bergerak. Untuk mendukung aktivitas ini, MAKUKU Comfort Fit membantu menjaga Si Kecil tetap nyaman dengan desain tipis dan daya serap tinggi sehingga bebas bergerak tanpa rasa lembap.

Melihat Si Kecil mulai bergerak aktif tentu menjadi momen yang membahagiakan bagi Moms. Salah satu tahap perkembangan yang sering ditunggu adalah saat bayi mulai merangkak. Pada fase ini, Si Kecil mulai belajar menjelajahi lingkungan sekitar dengan lebih mandiri.

Namun, banyak orang tua bertanya-tanya, umur berapa bayi bisa merangkak? Apakah semua bayi akan merangkak pada waktu yang sama? Faktanya, setiap bayi memiliki perkembangan yang berbeda. Oleh karena itu, penting bagi Moms untuk memahami tahapan perkembangan, tanda kesiapan, hingga cara menstimulasi bayi agar lebih siap merangkak.

Umur Berapa Bayi Bisa Merangkak?

Bayi umumnya mulai merangkak pada usia 6 hingga 10 bulan. Namun, rentang waktu ini bisa berbeda pada setiap anak. Ada bayi yang sudah mulai merangkak di usia 6 bulan, sementara yang lain baru melakukannya mendekati usia 9 atau 10 bulan.

Menurut ringkasan milestone perkembangan anak dari The Warren Center, kemampuan bergerak seperti duduk, merangkak, hingga berdiri biasanya berkembang secara bertahap pada rentang usia 6 hingga 9 bulan. Meskipun, setiap bayi bisa memiliki waktu perkembangan yang berbeda.

Jika Si Kecil belum merangkak di usia tertentu, Moms tidak perlu langsung khawatir. Beberapa bayi bahkan melewati fase merangkak dan langsung belajar berdiri atau berjalan.

Tahap Perkembangan Sebelum Bayi Merangkak

Sebelum Si Kecil benar-benar bisa merangkak, ada beberapa tahapan perkembangan yang biasanya terjadi terlebih dahulu. Tahapan ini membantu memperkuat otot dan koordinasi tubuh bayi.

1. Mengangkat Kepala

Pada usia sekitar 2-3 bulan, bayi mulai belajar mengangkat kepala saat tengkurap. Gerakan ini membantu memperkuat otot leher dan bahu yang nantinya penting untuk merangkak.

2. Berguling

Sekitar usia 4-6 bulan, banyak bayi mulai bisa berguling dari posisi telentang ke tengkurap atau sebaliknya. Aktivitas ini membantu meningkatkan koordinasi tubuh dan kekuatan otot inti.

3. Duduk Tanpa Bantuan

Di usia sekitar 6 bulan, sebagian bayi mulai mampu duduk tanpa bantuan. Kemampuan ini menunjukkan bahwa otot punggung dan perut bayi sudah semakin kuat.

4. Mengangkat Badan dengan Tangan

Sebelum merangkak, bayi biasanya mulai mengangkat tubuh dengan kedua tangan saat tengkurap. Gerakan ini melatih kekuatan lengan dan bahu yang sangat penting untuk proses merangkak.

Tanda Bayi Akan Merangkak

Saat Si Kecil mulai menunjukkan beberapa tanda berikut, biasanya ia sudah semakin dekat dengan fase merangkak.

1. Sering Tengkurap dan Bergerak

Bayi yang siap merangkak biasanya lebih sering berada dalam posisi tengkurap. Ia mungkin mulai mencoba mendorong tubuhnya dengan tangan dan kaki.

2. Mengayunkan Tubuh

Beberapa bayi terlihat seperti mengayunkan tubuh maju mundur saat posisi merangkak. Ini sebenarnya merupakan latihan untuk menemukan keseimbangan sebelum benar-benar bergerak maju.

3. Menarik Tubuh ke Depan

Ada juga bayi yang mulai mencoba menyeret tubuhnya ke depan menggunakan tangan. Ini sering disebut sebagai commando crawling atau merangkak dengan perut menempel di lantai.

4. Tertarik Meraih Benda

Ketika bayi mulai tertarik meraih mainan yang agak jauh, ia akan mencoba bergerak mendekatinya. Rasa ingin tahu ini sering menjadi motivasi utama bagi bayi untuk mulai merangkak.

Gaya Merangkak Bayi

Menariknya, tidak semua bayi merangkak dengan cara yang sama. Beberapa gaya merangkak berikut cukup umum terjadi.

1. Merangkak Klasik

Ini adalah gaya merangkak yang paling sering terlihat, yaitu dengan posisi tangan dan lutut menopang tubuh, lalu bergerak maju secara bergantian.

2. Commando Crawling

Pada gaya ini, bayi bergerak dengan perut tetap menyentuh lantai sambil menarik tubuh menggunakan lengan.

3. Merangkak Mundur

Sebagian bayi justru bergerak mundur terlebih dahulu sebelum akhirnya bisa merangkak ke depan. Hal ini biasanya terjadi karena koordinasi otot yang masih berkembang.

4. Merangkak dengan Satu Lutut

Ada juga bayi yang merangkak dengan satu lutut dan satu kaki lurus. Meski terlihat berbeda, gaya ini tetap termasuk variasi yang normal.

Cara Stimulasi Agar Bayi Cepat Merangkak

Moms dapat membantu perkembangan motorik Si Kecil dengan memberikan stimulasi yang tepat. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan di rumah.

1. Rutin Melakukan Tummy Time

Tummy time atau waktu tengkurap sangat penting untuk memperkuat otot leher, bahu, dan lengan bayi. Moms bisa mulai melakukannya sejak bayi masih kecil dengan durasi yang bertahap. 

2. Letakkan Mainan Sedikit Jauh

Coba letakkan mainan favorit Si Kecil sedikit di luar jangkauannya. Cara ini dapat mendorong bayi untuk bergerak dan mencoba meraih benda tersebut.

3. Beri Ruang Gerak yang Aman

Pastikan bayi memiliki ruang yang cukup untuk bergerak bebas di lantai. Permukaan yang datar dan aman akan membantu bayi berlatih merangkak dengan nyaman.

4. Ajak Bayi Bermain di Lantai

Bermain bersama di lantai juga dapat membantu merangsang bayi untuk bergerak. Moms bisa memanggil atau mengajak Si Kecil mendekat sehingga ia tertarik untuk merangkak.

Penyebab Bayi Terlambat Merangkak

Tidak semua bayi merangkak pada waktu yang sama. Beberapa faktor berikut dapat memengaruhi keterlambatan merangkak.

1. Kurang Waktu Tengkurap

Jika bayi jarang melakukan tummy time, otot leher, bahu, dan lengan mungkin belum cukup kuat untuk mendukung gerakan merangkak.

2. Sifat dan Kebiasaan Bayi

Ada bayi yang cenderung lebih santai dan tidak terlalu tertarik untuk bergerak. Hal ini juga dapat memengaruhi kapan ia mulai merangkak.

3. Berat Badan Bayi

Bayi dengan berat badan lebih besar terkadang membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk mengembangkan kekuatan otot yang dibutuhkan.

4. Faktor Perkembangan

Jika bayi belum merangkak setelah usia 12 bulan atau menunjukkan keterlambatan perkembangan lainnya, sebaiknya Moms berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

Secara umum, bayi mulai merangkak pada usia 6–10 bulan, meskipun setiap anak memiliki waktu perkembangan yang berbeda. Dengan stimulasi seperti tummy time dan ruang gerak yang aman, Moms dapat membantu mengoptimalkan kemampuan motorik Si Kecil.

Saat Si Kecil mulai aktif bergerak, penting untuk memastikan ia tetap nyaman sepanjang hari agar bebas belajar merangkak dan berjalan. Popok MAKUKU Comfort Fit dengan desain yang pas di tubuh, memberikan kebebasan bergerak bagi Si Kecil tanpa khawatir bergeser. Teknologi SAP Thin Core memastikan daya serap tinggi untuk menjaga kulit bayi tetap kering lebih lama. Si Kecil pun bisa lebih ceria, bergerak leluasa, dan tetap nyaman sepanjang hari.


Bagikan di media sosial:
Customer Care MAKUKU