Beranda | Artikel | Infant | Bayi Usia 8 Bulan Belum Merangkak: Wajar, Ini Panduannya

Bayi Usia 8 Bulan Belum Merangkak: Wajar, Ini Panduannya

Infant
21/04/2026
Penulis: Makuku
Reviewer: Chief Editor
Bayi Usia 8 Bulan Belum Merangkak: Wajar, Ini Panduannya

Bayi 8 bulan belum bisa merangkak masih tergolong normal karena perkembangan motorik setiap bayi berbeda. Stimulasi yang tepat dapat membantu Si Kecil lebih aktif bergerak. Popok MAKUKU Comfort Fit mendukung bayi yang sedang aktif belajar merangkak karena pas di tubuh Si Kecil.

Perkembangan motorik bayi sering kali membuat Moms penasaran. Salah satu hal yang sering ditunggu adalah momen ketika Si Kecil mulai merangkak. Namun, bagaimana jika bayi yang sudah berusia 8 bulan belum bisa merangkak? Apakah hal ini normal?

Tenang, Moms. Setiap bayi memiliki ritme perkembangan yang berbeda. Ada bayi yang mulai merangkak di usia 6 bulan, tetapi ada juga yang baru melakukannya di usia 9-10 bulan. Bahkan, beberapa bayi bisa aja melewati fase merangkak dan langsung belajar berdiri atau berjalan.

Agar Moms lebih memahami perkembangan ini, yuk simak penjelasan lengkap mengenai penyebab, tanda kesiapan merangkak, hingga stimulasi yang bisa membantu Si Kecil.

Bayi 8 Bulan Belum Bisa Merangkak, Apakah Normal?

Pada umumnya, bayi mulai belajar merangkak di usia 6-10 bulan. Artinya, jika bayi 8 bulan belum bisa merangkak, kondisi ini masih termasuk normal selama perkembangan motorik lainnya berjalan baik. Pada fase ini, bayi sebenarnya masih berada dalam proses menguatkan otot tubuh, terutama otot leher, punggung, tangan, dan kaki. Semua otot tersebut diperlukan untuk menopang tubuh saat merangkak.

Selain itu, beberapa bayi membutuhkan waktu lebih lama karena mereka masih fokus pada keterampilan lain, seperti duduk tanpa bantuan, berguling, atau mencoba berdiri. Jadi, Moms tidak perlu langsung khawatir jika Si Kecil belum menunjukkan tanda merangkak. 

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), perkembangan bayi diukur melalui milestone, yaitu keterampilan yang umumnya dapat dilakukan oleh sebagian besar anak pada usia tertentu. Karena setiap bayi berkembang dengan ritme yang berbeda, ada yang mulai merangkak lebih awal, tetapi ada juga yang baru menunjukkannya mendekati usia 9–10 bulan.

Tahap Sebelum Merangkak

Sebelum benar-benar bisa merangkak, bayi biasanya melewati beberapa tahap perkembangan motorik. Tahapan ini membantu tubuh bayi mempersiapkan kekuatan dan koordinasi yang dibutuhkan.

1. Mengangkat Kepala dengan Stabil

Pada tahap awal, bayi mulai mampu mengangkat dan menahan kepala saat tengkurap. Kemampuan ini penting karena membantu memperkuat otot leher dan bahu. Biasanya kemampuan ini mulai terlihat sejak usia 3–4 bulan dan akan semakin kuat seiring waktu.

2. Berguling

Sekitar usia 4–6 bulan, bayi biasanya mulai belajar berguling dari telentang ke tengkurap atau sebaliknya. Gerakan ini melatih koordinasi tubuh dan kekuatan otot inti. Jika Si Kecil sudah sering berguling, itu menjadi tanda bahwa tubuhnya sedang mempersiapkan diri untuk tahap berikutnya.

3. Duduk Tanpa Bantuan

Banyak bayi mulai bisa duduk sendiri tanpa disangga di usia sekitar 6–8 bulan. Posisi duduk membantu bayi melatih keseimbangan dan mengontrol tubuhnya. Ketika kemampuan duduk sudah stabil, bayi biasanya mulai mencoba mencondongkan tubuh ke depan dan menopang dengan tangan, yang menjadi awal gerakan merangkak.

4. Mengangkat Tubuh dengan Tangan dan Lutut

Tahap ini sering disebut sebagai posisi merangkak awal. Bayi mulai menopang tubuh dengan kedua tangan dan lutut, lalu terkadang menggoyangkan tubuh ke depan dan belakang. Gerakan ini sebenarnya adalah latihan sebelum bayi benar-benar merangkak.

Penyebab Bayi 8 Bulan Belum Merangkak

Ada beberapa alasan mengapa bayi usia 8 bulan belum menunjukkan tanda merangkak. Sebagian besar penyebabnya normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

1. Perkembangan Setiap Bayi Berbeda

Setiap bayi memiliki timeline perkembangan yang unik. Ada bayi yang cepat dalam kemampuan motorik, sementara yang lain membutuhkan waktu lebih lama. Perbedaan ini bisa dipengaruhi oleh faktor genetik, kebiasaan aktivitas, hingga stimulasi yang diberikan.

2. Otot Tubuh Masih Menguat

Merangkak membutuhkan koordinasi banyak otot sekaligus. Jika otot tangan, punggung, atau kaki masih dalam tahap penguatan, bayi mungkin membutuhkan waktu tambahan sebelum siap merangkak. Hal ini sangat umum terjadi pada bayi yang sedang fokus belajar duduk atau berdiri.

3. Kurangnya Waktu Tummy Time

Tummy time atau waktu tengkurap sangat penting untuk memperkuat otot tubuh bagian atas. Jika bayi jarang melakukan tummy time, otot yang diperlukan untuk merangkak mungkin belum cukup kuat. Karena itu, stimulasi ini sebaiknya dilakukan secara rutin sejak bayi masih kecil.

4. Bayi Memiliki Gaya Gerak Berbeda

Tidak semua bayi merangkak dengan cara klasik. Ada bayi yang merayap, bergeser dengan duduk (scooting), atau bahkan langsung berdiri dan berjalan tanpa melalui fase merangkak. Selama bayi tetap aktif bergerak dan menunjukkan perkembangan lain, variasi ini masih dianggap normal.

Stimulasi Agar Bayi Cepat Merangkak (Aman dan Praktis)

Jika Moms ingin membantu Si Kecil belajar merangkak, ada beberapa stimulasi sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Stimulasi ini bertujuan untuk melatih kekuatan otot dan koordinasi tubuh bayi.

1. Rutin Melakukan Tummy Time

Tummy time adalah salah satu latihan terbaik untuk membantu bayi merangkak. Saat tengkurap, bayi belajar mengangkat kepala, menopang tubuh dengan tangan, dan menggerakkan kaki. Moms bisa melakukan tummy time beberapa kali sehari selama beberapa menit dengan pengawasan.

2. Letakkan Mainan Sedikit Jauh

Cobalah meletakkan mainan favorit Si Kecil sedikit di luar jangkauannya. Cara ini bisa memancing bayi untuk bergerak maju. Pastikan jaraknya tidak terlalu jauh agar bayi tetap merasa tertarik untuk mencapainya.

3. Bantu Posisi Merangkak

Moms juga bisa membantu bayi berada dalam posisi merangkak dengan menopang tubuhnya menggunakan tangan dan lutut. Biarkan bayi mencoba menyeimbangkan tubuhnya. Lama-kelamaan, ia akan belajar menggerakkan tangan dan kaki secara bergantian.

4. Berikan Ruang Gerak yang Aman

Bayi membutuhkan ruang untuk bergerak bebas. Hindari terlalu sering menaruh bayi di stroller, bouncer, atau baby walker. Sebaliknya, sediakan area lantai yang aman dan bersih agar Si Kecil bisa bereksplorasi.

Tanda Bayi Sudah Siap Merangkak

Ada beberapa tanda yang biasanya muncul ketika bayi mulai siap merangkak. Moms bisa memperhatikan beberapa perubahan berikut pada Si Kecil.

1. Sering Mengangkat Tubuh Saat Tengkurap

Jika bayi sering mengangkat dada dengan kedua tangan saat tengkurap, itu berarti otot bahu dan lengan mulai kuat. Ini merupakan salah satu fondasi penting untuk merangkak.

2. Mengayun Tubuh ke Depan dan Belakang

Bayi yang siap merangkak biasanya mulai bergoyang dalam posisi tangan dan lutut. Gerakan ini membantu bayi melatih keseimbangan. Walaupun terlihat seperti bermain, sebenarnya bayi sedang berlatih koordinasi tubuh.

3. Mulai Bergerak Mundur atau Berputar

Beberapa bayi justru bergerak mundur terlebih dahulu sebelum merangkak maju. Hal ini terjadi karena koordinasi tubuh mereka masih dalam tahap belajar. Moms tidak perlu khawatir karena ini adalah proses yang normal.

Kapan Harus Dibawa ke Dokter?

Walaupun sebagian besar kasus bayi 8 bulan belum merangkak masih normal, ada beberapa kondisi yang sebaiknya diperhatikan.

1. Tidak Menunjukkan Minat Bergerak

Jika bayi terlihat pasif dan jarang bergerak, Moms sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak. Aktivitas gerak adalah bagian penting dari perkembangan motorik.

2. Otot Terlihat Sangat Kaku atau Sangat Lemah

Perhatikan juga apakah tubuh bayi terasa terlalu kaku atau terlalu lemas saat digerakkan. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan perkembangan. Pemeriksaan dokter dapat membantu memastikan penyebabnya.

3. Tidak Mencapai Tahap Motorik Lain

Jika bayi belum bisa duduk tanpa bantuan, berguling, atau menopang tubuh, konsultasi dengan dokter bisa membantu memastikan perkembangan Si Kecil berjalan dengan baik. Deteksi dini penting agar bayi mendapatkan stimulasi atau penanganan yang tepat.

Melihat bayi 8 bulan belum bisa merangkak memang bisa membuat Moms khawatir, namun kondisi ini masih tergolong normal karena setiap bayi memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda. Selama Si Kecil tetap aktif bergerak dan menunjukkan kemajuan motorik lain, Moms tidak perlu terlalu cemas. Untuk membantu perkembangannya, Moms bisa memberikan stimulasi sederhana seperti tummy time, ruang gerak yang aman, serta mengajak bayi bermain aktif.

Saat Si Kecil mulai aktif bergerak, termasuk belajar merangkak, kenyamanan juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. MAKUKU Comfort Fit, popok dengan desain Comfort Fit yang pas di tubuh, memberikan kebebasan bergerak tanpa khawatir bergeser. Dengan teknologi SAP Thin Core, memastikan daya serap tinggi, menjaga kulit bayi tetap kering lebih lama, untuk Si Kecil bisa bergerak leluasa dan tetap kering lebih lama.

FAQ

1. Apakah bayi yang tidak merangkak akan terlambat berjalan?

Tidak selalu. Beberapa bayi melewati fase merangkak dan langsung belajar berdiri atau berjalan tanpa mengalami keterlambatan perkembangan.

2. Apakah penggunaan baby walker bisa membantu bayi merangkak?

Baby walker justru tidak direkomendasikan karena dapat menghambat perkembangan otot dan koordinasi yang dibutuhkan untuk merangkak.

3. Apakah berat badan bayi memengaruhi kemampuan merangkak?

Dalam beberapa kasus, bayi dengan berat badan lebih mungkin membutuhkan waktu lebih lama karena ototnya harus menopang tubuh yang lebih berat.

4. Berapa lama biasanya bayi belajar merangkak setelah menunjukkan tanda kesiapan?

Setelah menunjukkan tanda kesiapan, bayi biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu hingga benar-benar bisa merangkak dengan lancar.

5. Apakah lantai yang terlalu licin bisa membuat bayi sulit merangkak?

Ya. Permukaan lantai yang terlalu licin dapat membuat bayi sulit mendapatkan pijakan yang stabil saat mencoba merangkak.

6. Apakah popok MAKUKU mudah dipakaikan pada bayi?

Desain popok MAKUKU dibuat praktis sehingga mudah dipakaikan dan dilepas saat mengganti popok.

7. Apakah MAKUKU memiliki beberapa jenis popok?

Ya. MAKUKU memiliki beberapa varian popok dengan fitur yang berbeda untuk menyesuaikan kebutuhan bayi.


Referensi:

  • https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/Pages/Movement-8-to-12-Months.aspx

  • https://www.cdc.gov/act-early/digital-online-checklist/9-months.html

  • https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/Pages/Safety-for-Your-Child-6-to-12-Months.aspx

Bagikan di media sosial:
Customer Care MAKUKU