Bayi berkeringat saat menyusu umumnya merupakan kondisi normal, terutama ketika si Kecil merasa hangat, melakukan aktivitas menyusu, atau berada dalam posisi skin-to-skin dengan Moms.
Melihat si Kecil berkeringat saat sedang menyusu merupakan hal yang cukup umum terjadi. Kondisi ini dapat disebabkan oleh tubuh si Kecil yang menghasilkan panas selama menyusu atau suhu lingkungan yang terlalu hangat.
Meski begitu, Moms tetap perlu memperhatikan kondisi si Kecil secara keseluruhan. Keringat yang muncul sesekali tanpa gejala lain biasanya tidak perlu dikhawatirkan, sedangkan keringat berlebihan yang disertai gangguan saat menyusu perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Apakah Normal Bayi Berkeringat Saat Menyusu?
Ya, bayi berkeringat saat menyusu dapat menjadi kondisi yang normal. Menyusu membutuhkan koordinasi antara mengisap, menelan, dan bernapas sehingga termasuk aktivitas yang membutuhkan energi bagi si Kecil.
Selain itu, kepala dan tubuh si Kecil biasanya berada dekat dengan tubuh Moms selama menyusu. Kontak tersebut dapat membuat area kepala, leher, atau punggung bayi terasa lebih hangat sehingga keringat lebih mudah muncul.
Akan tetapi, jika si Kecil banyak berkeringat setiap kali menyusu dan tampak cepat lelah, bernapas cepat, berhenti sebelum kenyang, atau sulit mengalami kenaikan berat badan, Moms sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu diwaspadai.
Baca Juga: 5 Cara Alami Menghilangkan Bekas ASI di Pipi Bayi! Moms Wajib Tahu
Penyebab Bayi Berkeringat Saat Menyusu
Ada beberapa kondisi yang dapat membuat bayi berkeringat saat menyusu, mulai dari aktivitas menyusu hingga lingkungan yang terlalu hangat.
1. Menyusu adalah Aktivitas Fisik bagi Bayi
Menyusu membutuhkan kerja beberapa kelompok otot sekaligus, terutama otot di sekitar mulut, rahang, dan lidah. Si Kecil juga perlu mengatur ritme mengisap, menelan, dan bernapas secara berulang selama menyusu.
Aktivitas tersebut menggunakan energi dan menghasilkan panas tubuh. Karena itu, sedikit keringat pada kepala atau wajah selama menyusu dapat terjadi dan tidak selalu menunjukkan adanya masalah kesehatan.
2. Detak Jantung Bayi Meningkat
Saat menyusu, tubuh si Kecil bekerja lebih aktif dibandingkan ketika sedang beristirahat sehingga detak jantung dapat meningkat. Hal ini normal selama peningkatannya tidak disertai tanda seperti jantung berdebar sangat cepat, napas terengah-engah, atau si Kecil perlu sering berhenti menyusu untuk mengambil napas.
Jika detak jantung yang cepat disertai keringat berlebihan, napas cepat, atau si Kecil mudah lelah saat menyusu, sebaiknya Moms berkonsultasi dengan dokter.
3. Skin-to-Skin dengan Moms
Kontak kulit langsung antara Moms dan si Kecil dapat membuat suhu tubuh keduanya saling memengaruhi. Panas dari tubuh Moms berpindah ke tubuh si Kecil melalui kontak kulit, terutama jika si Kecil menempel cukup lama.
Karena itu, area kepala, leher, dan punggung bayi dapat terasa lebih hangat, terutama jika skin-to-skin dilakukan dalam waktu lama atau di ruangan yang tidak terlalu dingin. Pastikan si Kecil tidak sampai kepanasan dan perhatikan tanda seperti tubuh terasa sangat panas atau berkeringat berlebihan.
4. Suhu Ruangan Terlalu Panas
Suhu ruangan yang terlalu hangat dapat membuat bayi lebih sulit melepaskan panas, terutama jika suhu mencapai lebih dari 24°C. Saat menyusu, tubuh si Kecil juga menghasilkan panas karena aktif mengisap dan berada dekat dengan tubuh Moms, sehingga ia bisa lebih mudah berkeringat.
Moms dapat memeriksa dada atau punggung si Kecil untuk mengetahui apakah tubuhnya terasa terlalu panas. Jika bayi berkeringat atau bagian dadanya terasa panas, coba pindahkan ke ruangan yang lebih sejuk dan pastikan pakaiannya tidak terlalu tebal.
5. Si Kecil Menggunakan Pakaian Terlalu Tebal
Pakaian yang terlalu tebal dapat membuat panas tubuh terperangkap di sekitar kulit si Kecil, terutama saat menyusu. Pakaian berbahan fleece, wol, atau kain berlapis dapat membuat tubuh lebih hangat dan menghambat sirkulasi udara, sehingga bayi lebih mudah berkeringat.
Sebagai panduan umum, bayi biasanya tidak membutuhkan lebih dari satu lapisan pakaian tambahan dibandingkan orang dewasa dalam lingkungan yang sama. Pilih pakaian yang ringan, nyaman, dan menyerap keringat, serta hindari penggunaan selimut atau lapisan pakaian berlebihan saat si Kecil sedang menyusu.
6. Kondisi Medis Tertentu
Dalam beberapa kasus, bayi berkeringat saat menyusu secara berlebihan dapat menjadi salah satu tanda kondisi medis tertentu. Salah satunya adalah penyakit jantung bawaan yang dapat membuat bayi lebih cepat lelah karena tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk bernapas dan menyusu.
Moms perlu lebih waspada jika keringat muncul bersama napas cepat, kesulitan bernapas, sulit menyusu, mudah lelah, bibir atau kulit tampak kebiruan, atau berat badan sulit bertambah. Jika gejala tersebut muncul, segera konsultasikan kondisi si Kecil kepada dokter.
Cara Mengatasi Bayi Berkeringat Saat Menyusu
Jika keringat muncul karena si Kecil merasa terlalu hangat, beberapa langkah sederhana dapat membantu membuatnya lebih nyaman. Fokus utamanya adalah menjaga suhu tubuh bayi tetap nyaman tanpa membuatnya terlalu dingin.
1. Pastikan Bayi Menggunakan Pakaian yang Longgar & Menyerap Keringat
Pilih pakaian berbahan katun yang ringan, lembut, dan menyerap keringat, seperti bodysuit, baju lengan pendek, atau piyama. Hindari pakaian yang terlalu ketat atau terlalu banyak lapisan karena dapat membuat panas tubuh terperangkap.
Moms dapat memilih pakaian si Kecil yang sesuai dengan suhu ruangan agar tubuhnya tidak terlalu panas. Jika cuaca terasa hangat, cukup pakaikan baju yang ringan dan menyerap keringat tanpa menambahkan terlalu banyak lapisan pakaian.
2. Perhatikan Suhu Ruangan
Pastikan ruangan tempat Moms menyusui memiliki sirkulasi udara yang baik dengan suhu sekitar 22–24°C agar si Kecil tetap nyaman. Jika si Kecil berkeringat, periksa bagian dada atau punggungnya untuk memastikan tubuhnya tidak terasa terlalu panas.
Moms tidak perlu membuat ruangan terlalu dingin saat menyusui. Suhu 22–24°C umumnya sudah cukup nyaman, terutama jika bayi mengenakan pakaian yang ringan dan tidak berlapis-lapis.
3. Hindari Memeluk Bayi Terlalu Erat & Lama
Saat menyusui, tubuh si Kecil memang berada dekat dengan Moms. Namun, pelukan yang terlalu erat dan berlangsung lama dapat membuat panas tubuh terperangkap di antara tubuh Moms dan bayi.
Berikan ruang yang cukup agar udara dapat bersirkulasi di sekitar tubuh si Kecil. Setelah selesai menyusu, Moms juga dapat menyesuaikan kembali pakaian atau posisi bayi jika tubuhnya terasa terlalu hangat.
Baca Juga: Moms, Ini Cara Agar ASI Kental untuk Si Kecil
Kesimpulan
Bayi berkeringat saat menyusu umumnya merupakan hal yang normal, terutama jika keringat hanya sedikit dan si Kecil tetap aktif, menyusu dengan baik, serta tidak menunjukkan gejala lainnya. Aktivitas menyusu, kontak skin-to-skin, suhu ruangan, dan pakaian yang terlalu tebal dapat membuat tubuh bayi lebih mudah berkeringat.
Untuk membantu si Kecil tetap nyaman saat menyusu, pastikan suhu ruangan tidak terlalu panas, gunakan pakaian yang ringan dan menyerap keringat, serta hindari lapisan pakaian yang berlebihan. Moms juga bisa melengkapi kenyamanan si Kecil dengan MAKUKU Slim Luxury Silky yang memiliki teknologi SAP (Super Absorbent Polymer) untuk menyerap cairan dengan cepat dan menjaga permukaan popok tetap kering, sehingga si Kecil dapat menyusu dan beraktivitas dengan lebih nyaman.
FAQ
1. Apakah bayi berkeringat saat menyusu berarti kekurangan ASI?
Jika bayi kekurangan ASI, tandanya dapat berupa jarang buang air kecil, berat badan sulit bertambah, bayi tetap tampak lapar setelah menyusu, atau tampak lemas.
2. Apakah bayi berkeringat saat menyusu karena kepanasan?
Ya, bayi yang kepanasan umumnya berkeringat saat menyusu. Moms bisa mengatur suhu ruangan agar lebih dingin dan pastikan si Kecil tidak menggunakan pakaian terlalu tebal.
3. Kapan bayi berkeringat saat menyusu perlu diperiksakan?
Moms sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika keringat berlebihan terjadi hampir setiap kali menyusu, terutama jika disertai napas cepat, sulit bernapas, mudah lelah, sulit menyusu, berat badan sulit bertambah, atau bibir dan kulit tampak kebiruan.