Beranda | Artikel | Infant | Daftar Vitamin yang Penting untuk Menambah Berat Badan Bayi 6-12 Bulan

Daftar Vitamin yang Penting untuk Menambah Berat Badan Bayi 6-12 Bulan

Infant
04/09/2026
Penulis: Amanda Dwi Azaria
Reviewer: Chief Editor
Daftar Vitamin yang Penting untuk Menambah Berat Badan Bayi 6-12 Bulan

Vitamin dan mineral membantu mendukung pertumbuhan bayi usia 6–12 bulan. Contohnya, Vitamin A, Vitamin B Kompleks, Vitamin C, Vitamin D & Kalsium, Omega-3, Lysine, Zinc, dan Zat Besi. Namun tidak ada vitamin yang secara langsung membuat berat badan bayi bertambah.

Ketika si Kecil memasuki usia 6 bulan, kebutuhan energi dan nutrisinya mulai meningkat. Sehingga ASI sebagai asupan utama perlu dilengkapi dengan makanan pendamping ASI atau MPASI. Pada periode ini, pemberian makanan yang padat gizi penting untuk mendukung pertumbuhan, termasuk pertumbuhan berat badan.

Jika Moms mencari vitamin untuk menambah berat badan bayi 6-12 bulan, perlu diketahui bahwa vitamin bukanlah penambah berat badan secara instan. Vitamin dan mineral membantu berbagai proses tubuh, sementara pertambahan berat badan membutuhkan asupan energi, protein, lemak sehat, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang cukup dan seimbang.

Vitamin yang Bisa Menambah Berat Badan Bayi 6-12 Bulan

Berat badan bayi dipengaruhi oleh kecukupan energi, protein, vitamin, dan mineral yang diperoleh dari ASI serta MPASI. Beberapa vitamin dan mineral berikut berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil, sehingga penting untuk dipenuhi melalui makanan bergizi dan seimbang. 

1. Vitamin A

Vitamin A berperan dalam mendukung pertumbuhan sel, kesehatan mata, dan sistem kekebalan tubuh. Kecukupan vitamin A membantu menjaga proses pertumbuhan si Kecil tetap optimal, sehingga dapat mendukung kenaikan berat badan sesuai tahapan usianya.

Moms dapat memenuhi kebutuhan vitamin A melalui MPASI seperti hati, telur, serta sayuran dan buah berwarna kuning atau oranye, misalnya wortel. Pemberian suplemen vitamin A sebaiknya tidak dilakukan sembarangan dan perlu mengikuti anjuran tenaga kesehatan.

2. Vitamin B Kompleks

Vitamin B kompleks, yang terdiri dari vitamin B1, B2, B3, B6, B12, dan folat, berperan dalam proses metabolisme energi dan berbagai fungsi tubuh. Dengan asupan yang cukup, vitamin B membantu tubuh mengolah zat gizi dari makanan menjadi energi yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas serta proses tumbuh kembang si Kecil.

Sumber vitamin B dapat diperoleh dari daging, ikan, telur, kacang-kacangan, produk susu yang sesuai usia, dan makanan bergizi lainnya. MPASI yang beragam membantu memenuhi kebutuhan vitamin B sekaligus menyediakan energi dan zat gizi yang dibutuhkan untuk mendukung kenaikan berat badan bayi.

Baca Juga: Fase Growth Spurt: Kapan & Cara Menghadapi

3. Vitamin C

Vitamin C berperan dalam pembentukan kolagen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Selain itu, vitamin C membantu penyerapan zat besi dari makanan nabati, sehingga turut mendukung pemenuhan nutrisi yang diperlukan selama masa pertumbuhan bayi.

Sumber vitamin C dalam MPASI antara lain jeruk, jambu biji, stroberi, tomat, brokoli, dan paprika. Kombinasikan makanan sumber vitamin C dengan sumber zat besi agar penyerapan zat besi lebih optimal, sehingga kebutuhan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan dan berat badan si Kecil dapat terpenuhi.

4. Vitamin D & Kalsium

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium, sedangkan kalsium dibutuhkan untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang serta gigi. Keduanya penting untuk mendukung pertumbuhan fisik si Kecil, termasuk perkembangan tulang yang sehat seiring bertambahnya berat dan panjang badan.

Vitamin D dapat diperoleh dari beberapa makanan, seperti ikan berlemak (salmon dan sarden), kuning telur. Sementara itu, kalsium dapat diperoleh dari yoghurt, keju, serta makanan yang diperkaya kalsium dan sesuai untuk bayi. Suplemen vitamin D tidak secara langsung menambah berat badan, sehingga penggunaannya sebaiknya mengikuti rekomendasi dokter.

5. Omega-3

Omega-3, terutama DHA, merupakan lemak penting yang mendukung perkembangan otak dan mata bayi. Meskipun bukan vitamin, omega-3 termasuk nutrisi penting dalam MPASI karena lemak juga merupakan sumber energi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh dan berkembang.

Moms dapat memberikan sumber omega-3 dari ikan berlemak seperti salmon dan sarden. Selain mengandung omega-3, ikan juga menyediakan protein yang dibutuhkan untuk membentuk jaringan tubuh, sehingga dapat menjadi bagian dari MPASI bergizi untuk mendukung pertumbuhan dan kenaikan berat badan si Kecil.

6. Lysine

Lysine atau lisin merupakan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk protein. Protein berperan penting dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, sehingga asupan lisin yang cukup membantu mendukung pertumbuhan fisik serta kenaikan berat badan bayi secara optimal.

Lisin dapat diperoleh dari makanan sumber protein seperti telur, ikan, daging, ayam, dan produk kedelai. Pastikan MPASI mengandung sumber protein yang cukup dan beragam agar kebutuhan asam amino serta zat gizi lainnya dapat terpenuhi untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil.

7. Zinc

Zinc atau seng berperan dalam pembentukan protein, pembelahan sel, fungsi kekebalan tubuh, dan proses pertumbuhan. Kecukupan zinc penting untuk mendukung pertumbuhan bayi, sedangkan kekurangan zinc dapat berkaitan dengan pertumbuhan yang terhambat dan menurunnya nafsu makan.

Sumber zinc yang baik antara lain daging, ikan, telur, serta produk hewani lainnya. Kacang-kacangan dan kedelai juga mengandung zinc, sehingga dapat menjadi bagian dari MPASI yang beragam untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan mendukung kenaikan berat badan si Kecil.

8. Zat Besi

Zat besi dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh tubuh dan berperan dalam perkembangan otak. Kecukupan zat besi membantu menunjang energi dan fungsi tubuh bayi selama masa pertumbuhan, sehingga penting untuk mendukung tumbuh kembang dan kenaikan berat badan yang sehat.

Mulai sekitar usia 6 bulan, kebutuhan zat besi bayi meningkat sehingga MPASI perlu menyediakan sumber zat besi seperti daging merah, hati, ikan, telur, dan makanan yang difortifikasi. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia dan berpotensi mengganggu pertumbuhan serta perkembangan si Kecil.

Sumber Alami Vitamin untuk Menambah Berat Badan Bayi (MPASI)

Untuk mendukung pertumbuhan, Moms sebaiknya tidak hanya berfokus pada vitamin untuk menambah berat badan si Kecil di usia 6-12 bulan. MPASI perlu menyediakan makanan beragam yang mengandung energi, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.

MPASI sendiri mulai diberikan saat si Kecil memasuki usia 6 bulan. Jumlah, tekstur, serta variasi makanan dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai usia dan kemampuan makan si Kecil. Kombinasi berbagai kelompok makanan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa pertumbuhan.

1. Kuning Telur

Kuning telur mengandung protein, lemak, vitamin A, vitamin B12, folat, dan zat besi yang penting untuk pertumbuhan si Kecil. Protein membantu membentuk dan memperbaiki jaringan tubuh, lemak menjadi sumber energi sekaligus mendukung perkembangan otak. Sedangkan vitamin A, B12, folat, dan zat besi berperan dalam sistem kekebalan tubuh, pembentukan sel darah, serta perkembangan otak dan saraf. 

Pastikan telur dimasak hingga matang sempurna sebelum diberikan kepada si Kecil. Teksturnya juga perlu disesuaikan dengan kemampuan makan bayi.

2. Ikan

Ikan merupakan sumber protein, vitamin B12, selenium, dan pada jenis ikan tertentu seperti salmon, mengandung omega-3 seperti DHA. Protein membantu pembentukan jaringan tubuh, sedangkan DHA mendukung perkembangan otak dan mata.

Pilih ikan yang rendah merkuri seperti salmon dan sarden. Pastikan seluruh duri dihilangkan sebelum ikan diberikan kepada si Kecil untuk mengurangi risiko tersedak.

3. Daging Merah

Daging merah mengandung protein, zat besi, zinc, dan vitamin B12 yang mendukung pertumbuhan si Kecil. Protein membantu membentuk jaringan tubuh, zat besi mendukung pembentukan hemoglobin dan perkembangan otak, zinc membantu sistem kekebalan serta pertumbuhan sel, sementara vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah dan perkembangan sistem saraf.

Zat besi dari daging juga lebih mudah diserap tubuh dibandingkan zat besi dari sebagian sumber nabati. Untuk MPASI, daging dapat dicincang, dihaluskan, atau dimasak hingga empuk sesuai kemampuan makan si Kecil.

4. Hati Ayam

Hati ayam merupakan sumber zat besi, vitamin A, vitamin B12, dan folat. Namun, karena kandungan vitamin A-nya tinggi, hati sebaiknya diberikan dalam jumlah dan frekuensi yang wajar sebagai bagian dari menu yang beragam.

Pastikan hati ayam dimasak hingga matang dan berasal dari sumber yang higienis. Moms juga tidak perlu memberikan suplemen vitamin A tambahan tanpa anjuran tenaga kesehatan.

5. Kedelai

Kedelai mengandung protein nabati, zat besi, zinc, serta vitamin B yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Protein membantu membentuk jaringan tubuh, zat besi mendukung pembentukan sel darah dan perkembangan otak, zinc membantu sistem kekebalan serta pertumbuhan sel, sedangkan vitamin B membantu metabolisme energi dan fungsi sistem saraf.

Produk olahan kedelai seperti tahu dan tempe dapat menjadi salah satu sumber protein dalam MPASI. Sajikan dalam tekstur yang sesuai dengan kemampuan makan si Kecil, masak hingga matang, dan hindari tambahan garam atau gula secara berlebihan.

6. Wortel

Wortel kaya akan beta-karoten yang diubah tubuh menjadi vitamin A. Vitamin A membantu menjaga kesehatan mata, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan sel si Kecil.

Wortel dapat dikukus hingga lunak lalu dihaluskan atau dicampurkan ke dalam menu MPASI. Agar lebih lengkap, padukan wortel dengan sumber protein, karbohidrat, dan lemak dalam satu menu.

7. Sayuran Hijau

Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli mengandung folat, vitamin C, vitamin K, zat besi, dan serat. Folat berperan dalam pembentukan sel, vitamin C mendukung sistem kekebalan tubuh sekaligus membantu penyerapan zat besi, sedangkan vitamin K membantu proses pembekuan darah dan kesehatan tulang.

Sayuran hijau sebaiknya tidak menjadi satu-satunya komponen MPASI. Padukan dengan sumber protein, karbohidrat, dan lemak agar kebutuhan energi serta nutrisi si Kecil lebih terpenuhi.

8. Keju

Keju mengandung protein, lemak, kalsium, vitamin B12, dan fosfor yang mendukung pertumbuhan si Kecil. Protein membantu membentuk jaringan tubuh, sedangkan kalsium dan fosfor berperan dalam pembentukan tulang dan gigi.

Gunakan keju yang sesuai untuk bayi dan perhatikan kandungan natriumnya. Keju dapat dicampurkan ke dalam bubur atau menu MPASI lainnya dalam jumlah yang sesuai.

9. Alpukat

Alpukat mengandung lemak tidak jenuh, serat, folat, vitamin E, dan vitamin K. Lemak tidak jenuh membantu menyediakan energi dan mendukung perkembangan otak, sedangkan folat berperan dalam pembentukan serta perkembangan sel.

Alpukat juga termasuk makanan yang cukup padat energi sehingga dapat menjadi pilihan dalam menu MPASI. Moms dapat menghaluskannya atau mencampurkannya dengan sumber protein seperti telur, ikan, atau tahu.

10. Pisang

Pisang mengandung karbohidrat, vitamin B6, vitamin C, dan kalium yang dapat melengkapi kebutuhan nutrisi si Kecil. Karbohidrat menjadi sumber energi, vitamin B6 membantu metabolisme protein dan fungsi sistem saraf, sedangkan kalium mendukung fungsi otot dan saraf.

Teksturnya yang lembut membuat pisang mudah dihaluskan untuk MPASI. Namun, jangan hanya memberikan pisang sebagai sumber buah dan padukan dengan makanan lain agar kebutuhan nutrisi si Kecil lebih beragam.

11. Jeruk

Jeruk kaya akan vitamin C, folat, dan berbagai senyawa antioksidan. Vitamin C membantu mendukung sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan nabati, sedangkan folat berperan dalam pembentukan dan perkembangan sel.

Untuk bayi, berikan daging buah yang sudah dipisahkan dari biji dan bagian yang keras. Sajikan dalam bentuk dan tekstur yang sesuai dengan kemampuan makan si Kecil untuk mengurangi risiko tersedak.

Baca Juga: 6 Tips Merangsang Pertumbuhan Gigi Bayi

Kesimpulan

Vitamin dan mineral penting untuk mendukung pertumbuhan si Kecil, tetapi tidak ada satu jenis vitamin yang secara khusus dapat membuat berat badan bayi bertambah. Kenaikan berat badan yang sehat membutuhkan kombinasi energi, protein, lemak, vitamin, dan mineral dari ASI atau susu yang sesuai serta MPASI beragam dan padat gizi.

Moms dapat memberikan sumber nutrisi seperti telur, ikan, daging, hati ayam, tahu, tempe, sayuran, dan buah dalam tekstur yang sesuai usia. Jika berat badan si Kecil sulit bertambah atau grafik pertumbuhannya tidak sesuai, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui penyebab dan kebutuhan nutrisinya.

Selain memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi, kenyamanan si Kecil dalam beraktivitas juga penting untuk diperhatikan setiap hari. Moms dapat memilih MAKUKU Slim Luxury Silky, popok premium dengan SAP Thin Core Technology yang membuat popok terasa tipis dan nyaman, serta Natural Fine Silk yang lembut di kulit bayi. Daya serapnya yang tinggi membantu menjaga si Kecil tetap kering hingga 12 jam dan telah teruji secara dermatologis untuk membantu mencegah ruam serta iritasi.

FAQ

1. Apakah vitamin bisa langsung membuat berat badan bayi bertambah?

Tidak, Moms. Vitamin tidak bekerja sebagai penambah berat badan secara langsung. Vitamin dan mineral membantu berbagai proses tubuh, sedangkan pertambahan berat badan membutuhkan asupan energi, protein, lemak, serta nutrisi yang cukup dan seimbang.

2. Kapan bayi perlu mendapatkan MPASI?

MPASI umumnya mulai diberikan sekitar usia 6 bulan ketika kebutuhan energi dan nutrisi si Kecil mulai meningkat. Pemberiannya dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan dan kemampuan makan bayi.

3. Bagaimana jika berat badan bayi tidak kunjung bertambah?

Jika berat badan si Kecil tidak bertambah sesuai pola pertumbuhan atau justru menurun, Moms sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat menilai grafik pertumbuhan, pola makan, kondisi kesehatan, dan kemungkinan penyebab lainnya.


Bagikan di media sosial:
After article
Customer Care MAKUKU