Beranda | Artikel | Newborn | Cara Menghangatkan ASI dari Kulkas yang Benar

Cara Menghangatkan ASI dari Kulkas yang Benar

Newborn
04/08/2026
Penulis: Makuku
Reviewer: Chief Editor
Cara Menghangatkan ASI dari Kulkas yang Benar

ASI perah yang disimpan di kulkas menjadi solusi praktis bagi ibu menyusui, terutama saat harus kembali bekerja atau memiliki aktivitas di luar rumah. Namun, sebelum diberikan kepada si Kecil, ASI perlu dihangatkan dengan cara yang tepat agar kualitas nutrisi dan kandungan antibodinya tetap terjaga.

Masih banyak orang tua yang belum mengetahui cara menghangatkan ASI dari kulkas yang benar. Padahal, kesalahan seperti memanaskan ASI menggunakan microwave atau air mendidih dapat merusak kandungan nutrisi di dalamnya.

Kenapa Harus Menghangatkan ASI dari Kulkas? 

ASI yang disimpan di dalam chiller atau freezer memiliki suhu yang sangat dingin. Meskipun sebenarnya bayi dapat mengonsumsi ASI dingin dalam kondisi tertentu, sebagian besar bayi akan merasa lebih nyaman ketika ASI diberikan pada suhu hangat yang menyerupai suhu tubuh ibu.

Selain membuat bayi lebih nyaman saat menyusu, menghangatkan ASI dengan cara yang benar juga membantu menjaga kualitas nutrisi tanpa merusak kandungan penting seperti antibodi, vitamin, dan enzim alami di dalam ASI. Yang perlu diingat, tujuan menghangatkan ASI bukan untuk memasaknya, melainkan hanya menaikkan suhunya hingga hangat suam-suam kuku.

Persiapan Sebelum Menghangatkan ASI

Sebelum mulai menghangatkan ASI, ada beberapa hal yang perlu Moms lakukan agar prosesnya tetap higienis dan aman.

  • Cuci tangan hingga bersih sebelum memegang botol atau kantong ASI.

  • Pastikan wadah penyimpanan ASI masih tertutup rapat dan tidak bocor.

  • Periksa label tanggal penyimpanan untuk memastikan ASI masih layak digunakan.

  • Bila ASI berasal dari freezer, pindahkan terlebih dahulu ke chiller agar proses pencairan berlangsung bertahap.

  • Siapkan wadah berisi air hangat atau bottle warmer jika tersedia.

Cara Menghangatkan ASI dari Kulkas

Setelah dikeluarkan dari kulkas, ASI perlu dihangatkan dengan cara yang tepat agar tetap aman dikonsumsi dan kualitas nutrisinya tetap terjaga. Cara menghangatkan ASI dapat berbeda, tergantung apakah ASI disimpan di chiller, freezer, atau menggunakan bantuan bottle warmer. 

1. Cara Menghangatkan ASI dari Chiller Kulkas

ASI yang disimpan di chiller merupakan jenis ASI yang paling mudah dihangatkan. Berikut langkah-langkahnya:

  • Keluarkan botol atau kantong ASI dari chiller.

  • Siapkan wadah berisi air hangat, bukan air mendidih.

  • Rendam botol ASI selama sekitar 5–10 menit hingga suhunya menjadi hangat.

  • Putar atau goyangkan botol secara perlahan agar lapisan lemak yang mengendap tercampur kembali.

  • Tes suhu ASI dengan meneteskannya ke bagian dalam pergelangan tangan. Pastikan terasa hangat, bukan panas.

2. Cara Menghangatkan ASI Beku dari Freezer

ASI beku membutuhkan proses pencairan terlebih dahulu sebelum dihangatkan. Langkah-langkahnya yaitu:

  • Pindahkan ASI dari freezer ke chiller selama beberapa jam atau semalaman.

  • Setelah ASI mencair, rendam botol dalam air hangat hingga mencapai suhu yang diinginkan.

  • Jika membutuhkan lebih cepat, letakkan wadah ASI di bawah aliran air mengalir dengan suhu dingin terlebih dahulu, lalu secara bertahap gunakan air yang lebih hangat.

  • Jangan langsung merendam ASI beku ke air mendidih karena perubahan suhu yang terlalu drastis dapat memengaruhi kualitas ASI.

3. Cara Menghangatkan ASI dengan Bottle Warmer

Bottle warmer dapat menjadi pilihan praktis untuk menghangatkan ASI. Cara penggunaannya cukup mudah:

  • Isi bottle warmer sesuai petunjuk penggunaan.

  • Letakkan botol ASI ke dalam alat.

  • Atur suhu sesuai rekomendasi produsen.

  • Setelah selesai, aduk atau putar botol perlahan agar suhu ASI merata.

  • Selalu cek suhu ASI sebelum diberikan kepada bayi.

Hal yang Harus Dihindari Saat Menghangatkan ASI dari Kulkas

Selain mengetahui cara menghangatkan ASI yang benar, penting juga memahami beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan. Kesalahan saat menghangatkan ASI dapat memengaruhi kandungan nutrisi, kualitas ASI, bahkan meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.

1. Jangan menghangatkan ASI menggunakan microwave

Gelombang microwave dapat memanaskan ASI secara tidak merata sehingga terbentuk titik-titik panas (hot spots) yang berisiko melukai mulut bayi. Selain itu, suhu yang terlalu tinggi juga dapat mengurangi kandungan nutrisi dan komponen pelindung alami yang terdapat dalam ASI.

2. Hindari merebus botol ASI secara langsung dalam air mendidih

Suhu yang terlalu tinggi dapat merusak sebagian vitamin, enzim, dan antibodi dalam ASI. Sebaiknya gunakan air hangat, bukan air yang mendidih, agar ASI tetap berada pada suhu yang aman.

3. Jangan menghangatkan ASI berulang kali

Jika ASI yang sudah dihangatkan tidak habis diminum bayi, sebaiknya jangan dipanaskan kembali untuk digunakan di lain waktu. Proses pemanasan berulang dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri dan menurunkan kualitas ASI.

4. Hindari mengocok botol ASI terlalu kuat

Lemak pada ASI memang dapat terpisah selama penyimpanan, tetapi cukup putar atau ayunkan botol secara perlahan hingga kembali tercampur. Mengocok botol terlalu keras dikhawatirkan dapat merusak sebagian komponen biologis yang bermanfaat dalam ASI.

5. Jangan membiarkan ASI yang sudah hangat berada di suhu ruang terlalu lama

Setelah dihangatkan, ASI sebaiknya segera diberikan kepada bayi. Jika dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang, risiko pertumbuhan bakteri akan meningkat sehingga ASI tidak lagi aman untuk dikonsumsi.

Berapa Lama ASI Bertahan Setelah Dihangatkan?

ASI yang sudah dihangatkan sebaiknya segera diberikan kepada bayi. Jika si Kecil belum menghabiskannya, ASI yang telah dihangatkan umumnya masih dapat digunakan dalam waktu maksimal sekitar 2 jam selama berada pada suhu ruang.

Apabila bayi sudah mulai menyusu dari botol tersebut, sisa ASI sebaiknya dihabiskan dalam sekali pemberian. Jika masih tersisa setelah waktu tersebut, lebih baik dibuang demi menjaga keamanan bayi.

Apakah ASI yang Sudah Dihangatkan Bisa Disimpan Kembali?

ASI yang sudah dihangatkan sebaiknya tidak didinginkan atau dibekukan kembali. Hal ini karena proses perubahan suhu berulang dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri sekaligus menurunkan kualitas ASI. Karena itu, sebaiknya Moms menghangatkan ASI sesuai kebutuhan sekali minum agar tidak banyak ASI yang terbuang.

Selain memastikan cara menghangatkan ASI dari kulkas sudah tepat, kenyamanan bayi setelah menyusu juga perlu diperhatikan. Salah satunya dengan memilih popok yang mampu menjaga kulit tetap kering dan nyaman sepanjang hari. MAKUKU hadir dengan teknologi SAP tipis berdaya serap tinggi yang membantu mengurangi risiko lembap berlebih pada kulit bayi. Dengan daya serap optimal dan material yang lembut, si Kecil dapat tetap nyaman beraktivitas maupun beristirahat setelah menyusu.

Kesimpulan

Cara menghangatkan ASI dari kulkas yang benar tidak hanya membuat bayi lebih nyaman saat menyusu, tetapi juga membantu menjaga kualitas nutrisi, antibodi, dan enzim alami di dalam ASI. Dengan mengikuti langkah yang tepat sesuai metode penyimpanan serta menghindari kesalahan seperti menggunakan microwave atau memanaskan ASI berulang kali, Moms dapat memastikan ASI tetap aman dan optimal untuk si Kecil.

Selain memastikan kebutuhan nutrisi si Kecil terpenuhi melalui ASI, jangan lupa menjaga kenyamanannya dengan memilih popok yang tepat. Gunakan MAKUKU Pro Care, popok premium yang telah teruji secara dermatologis untuk kulit sensitif dan dilengkapi SkinHug Design dengan material lembut serta SAP Thin Core Technology yang tipis, berdaya serap tinggi, dan anti-gumpal.

Kombinasi teknologi tersebut membantu menjaga kulit bayi tetap kering, nyaman, serta meminimalkan risiko iritasi dan bekas merah sepanjang hari.


Bagikan di media sosial:
After article
Customer Care MAKUKU