Beranda | Artikel | Infant | Posisi Tidur Bayi yang Aman untuk Mengurangi Risiko SIDS

Posisi Tidur Bayi yang Aman untuk Mengurangi Risiko SIDS

Infant
02/11/2026
Penulis: Amanda Dwi Azaria
Reviewer: Chief Editor
Posisi Tidur Bayi yang Aman untuk Mengurangi Risiko SIDS

Posisi tidur yang paling dianjurkan untuk bayi adalah telentang setiap kali tidur, baik pada malam hari maupun saat tidur siang. Bayi sebaiknya tidur di atas permukaan yang firm, rata, dan tidak miring dengan seprai yang terpasang pas, tanpa bantal, selimut longgar, boneka, bumper, atau benda lunak lainnya di area tidur. 

Tidur merupakan bagian penting dari tumbuh kembang bayi. Namun, cara bayi tidur juga perlu diperhatikan karena lingkungan dan posisi tidur yang tidak aman dapat meningkatkan risiko kematian terkait tidur, termasuk Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

Karena itu, Moms perlu membiasakan si Kecil tidur dalam posisi yang aman sejak lahir. Posisi telentang pada permukaan tidur yang rata dan kokoh, serta area tidur yang bebas dari benda-benda lunak, merupakan bagian penting dari praktik tidur aman untuk bayi.

Apa Itu SIDS?

SIDS atau Sudden Infant Death Syndrome adalah kematian mendadak dan tidak terduga pada bayi yang umumnya terjadi saat tidur dan tetap tidak dapat dijelaskan setelah dilakukan pemeriksaan yang diperlukan.

Risiko SIDS dapat dikurangi dengan menerapkan lingkungan tidur yang aman, meskipun tidak semua kasus kematian terkait tidur dapat dicegah. Salah satu langkah penting adalah selalu menempatkan bayi dalam posisi telentang ketika tidur. Rekomendasi ini berlaku untuk tidur siang maupun malam hingga bayi berusia 1 tahun.

Bagaimana Posisi Tidur Bayi yang Benar?

Menciptakan posisi dan lingkungan tidur yang aman tidak hanya berkaitan dengan posisi tubuh bayi. Permukaan tidur, benda-benda di sekitar bayi, serta lokasi bayi tidur juga perlu diperhatikan.

1. Bayi Selalu Diletakkan dalam Posisi Telentang

Letakkan bayi dalam posisi telentang setiap kali akan tidur, baik saat tidur siang maupun malam. Posisi ini tetap dianjurkan meskipun bayi memiliki refluks karena tidur telentang pada permukaan datar tidak terbukti meningkatkan risiko tersedak.

Hindari membaringkan bayi dalam posisi tengkurap atau menyamping dengan sengaja saat Moms menidurkannya. Setelah bayi dapat berguling sendiri dari telentang ke tengkurap dan dari tengkurap ke telentang, Moms tidak perlu terus membalikkan tubuhnya setiap kali ia berganti posisi sendiri. Namun, tetap mulai setiap sesi tidur dengan posisi telentang.

2. Gunakan Permukaan Tidur yang Firm, Rata, dan Tidak Miring

Pilih kasur yang kokoh, rata, dan tidak memiliki kemiringan. Permukaan tidur sebaiknya tidak mudah melengkung atau membentuk cekungan ketika bayi berbaring di atasnya.

Gunakan kasur yang sesuai dengan tempat tidur bayi dan pasang seprai yang ukurannya sesuai. Hindari penggunaan bantal, mattress topper, kasur yang terlalu empuk, atau benda tambahan untuk membuat permukaan tidur terasa lebih nyaman.

Permukaan tidur yang miring juga tidak dianjurkan. AAP menyebut permukaan tidur dengan kemiringan lebih dari 10 derajat tidak aman untuk tidur bayi.

3. Kosongkan Area Tidur Bayi

Area tidur bayi sebaiknya hanya berisi permukaan tidur yang aman dan seprai yang terpasang pas. Singkirkan bantal, selimut longgar, boneka, bumper, guling, dan benda lunak lainnya dari tempat tidur.

Benda-benda tersebut dapat meningkatkan risiko tertutupnya jalan napas, terjepit, atau tercekik. Karena itu, tempat tidur bayi sebaiknya tetap sederhana dan bebas dari barang yang tidak diperlukan.

Jika Moms ingin menjaga bayi tetap hangat, pilih pakaian tidur yang sesuai daripada menambahkan selimut longgar ke dalam tempat tidur. Hindari juga pakaian atau perlengkapan tidur yang dapat menyebabkan bayi kepanasan.

4. Sebaiknya Tidak Satu Tempat Tidur dengan Orang Tua

Moms disarankan berbagi kamar dengan bayi, tetapi menggunakan tempat tidur yang terpisah. Tempat tidur bayi dapat ditempatkan di dekat tempat tidur orang tua sehingga si Kecil tetap mudah diawasi dan dirawat tanpa harus berbagi kasur. AAP merekomendasikan pengaturan ini, idealnya setidaknya selama 6 bulan pertama.

Berbagi tempat tidur dengan bayi dapat meningkatkan risiko kematian terkait tidur, terutama pada kondisi tertentu. Karena itu, ketika Moms selesai menyusui atau menenangkan bayi di tempat tidur orang dewasa, pindahkan si Kecil kembali ke tempat tidur khusus bayi sebelum Moms kembali tidur.

Hindari juga tertidur bersama bayi di sofa atau kursi karena permukaan dan posisi tersebut dapat meningkatkan risiko bayi terjepit atau mengalami gangguan pernapasan.

Posisi Tidur Bayi yang Tidak Dianjurkan

Selain mengetahui posisi yang benar, Moms juga perlu memahami beberapa posisi dan kondisi tidur yang sebaiknya dihindari.

1. Tidur Tengkurap

Menidurkan bayi dalam posisi tengkurap tidak dianjurkan karena posisi ini berkaitan dengan peningkatan risiko SIDS. Karena itu, selalu mulai waktu tidur dengan menempatkan bayi dalam posisi telentang.

Namun, jika bayi sudah mampu berguling sendiri dari telentang ke tengkurap dan sebaliknya, Moms tidak perlu terus-menerus mengubah posisi tubuhnya ketika ia berguling sendiri saat tidur. Pastikan area tidurnya tetap kosong dari benda lunak atau selimut longgar.

2. Tidur Menyamping

Posisi menyamping juga tidak dianjurkan sebagai posisi awal ketika menidurkan bayi. Bayi dapat lebih mudah bergeser dari posisi menyamping ke tengkurap sehingga posisi ini tidak dianggap aman untuk tidur.

Jadi, meskipun bayi tampak lebih nyaman tidur menyamping, Moms tetap perlu memulai setiap sesi tidur dengan posisi telentang.

3. Tidur di Permukaan Miring atau Terlalu Empuk

Hindari menidurkan bayi di kasur yang terlalu empuk, sofa, kursi, bantal, atau permukaan yang miring. Permukaan seperti ini dapat membuat tubuh dan kepala bayi berada dalam posisi yang berisiko mengganggu jalan napas.

Produk tidur bayi yang memiliki kemiringan atau dirancang untuk mempertahankan posisi tubuh tertentu juga sebaiknya tidak digunakan jika tidak memenuhi standar keamanan tidur bayi.

Bagaimana Jika Bayi Berguling Sendiri saat Tidur?

Moms mungkin khawatir ketika si Kecil mulai dapat berguling dari telentang ke tengkurap saat tidur. Jika bayi sudah mampu berguling dua arah, yaitu dari telentang ke tengkurap dan dari tengkurap ke telentang, Moms tidak perlu terus-menerus mengembalikan tubuhnya ke posisi telentang setiap kali ia berguling sendiri.

Meski begitu, setiap kali mulai tidur, tetap letakkan bayi dalam posisi telentang. Pastikan juga tempat tidurnya kosong dari bantal, selimut longgar, boneka, dan benda lunak lainnya agar bayi memiliki ruang yang aman ketika berganti posisi.

Jika bayi baru bisa berguling ke satu arah, Moms tetap perlu menempatkannya dalam posisi telentang saat mulai tidur. Untuk bayi yang memiliki kondisi medis tertentu, ikuti petunjuk dokter mengenai posisi tidur yang paling sesuai.

Kesimpulan

Posisi tidur yang paling aman untuk bayi adalah telentang setiap kali tidur, baik siang maupun malam, dengan kasur yang kokoh, rata, dan tidak miring. Untuk membantu mengurangi risiko SIDS, Moms juga perlu memastikan area tidur si Kecil bebas dari bantal, selimut longgar, boneka, serta benda lunak lainnya, dan menggunakan tempat tidur terpisah dalam satu kamar dengan orang tua.

Selain memastikan posisi dan lingkungan tidur yang aman, Moms juga perlu memperhatikan kenyamanan si Kecil saat beraktivitas sehari-hari, termasuk ketika menggunakan popok. MAKUKU Slim Luxury Silky hadir dengan SAP Thin Core Technology yang membuat popok tetap tipis dengan daya serap tinggi, serta material Natural Fine Silk yang lembut untuk mendukung kenyamanan si Kecil

FAQ

1. Apakah bayi boleh tidur menyamping?

Tidak dianjurkan menidurkan bayi dalam posisi menyamping. Setiap kali akan tidur, bayi sebaiknya diletakkan dalam posisi telentang karena posisi menyamping dapat membuat bayi lebih mudah bergeser menjadi tengkurap.

2. Apakah bayi boleh tidur tengkurap jika sudah bisa berguling?

Jika bayi sudah dapat berguling sendiri dari telentang ke tengkurap dan dari tengkurap ke telentang, Moms tidak perlu terus-menerus mengubah posisinya ketika ia berguling sendiri. Namun, tetap letakkan bayi dalam posisi telentang setiap kali memulai waktu tidur dan pastikan area tidurnya bebas dari benda lunak.

3. Apakah bayi boleh tidur satu kamar dengan orang tua?

Boleh, dan berbagi kamar tanpa berbagi tempat tidur justru dianjurkan. Tempatkan bayi di tempat tidur khusus bayi yang terpisah tetapi dekat dengan tempat tidur orang tua, idealnya setidaknya selama 6 bulan pertama.


Bagikan di media sosial:
Customer Care MAKUKU