Menyendawakan bayi setelah menyusu penting untuk membantu mengeluarkan udara yang tertelan saat menyusu sehingga perut Si Kecil lebih nyaman dan terhindar dari kembung. Agar kenyamanannya semakin terjaga sepanjang hari, orang tua juga bisa memilih popok yang tipis dan nyaman seperti MAKUKU Slim Luxury Silky.
Merawat bayi memang penuh dengan momen belajar bagi orang tua, termasuk saat membantu Si Kecil bersendawa setelah menyusu. Banyak Moms & Dads mungkin bertanya-tanya, apakah bayi benar-benar perlu disendawakan dan bagaimana cara yang tepat melakukannya?
Pada dasarnya, menyendawakan bayi adalah cara membantu mengeluarkan udara yang tertelan saat menyusu. Jika udara ini terjebak di dalam perut, Si Kecil bisa merasa tidak nyaman, kembung, bahkan menjadi rewel. Oleh karena itu, memahami cara menyendawakan bayi yang benar dapat membantu Si Kecil merasa lebih nyaman setelah menyusu.
Mengapa Bayi Perlu Disendawakan?
Saat menyusu, baik melalui ASI maupun botol, bayi sering kali ikut menelan udara. Hal ini sangat wajar terjadi karena sistem pencernaan mereka masih berkembang. Udara yang tertelan tersebut dapat menumpuk di perut dan menyebabkan rasa tidak nyaman.
Dengan membantu Si Kecil bersendawa, udara tersebut dapat keluar sehingga perut bayi terasa lebih lega. Bahkan menurut American Academy of Pediatrics melalui situs HealthyChildren, bayi memang disarankan untuk disendawakan selama atau setelah menyusu karena udara yang tertelan saat makan dapat membuat bayi merasa tidak nyaman dan memicu gumoh.
Beberapa alasan mengapa bayi perlu disendawakan antara lain:
1. Mencegah Perut Kembung
Udara yang terperangkap di dalam perut dapat menyebabkan perut bayi terasa penuh dan kembung. Hal ini bisa membuat Si Kecil terlihat gelisah atau sering menggeliat. Menyendawakan bayi membantu mengeluarkan udara tersebut sehingga perutnya terasa lebih nyaman.
2. Mengurangi Risiko Gumoh
Udara yang terjebak di perut dapat mendorong isi lambung naik kembali ke kerongkongan. Inilah yang sering menyebabkan bayi gumoh setelah menyusu. Dengan bersendawa, tekanan di dalam perut berkurang sehingga risiko gumoh juga bisa lebih kecil.
3. Membantu Bayi Merasa Lebih Nyaman
Bayi yang perutnya terasa penuh udara biasanya akan lebih mudah rewel atau sulit tidur. Setelah bersendawa, banyak bayi menjadi lebih tenang dan bahkan tertidur dengan lebih nyenyak.
Kapan Bayi Harus Disendawakan?
Tidak semua bayi membutuhkan waktu yang sama untuk bersendawa. Namun, ada beberapa momen yang umumnya menjadi waktu yang tepat untuk membantu Si Kecil bersendawa.
1. Saat Menyusu
Jika bayi menyusu cukup lama, Moms bisa berhenti sejenak di tengah sesi menyusui untuk menyendawakannya. Hal ini membantu mengeluarkan udara yang sudah tertelan sebelum bayi melanjutkan menyusu.
2. Setelah Selesai Menyusu
Waktu yang paling umum untuk menyendawakan bayi adalah setelah selesai menyusu. Pada momen ini, biasanya ada udara yang ikut tertelan selama proses makan.
3. Saat Bayi Terlihat Tidak Nyaman
Jika Si Kecil terlihat menggeliat, melengkungkan punggung, atau tiba-tiba berhenti menyusu, bisa jadi ia merasa tidak nyaman karena udara di perut. Dalam kondisi ini, Moms bisa mencoba menyendawakannya terlebih dahulu.
Cara Menyendawakan Bayi yang Benar
Ada beberapa posisi yang bisa Moms coba untuk membantu bayi bersendawa. Pilih posisi yang paling nyaman bagi Moms dan Si Kecil.
1. Posisi Disandarkan di Bahu
Ini adalah posisi yang paling sering digunakan. Moms dapat menggendong bayi dengan posisi tegak dan menyandarkan kepalanya di bahu. Pastikan tangan Moms menopang kepala dan leher bayi. Kemudian tepuk atau gosok punggung bayi dengan lembut hingga ia bersendawa.
2. Posisi Duduk di Pangkuan
Pada posisi ini, bayi duduk di pangkuan Moms dengan tubuh sedikit condong ke depan. Satu tangan Moms menopang dada dan kepala bayi, sementara tangan lainnya menepuk punggungnya secara perlahan. Posisi ini membantu menjaga bayi tetap stabil sekaligus memudahkan udara keluar dari perut.
3. Posisi Tengkurap di Pangkuan
Moms juga bisa meletakkan bayi tengkurap di atas paha dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi dari dada. Pastikan kepala bayi tetap ditopang dengan baik. Setelah itu, tepuk punggung bayi secara perlahan hingga ia bersendawa.
Tips Aman Saat Menyendawakan Bayi
Agar proses menyendawakan bayi berjalan aman dan nyaman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Tepuk Punggung dengan Lembut
Punggung bayi masih sangat sensitif. Oleh karena itu, tepuklah dengan lembut dan perlahan, bukan dengan gerakan yang terlalu kuat.
2. Pastikan Kepala dan Leher Bayi Tertopang
Leher bayi belum kuat menopang kepalanya sendiri, terutama pada bayi baru lahir. Pastikan Moms selalu menopang kepala dan lehernya saat menggendong atau menyendawakan.
3. Gunakan Kain di Bahu
Bayi terkadang mengeluarkan sedikit susu saat bersendawa. Moms bisa meletakkan kain kecil di bahu atau pangkuan untuk melindungi pakaian dari gumoh.
4. Bersabar Jika Bayi Belum Bersendawa
Tidak semua bayi langsung bersendawa setelah beberapa detik. Jika setelah beberapa menit Si Kecil belum bersendawa tetapi terlihat nyaman, Moms tidak perlu khawatir.
Menyendawakan bayi merupakan langkah sederhana yang membantu mengeluarkan udara yang tertelan saat menyusu sehingga Si Kecil merasa lebih nyaman. Selain itu, Moms juga perlu memperhatikan kenyamanan bayi sepanjang hari, misalnya dengan memilih popok yang lembut dan tidak mudah menyebabkan iritasi.
MAKUKU Slim Luxury Silky dilengkapi triple zero protection, zero feel yang membuat bayi senyaman tanpa popok dengan SAP Thin Core Technology, tipis 1,6 mm. Selain itu, Zero rash dapat melindungi kulit bayi dan cegah ruam, terbuat dari serat sutera alami yang lembut di kulit.
FAQ
1. Apakah semua bayi perlu disendawakan setelah menyusu?
TIdak selalu. Beberapa bayi tidak menelan banyak udara saat menyusu sehingga tidak selalu perlu disendawakan.
2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar bayi bersendawa?
Biasanya bayi bersendawa dalam waktu sekitar 1-5 menit setelah ditepuk lembut di punggungnya.
3. Apakah bayi yang minum ASI tetap perlu disendawakan?
Ya. Meskipun lebih jarang menelan udara dibanding bayi yang minum susu botol, bayi yang minum ASI tetap bisa membutuhkan bantuan untuk bersendawa.
4. Apakah normal jika bayi tidak bersendawa?
Selama bayi terlihat nyaman dan tidak rewel, tidak bersendawa bukanlah masalah yang perlu dikhawatirkan.
5. Apakah bayi bisa tertidur sebelum sempat bersendawa?
Hal ini cukup sering terjadi. Jika bayi tertidur dengan tenang setelah menyusu, Moms tidak perlu membangunkannya hanya untuk bersendawa.
6. Apakah popok MAKUKU aman untuk kulit bayi sensitif?
Ya. Popok MAKUKU dirancang dengan bahan lembut dan daya serap tinggi untuk membantu menjaga kulit bayi tetap kering dan nyaman.
7. Di mana Moms bisa membeli popok MAKUKU?
Popok MAKUKU tersedia di marketplace, toko perlengkapan bayi, serta berbagai supermarket di Indonesia.
Referensi:
https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/feeding-nutrition/Pages/baby-burping-hiccups-and-spit-up.aspx
https://kidshealth.org/en/parents/burping.html
