Mata bayi belekan umumnya disebabkan oleh saluran air mata yang belum berkembang sempurna, iritasi, atau infeksi ringan. Cara mengatasi mata bayi belekan dengan aman dapat dilakukan dengan membersihkan mata secara tepat dengan menggunakan kapas atau cotton bud dan air hangat, serta menjaga kebersihan.
Pernah melihat mata si Kecil tampak lengket atau dipenuhi kotoran saat bangun tidur? Kondisi mata belekan pada bayi memang cukup sering terjadi dan dapat membuat Moms cemas. Sebelum mencoba berbagai cara, cari tahu dulu penyebab dan langkah yang tepat untuk mengatasi mata belekan pada bayi.
Umumnya, mata bayi belekan bukanlah kondisi yang berbahaya. Namun, Moms tetap perlu mengetahui penyebab, cara membersihkan mata dengan benar, serta tanda-tanda yang memerlukan pemeriksaan dokter agar kesehatan mata si Kecil tetap terjaga.
Baca Juga: Pup Bayi Berlendir? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Apakah Bayi Belekan Itu Normal?
Mata bayi belekan merupakan kondisi yang cukup sering terjadi, terutama pada bayi yang baru lahir. Biasanya belekan muncul karena saluran air mata bayi belum terbuka sempurna, sehingga air mata dan kotoran menumpuk di sudut mata.
Pada umumnya belekan terlihat seperti cairan bening, putih, atau kekuningan yang muncul setelah bayi tidur. Jika tidak disertai mata merah, bengkak, atau demam, kondisi ini tidak berbahaya dan bisa membaik dengan perawatan sederhana di rumah.
Akan tetapi, Moms tetap perlu memperhatikan jumlah belek dan kondisi mata si Kecil. Jika belekan semakin banyak atau disertai tanda infeksi seperti mata merah atau bengkak, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Penyebab Mata Bayi Belekan
Mata bayi belekan dapat terjadi karena berbagai faktor. Beberapa penyebab bersifat ringan dan dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah, sementara penyebab lainnya memerlukan penanganan medis.
1. Saluran Air Mata Tersumbat
Saluran air mata tersumbat atau nasolacrimal duct obstruction merupakan penyebab paling umum mata bayi belekan. Kondisi ini terjadi ketika saluran yang berfungsi mengalirkan air mata ke rongga hidung belum berkembang sempurna setelah lahir.
Akibatnya, air mata tidak dapat mengalir dengan baik sehingga menumpuk di mata. Penumpukan cairan ini kemudian bercampur dengan debu dan lendir yang menyebabkan munculnya belekan.
2. Konjungtivitis
Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva, yaitu lapisan tipis yang melapisi bagian putih mata dan kelopak mata bagian dalam. Kondisi ini dapat disebabkan oleh adenovirus, atau adanya alergi terhadap debu, tungau, atau bulu hewan peliharaan. Selain belekan, konjungtivitis biasanya disertai mata merah, bengkak, dan berair.
3. Mata Bayi Kering
Mata bayi kering memang lebih jarang terjadi dibandingkan orang dewasa. Namun, kondisi ini dapat muncul akibat paparan udara kering, penggunaan pendingin ruangan berlebihan, atau produksi air mata yang kurang optimal.
Ketika permukaan mata menjadi kering, tubuh secara alami akan menghasilkan lendir tambahan yang cenderung bening, encer, atau berbentuk untaian tipis sebagai bentuk perlindungan. Lendir tersebut kemudian dapat terlihat sebagai kotoran mata atau belekan berwarna putih di sudut mata si Kecil.
4. Infeksi Bakteri Staphylococcus atau Streptococcus
Bakteri yang sering menyebabkan infeksi mata pada bayi antara lain Staphylococcus atau Streptococcus. Infeksi bakteri tersebut menyebabkan produksi kotoran mata si Kecil menjadi lebih banyak. Belekan yang disebabkan bakteri tersebut biasanya berwarna kuning pekat atau kehijauan dan membuat kelopak mata menjadi lengket.
Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi dapat menyebar ke jaringan sekitar mata, seperti kelopak mata, jaringan lunak di sekitar rongga mata, hingga dapat menyumbat saluran air mata si Kecil. Kondisi ini tidak cukup hanya sekadar dibersihkan, tapi harus diperiksa lebih lanjut ke dokter.
5. Iritasi
Paparan asap rokok, debu, bulu hewan, parfum, atau produk perawatan tertentu dapat menyebabkan iritasi pada mata bayi. Iritasi membuat mata memproduksi lebih banyak air mata dan lendir sebagai mekanisme perlindungan alami.
Kondisi ini biasanya tidak menyebabkan infeksi, tetapi tetap dapat membuat si Kecil merasa tidak nyaman. Belekan akibat iritasi umumnya akan berkurang setelah sumber penyebab iritasi tersebut dihilangkan.
Baca Juga: Campak pada Bayi: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati
Cara Mengatasi Mata Bayi Belekan
Mata bayi belekan paling sering terjadi karena saluran air mata yang tersumbat atau belum berkembang sempurna. Selain itu, mata bayi belekan juga dapat dipicu oleh iritasi ringan akibat debu, paparan asap, atau infeksi mata. Oleh karena itu, penting bagi Moms untuk membersihkan mata si Kecil dengan cara yang tepat agar kondisi tidak semakin parah.
Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah membersihkan mata si Kecil.
Siapkan kapas atau cotton bud yang baru dan juga air hangat.
Basahi kapas atau cotton bud dengan air hangat lalu usap mata si Kecil dari sudut bagian dalam ke sudut bagian luar secara perlahan.
Ulangi beberapa kali mengusap mata si Kecil sampai bersih dari belek dan kerak. Moms juga perlu mengganti kapas atau cotton bud tiap kali mengusap. Satu kapas hanya digunakan untuk satu kali usapan.
Hindari berbagi handuk atau kain lap bayi untuk menghindari risiko kontaminasi bakteri.
Hal yang Perlu Diwaspadai pada Bayi Belekan
Selain memahami cara mengatasi mata bayi belekan dengan aman, Moms juga perlu mengenali tanda-tanda yang perlu diwaspadai dan memerlukan penanganan dokter.
1. Munculnya Kotoran Mata Berwarna Kekuningan atau Kehijauan
Kotoran mata yang berwarna kuning pekat atau kehijauan dapat menjadi tanda adanya infeksi bakteri, seperti Staphylococcus atau Streptococcus. Bakteri tersebut dapat memicu peradangan pada mata sehingga menghasilkan cairan yang lebih kental dibandingkan belekan biasa.
Cairan yang mengandung sel darah putih, bakteri, dan jaringan tubuh yang mati membuat warna belekan menjadi lebih pekat. Jika kondisi ini berlangsung lebih dari beberapa hari, segera konsultasikan ke dokter.
2. Adanya Nanah pada Mata si Kecil
Nanah pada mata merupakan tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi. Kondisi ini berbeda dengan belekan biasa yang hanya berupa lendir atau kotoran mata ringan. Nanah biasanya membuat mata tampak sangat lengket dan sulit dibersihkan.
Jika Moms menemukan nanah pada mata si Kecil, pemeriksaan medis diperlukan untuk menentukan penyebab dan pengobatan yang sesuai.
3. Bagian Putih Mata Menjadi Kemerahan
Kemerahan pada bagian putih mata dapat menjadi tanda peradangan atau infeksi akibat bakteri maupun virus pada selaput mata yang disebut konjungtiva. Jika kemerahan ini disertai belekan dalam jumlah banyak, mata berair, atau si Kecil tampak tidak nyaman, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai penyebabnya.
4. Bagian Atas Kelopak Mata Membengkak
Kelopak mata yang membengkak dapat menandakan adanya infeksi pada jaringan sekitar mata. Pembengkakan biasanya terjadi karena penumpukan cairan akibat proses peradangan. Kondisi ini perlu diwaspadai terutama jika disertai demam, kemerahan, atau nyeri saat area mata disentuh. Penanganan yang terlambat dapat meningkatkan risiko komplikasi.
5. Si Kecil Terlihat Sering Menggosok Mata dan Tampak Kesakitan
Bayi belum dapat menjelaskan rasa tidak nyaman yang dirasakannya. Karena itu, perubahan perilaku seperti sering menggosok mata, menangis lebih sering, atau tampak kesakitan bisa menjadi petunjuk adanya masalah pada mata.
Rasa gatal, nyeri, atau sensasi mengganjal akibat infeksi dapat membuat si Kecil lebih rewel dibandingkan biasanya. Kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan.
6. Si Kecil Kesulitan untuk Membuka Kedua Matanya
Belekan yang menumpuk dapat membuat kelopak mata lengket saat bangun tidur. Namun, jika si Kecil terus-menerus kesulitan membuka mata sepanjang hari, kondisi ini perlu mendapatkan perhatian khusus.
Kesulitan membuka mata dapat disebabkan oleh infeksi berat, pembengkakan, atau produksi kotoran mata yang berlebihan. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab pastinya.
Cara Mencegah Mata Bayi Belekan
Menjaga kebersihan area mata bayi merupakan langkah utama untuk mencegah mata belekan. Selain itu, kebiasaan sederhana sehari-hari juga dapat membantu mengurangi risiko iritasi dan infeksi pada mata si Kecil.
1. Jaga Kebersihan Tangan Sebelum Menyentuh Mata Bayi
Tangan merupakan media utama penyebaran kotoran. Oleh karena itu, Moms perlu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum membersihkan wajah atau area mata si Kecil.
Kebiasaan ini membantu mengurangi perpindahan mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi mata. Tangan yang bersih juga menjaga kesehatan kulit bayi yang masih sangat sensitif.
2. Gunakan Handuk dan Lap yang Bersih untuk Bayi
Handuk dan kain lap yang digunakan berulang kali dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri apabila tidak dicuci secara rutin. Sebaiknya si Kecil memiliki handuk khusus yang tidak digunakan bersama anggota keluarga lain.
Pastikan handuk dicuci menggunakan deterjen yang aman untuk bayi dan dikeringkan hingga benar-benar kering. Kain yang lembap berisiko menjadi sarang mikroorganisme penyebab infeksi.
3. Hindari Paparan Asap Rokok dan Polusi Udara
Asap rokok mengandung zat kimia seperti nikotin, karbon monoksida, formaldehida, amonia, dan benzena yang dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan bayi. Paparan polusi udara juga dapat menyebabkan mata berair dan meningkatkan produksi kotoran mata.
Menjaga kualitas udara di sekitar si Kecil dapat membantu menjaga kesehatan mata secara optimal. Pastikan lingkungan rumah memiliki sirkulasi udara yang baik dan bebas asap rokok.
Baca Juga: 4 Jenis dan Cara Mengatasi Batuk pada Bayi
Kesimpulan
Cara mengatasi mata bayi belekan dengan aman dimulai dengan membersihkan mata si Kecil menggunakan kapas bersih dan air hangat, serta menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh area mata. Moms juga perlu memperhatikan tanda-tanda seperti mata merah, bengkak, keluar nanah, atau bayi tampak kesakitan karena kondisi tersebut dapat mengindikasikan infeksi yang memerlukan penanganan medis.

Selain menjaga kesehatan mata si Kecil, kenyamanan bayi sehari-hari juga penting diperhatikan, terutama saat bayi aktif bergerak dan menjalani masa tumbuh kembangnya. MAKUKU Comfort Fit hadir dengan desain yang pas di tubuh bayi sehingga tetap nyaman digunakan sepanjang hari.
Dilengkapi teknologi SAP Thin Core dengan daya serap tinggi, popok ini membantu menjaga kulit bayi tetap kering dan nyaman saat beraktivitas. Dengan bahan lembut dan perlindungan maksimal, MAKUKU Comfort Fit bisa menjadi pilihan tepat untuk menemani hari-hari aktif si Kecil dengan lebih nyaman dan ceria.
FAQ
1. Apakah mata bayi belekan bisa menular?
Jika disebabkan oleh infeksi seperti konjungtivitis, mata belekan pada bayi bisa menular melalui kontak langsung.
2. Bolehkah membersihkan mata bayi dengan tisu basah?
Hindari membersihkan mata belekan bayi dengan tisu basah karena kandungan bahan kimia seperti alkohol, fragrance, dan pengawet bisa memicu iritasi. Gunakan kapas atau kain lembut dengan air hangat.
3. Kapan saluran air mata bayi biasanya terbuka sempurna?
Sebagian besar saluran air mata bayi akan terbuka sempurna sebelum usia 1 tahun.
4. Apakah mata belekan membuat penglihatan bayi terganggu?
Pada kondisi ringan biasanya tidak mengganggu penglihatan, tetapi infeksi yang tidak ditangani bisa menyebabkan masalah lebih serius.
5. Apa keunggulan teknologi SAP Thin Core pada popok MAKUKU?
Teknologi SAP Thin Core pada MAKUKU membantu menyerap cairan lebih cepat dan merata, sehingga popok tetap tipis, nyaman digunakan, dan menjaga kulit si Kecil tetap kering.
6. Bagaimana memilih ukuran popok MAKUKU yang tepat untuk bayi?
Moms dapat memilih ukuran popok berdasarkan berat badan si Kecil sesuai panduan ukuran pada kemasan MAKUKU agar popok pas, nyaman, dan tidak mudah bocor