Beranda | Artikel | Pregnancy | Bayi Terlilit Tali Pusar, Apakah Berbahaya?

Bayi Terlilit Tali Pusar, Apakah Berbahaya?

Pregnancy
19/08/2026
Penulis: Makuku
Reviewer: Chief Editor
Bayi Terlilit Tali Pusar, Apakah Berbahaya?

Mendengar bayi terlilit tali pusar mungkin membuat Moms langsung merasa khawatir. Padahal, kondisi ini tidak selalu berarti si Kecil berada dalam bahaya. Bayi terlilit tali pusar atau nuchal cord merupakan kondisi ketika tali pusar melingkari leher bayi di dalam rahim.

Kondisi ini cukup umum terjadi dan pada banyak kasus tidak menimbulkan masalah serius. Tali pusar memiliki struktur yang fleksibel dan dilindungi oleh zat seperti gel bernama Wharton's jelly, yang membantu melindungi pembuluh darah di dalam tali pusar dari tekanan.

Meski begitu, lilitan tali pusar tetap perlu dipantau melalui pemeriksaan kehamilan. Jenis lilitan, tingkat kekencangan, serta kondisi janin dapat memengaruhi apakah lilitan tersebut berdampak pada aliran darah dan oksigen menuju bayi.

Apa Itu Bayi Terlilit Tali Pusar?

Nuchal cord adalah istilah medis untuk kondisi ketika tali pusar melingkari leher janin satu kali atau lebih selama berada di dalam rahim. Lilitan dapat terjadi karena janin bergerak di dalam cairan ketuban dan tali pusar ikut melingkari bagian tubuhnya.

Nuchal cord bukan berarti tali pusar benar-benar “mencekik” si Kecil. Selama aliran darah melalui tali pusar tetap baik, kondisi ini umumnya tidak menyebabkan masalah pada janin.

Lilitan tali pusar juga dapat berubah seiring bertambahnya usia kehamilan. Janin masih dapat bergerak dan mengubah posisi di dalam rahim sehingga lilitan yang terlihat pada satu pemeriksaan belum tentu tetap sama hingga persalinan.

Karena itu, apabila hasil USG menunjukkan si Kecil terlilit tali pusar, Moms tidak perlu langsung panik. Dokter akan mempertimbangkan kondisi janin secara keseluruhan dan melakukan pemantauan bila diperlukan.

Baca Juga: Mitos & Fakta Perawatan Tali Pusar Bayi 'Newborn' yang Wajib Moms Tahu!

Jenis Lilitan Tali Pusar pada Bayi

Lilitan tali pusar dapat dibedakan berdasarkan jumlah lilitan dan tingkat kekencangannya.

1. Lilitan Tunggal & Ganda

Berdasarkan jumlahnya, nuchal cord dapat berupa:

  • Lilitan tunggal, yaitu tali pusar melingkari leher janin sebanyak satu kali.

  • Lilitan ganda, yaitu tali pusar melingkari leher janin sebanyak dua kali atau lebih.

Lilitan tunggal merupakan kondisi yang cukup umum. Sementara itu, semakin banyak jumlah lilitan, dokter mungkin akan melakukan pemantauan lebih lanjut untuk memastikan kondisi janin tetap baik.

Namun, jumlah lilitan saja tidak menentukan tingkat bahayanya. Kondisi janin dan apakah aliran darah pada tali pusar terganggu juga menjadi pertimbangan penting.

2. Lilitan Longgar & Ketat

Lilitan juga dapat dibedakan berdasarkan tingkat kekencangannya. Lilitan longgar berarti tali pusar hanya melingkari leher tanpa memberikan tekanan yang berarti. Kondisi ini umumnya tidak menyebabkan gangguan dan bahkan dapat berubah ketika janin bergerak.

Sementara itu, lilitan ketat dapat memberikan tekanan lebih besar pada tali pusar. Jika tekanan tersebut sampai mengganggu aliran darah melalui pembuluh darah tali pusar, kondisi janin perlu dipantau lebih ketat.

Jadi, bukan sekadar ada atau tidaknya lilitan yang menjadi perhatian, melainkan apakah lilitan tersebut memengaruhi kondisi dan kesejahteraan janin.

Penyebab Bayi Terlilit Tali Pusar

Tidak ada satu penyebab pasti yang selalu membuat bayi terlilit tali pusar. Kondisi ini terutama berkaitan dengan pergerakan janin dan karakteristik tali pusar. Beberapa faktor yang dapat berhubungan dengan nuchal cord antara lain:

1. Gerakan Janin Terlalu Aktif

Janin bergerak secara aktif di dalam rahim, terutama ketika usia kehamilan bertambah. Pergerakan tersebut dapat membuat tubuh janin melewati atau berputar di sekitar tali pusar hingga akhirnya terbentuk lilitan.

Namun, penting untuk dipahami bahwa gerakan janin yang aktif bukan berarti sesuatu yang buruk. Gerakan merupakan bagian normal dari perkembangan janin.

2. Tali Pusar Lebih Panjang

Tali pusar yang lebih panjang memberikan lebih banyak ruang bagi tali pusar untuk melingkari bagian tubuh janin. Kondisi ini dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya lilitan, termasuk di sekitar leher.

Panjang tali pusar setiap kehamilan dapat berbeda dan umumnya bukan sesuatu yang dapat dikendalikan oleh Moms.

3. Air Ketuban Berlebih

Polihidramnion, yaitu kondisi ketika jumlah cairan ketuban lebih banyak dari normal, dapat memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi janin. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan meningkatnya kemungkinan terjadinya lilitan tali pusar.

Meski demikian, air ketuban berlebih memiliki berbagai kemungkinan penyebab dan tidak berarti secara langsung menyebabkan bayi terlilit tali pusar.

4. Kehamilan Kembar

Pada kehamilan kembar, terdapat lebih dari satu janin yang bergerak di dalam rahim. Kondisi ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya lilitan tali pusar, terutama pada kehamilan kembar tertentu yang berbagi ruang atau struktur di dalam rahim.

Kehamilan kembar juga membutuhkan pemantauan kehamilan yang lebih intensif untuk memastikan pertumbuhan dan kondisi masing-masing janin.

Ciri-Ciri Bayi Terlilit Tali Pusar

Lilitan tali pusar umumnya tidak menimbulkan ciri yang bisa dikenali secara langsung oleh ibu hamil. Namun, beberapa perubahan pada kondisi atau gerakan janin dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan dan selanjutnya dikonfirmasi melalui pemeriksaan dokter.

  • Gerakan janin berubah atau berkurang: Perubahan pola gerakan, seperti gerakan yang tiba-tiba jauh lebih sedikit dari biasanya, perlu diperhatikan karena dapat menjadi tanda janin mengalami kondisi tertentu.

  • Gerakan janin sangat kuat lalu melemah: Janin yang tiba-tiba bergerak sangat aktif kemudian diikuti penurunan gerakan secara drastis juga perlu diwaspadai dan diperiksakan ke dokter.

  • Lilitan terlihat saat pemeriksaan USG: Cara yang lebih dapat diandalkan untuk mengetahui adanya lilitan tali pusar adalah melalui pemeriksaan USG. Dokter dapat melihat posisi tali pusar sekaligus memantau kondisi janin.

  • Air ketuban berwarna hijau: Air ketuban berwarna hijau dapat menandakan adanya mekonium yang keluar sebelum persalinan. Kondisi ini dapat berkaitan dengan stres pada janin sehingga perlu segera dievaluasi oleh tenaga medis.

Komplikasi Bayi yang Terlilit Tali Pusar

Sebagian besar nuchal cord tidak menyebabkan komplikasi serius, terutama jika lilitannya longgar dan tidak mengganggu aliran darah melalui tali pusar.

Namun, pada kondisi tertentu, lilitan yang memberikan tekanan dapat menyebabkan perubahan aliran darah atau pola denyut jantung janin. Selama persalinan, dokter juga dapat memantau denyut jantung janin untuk melihat apakah bayi mengalami tanda-tanda kekurangan oksigen atau tekanan.

Beberapa kondisi yang dapat menjadi perhatian antara lain:

  • Perubahan atau penurunan pola denyut jantung janin.

  • Gangguan aliran darah melalui tali pusar.

  • Tanda-tanda janin mengalami distress selama persalinan.

  • Dalam kondisi tertentu, peningkatan risiko tindakan persalinan operatif jika kondisi janin menunjukkan adanya gangguan.

Namun, bayi terlilit tali pusar tidak otomatis berarti akan mengalami komplikasi. Tingkat risiko bergantung pada kondisi masing-masing kehamilan dan bagaimana kondisi janin selama pemantauan.

Diagnosis Bayi Terlilit Tali Pusar

Nuchal cord umumnya diketahui melalui pemeriksaan ultrasonografi atau USG. Dokter dapat melihat hubungan antara tali pusar dengan bagian tubuh janin, termasuk kemungkinan adanya lilitan di sekitar leher.

Dalam pemeriksaan tertentu, dokter juga dapat menggunakan Doppler untuk membantu menilai aliran darah melalui tali pusar dan pembuluh darah yang berkaitan dengan kondisi janin.

1. USG Transvaginal

USG transvaginal dilakukan dengan memasukkan alat USG khusus melalui vagina. Pemeriksaan ini dapat menghasilkan gambaran organ reproduksi dan area kehamilan dengan lebih dekat.

Pada kondisi tertentu, terutama pada awal kehamilan, USG transvaginal dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi kehamilan. Namun, untuk mendeteksi nuchal cord pada usia kehamilan yang lebih lanjut, dokter umumnya mempertimbangkan jenis USG yang paling sesuai berdasarkan usia kehamilan dan kebutuhan pemeriksaan.

2. USG Abdominal

USG abdominal dilakukan dengan menggerakkan transduser di atas permukaan perut Moms. Pemeriksaan ini merupakan metode yang umum digunakan untuk memantau perkembangan janin selama kehamilan.

Melalui USG, dokter dapat mengamati posisi janin dan tali pusar. Pemeriksaan Doppler dapat digunakan bila dokter perlu mengevaluasi aliran darah dan kondisi janin secara lebih detail.

Perlu diketahui bahwa tidak semua lilitan tali pusar dapat terlihat dengan jelas pada setiap pemeriksaan. Karena itu, hasil USG tetap perlu diinterpretasikan oleh dokter berdasarkan keseluruhan kondisi kehamilan.

Apakah Bayi yang Terlilit Tali Pusar Bisa Lahir Normal?

Bayi yang terlilit tali pusar tetap memiliki kemungkinan untuk lahir melalui persalinan normal. Nuchal cord sendiri bukan alasan otomatis untuk melakukan operasi caesar.

Keputusan mengenai metode persalinan akan mempertimbangkan kondisi Moms dan janin secara keseluruhan. Dokter dapat memantau denyut jantung janin selama persalinan untuk memastikan bayi tetap mendapatkan oksigen yang cukup.

Jika lilitan tidak menyebabkan gangguan pada kondisi janin, persalinan normal dapat tetap dilakukan. Saat bayi lahir, tenaga kesehatan akan menangani tali pusar sesuai kondisi dan prosedur persalinan.

Namun, jika selama persalinan ditemukan tanda-tanda bahwa janin mengalami gangguan, dokter dapat mengambil tindakan yang dianggap paling aman, termasuk persalinan operatif bila diperlukan.

Jadi, jika hasil USG menunjukkan bayi terlilit tali pusar, Moms tidak perlu langsung berasumsi bahwa persalinan normal tidak mungkin dilakukan. Ikuti pemantauan dan rekomendasi dokter kandungan sesuai kondisi kehamilan.

Baca Juga: Jangan Panik! Ketahui Penyebab Pusar Bayi Berdarah dan Cara Mengatasinya

Kesimpulan

Bayi terlilit tali pusar merupakan kondisi yang cukup umum dan tidak selalu berbahaya, terutama jika lilitan tidak mengganggu aliran darah dan kondisi janin tetap baik. Meski begitu, pemantauan melalui pemeriksaan kehamilan tetap penting agar dokter dapat mengetahui kondisi janin dan menentukan penanganan yang sesuai.

Untuk membantu menjaga kenyamanan Si Kecil setelah lahir, Moms juga bisa memilih MAKUKU Slim Luxury Silky yang memiliki permukaan Silky Soft untuk memberikan sentuhan lembut pada kulit bayi. Popok ini juga dilengkapi teknologi Magic Gel yang membantu menyerap dan menahan cairan agar kulit Si Kecil tetap terasa kering dan nyaman.

FAQ

1. Apakah bayi terlilit tali pusar bisa menyebabkan kekurangan oksigen?

Lilitan yang ketat dan menekan tali pusar dapat mengganggu aliran darah dan oksigen menuju janin. Namun, tidak semua lilitan menyebabkan gangguan tersebut.

2. Apakah posisi tidur ibu hamil menyebabkan bayi terlilit tali pusar?

Tidak ada bukti bahwa posisi tidur tertentu menyebabkan bayi terlilit tali pusar. Lilitan lebih berkaitan dengan pergerakan janin dan karakteristik tali pusar.

3. Bagaimana cara mencegah bayi terlilit tali pusar saat hamil?

Tidak ada cara khusus yang terbukti dapat mencegah nuchal cord atau bayi terlilit tali pusar karena kondisi ini umumnya terjadi secara alami di dalam rahim. Yang penting, lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan segera periksakan diri jika gerakan janin berkurang.


Bagikan di media sosial:
After article
Customer Care MAKUKU