Beranda | Artikel | Toddler | 3 Cara Mendapatkan Vitamin A Selain di Posyandu, Ini Pilihannya

3 Cara Mendapatkan Vitamin A Selain di Posyandu, Ini Pilihannya

Toddler
19/08/2026
Penulis: MAKUKU Content Expert
Reviewer: Chief Editor
3 Cara Mendapatkan Vitamin A Selain di Posyandu, Ini Pilihannya

Moms, tahukah bahwa setiap Februari dan Agustus diperingati sebagai Bulan Vitamin A di Indonesia? Pada periode ini, si Kecil mendapatkan suplementasi untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin A. Pemberiannya dapat dilakukan melalui Posyandu maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Namun, bagaimana jika Moms and Dads tidak sempat membawa si Kecil ke Posyandu? Jangan khawatir, karena vitamin A juga dapat diperoleh melalui beberapa fasilitas kesehatan lain. Sebelum mengetahui tempat mendapatkannya, yuk, pahami terlebih dahulu manfaat, jadwal, dan dosis vitamin A untuk anak.

Manfaat Vitamin A untuk Anak

Vitamin A merupakan salah satu nutrisi penting yang berperan dalam mendukung tumbuh kembang si Kecil sejak usia bayi hingga masa kanak-kanak. Nutrisi ini membantu menjaga kesehatan mata dan penglihatan, termasuk mendukung kemampuan mata dalam melihat pada kondisi dengan pencahayaan yang berbeda.

Vitamin A juga berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh agar dapat bekerja dengan baik dalam melindungi tubuh dari berbagai paparan penyakit. Selain itu, vitamin A membantu menjaga kesehatan kulit dan jaringan tubuh, termasuk mendukung proses pembentukan serta pemeliharaan sel-sel yang terus berkembang selama masa pertumbuhan.

Pada masa pertumbuhan, vitamin A turut mendukung perkembangan dan pemeliharaan berbagai jaringan tubuh sehingga fungsi organ dapat berjalan dengan baik. Karena memiliki beragam peran tersebut, kebutuhan vitamin A perlu dipenuhi melalui makanan bergizi seimbang serta suplementasi sesuai program kesehatan yang ditujukan untuk anak.

Baca Juga: 10 Vitamin Ibu Hamil yang Perlu Dikonsumsi agar Tetap Sehat

Jadwal dan Dosis Vitamin A untuk Anak

Program suplementasi vitamin A untuk anak diberikan secara berkala pada Bulan Vitamin A, yaitu Februari dan Agustus. Dosis kapsul yang diberikan disesuaikan dengan usia si Kecil.

1. Kapsul Biru (100.000 SI) untuk Bayi Usia 6-11 Bulan

Bayi berusia 6–11 bulan mendapatkan kapsul vitamin A berwarna biru dengan dosis 100.000 SI. Dalam program suplementasi, bayi pada kelompok usia ini mendapatkan vitamin A 1 kali, yaitu pada salah satu periode pemberian Februari atau Agustus sesuai usia dan jadwal program di wilayahnya.

2. Kapsul Merah (200.000 SI) untuk Balita Usia 12-59 Bulan

Saat si Kecil masuk usia 12–59 bulan, mereka akan mendapatkan kapsul vitamin A berwarna merah dengan dosis 200.000 SI. Berbeda dengan bayi usia 6–11 bulan, balita dalam kelompok usia ini mendapatkan vitamin A 2 kali dalam setahun, yaitu pada periode Februari dan Agustus.

Cara Mendapatkan Vitamin A Selain di Posyandu

Posyandu memang menjadi salah satu tempat yang umum digunakan untuk pemberian vitamin A. Namun, jika Moms and Dads tidak dapat datang ke Posyandu, terdapat beberapa fasilitas lain yang dapat menjadi pilihan.

1. Fasilitas Kesehatan Terdekat

Moms and Dads dapat mendatangi Puskesmas, Pustu, Poskesdes, Polindes, rumah sakit, atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya yang menjalankan program pemberian vitamin A.

Sebelum datang, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu kepada fasilitas kesehatan terkait ketersediaan kapsul vitamin A dan jadwal pemberiannya. Hal ini penting karena pelaksanaan program dapat mengikuti pengaturan di masing-masing wilayah.

2. Praktik Dokter atau Bidan

Praktik dokter atau bidan juga dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan informasi dan layanan terkait vitamin A. Orang tua dapat berkonsultasi mengenai kebutuhan vitamin A si Kecil, terutama jika tidak mendapatkan kapsul pada jadwal pemberian di Posyandu.

Dokter atau bidan dapat membantu memastikan pemberian vitamin A sesuai dengan usia dan kondisi anak. Hindari memberikan suplemen vitamin A dosis tinggi secara mandiri tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

3. Institusi Pendidikan

Beberapa PAUD, TK, atau institusi pendidikan dapat menjadi lokasi pemberian vitamin A apabila bekerja sama dengan Puskesmas atau menjalankan program kesehatan tertentu.

Namun, vitamin A tidak otomatis tersedia di setiap sekolah atau institusi pendidikan. Moms and Dads dapat menanyakan kepada pihak sekolah apakah terdapat kerja sama dengan Puskesmas atau program kesehatan yang mencakup pemberian vitamin A.

Jika tidak tersedia, orang tua dapat membawa si Kecil ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Bagaimana Jika Anak Terlewat Mendapatkan Vitamin A?

Terlewat mendapatkan vitamin A satu kali tidak selalu berarti si Kecil langsung mengalami kekurangan vitamin A. Namun, jika kebutuhan vitamin A tidak terpenuhi dalam waktu lama, anak dapat lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan, terutama pada penglihatan dan daya tahan tubuh.

Kekurangan vitamin A yang berlangsung terus-menerus dapat membuat mata lebih mudah mengalami gangguan, seperti rabun senja atau kesulitan melihat dalam kondisi cahaya redup. Anak juga dapat menjadi lebih rentan terhadap infeksi karena vitamin A berperan dalam menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh.

Risiko tersebut dapat lebih diperhatikan pada anak yang memiliki pola makan kurang beragam atau sulit mendapatkan makanan sumber vitamin A seperti ikan, susu, dan telur. Karena itu, melewatkan jadwal suplementasi sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja, terutama jika si Kecil juga jarang mengonsumsi makanan bergizi yang mengandung vitamin A.

Jika Moms and Dads baru menyadari si Kecil belum mendapatkan kapsul vitamin A, jangan memberikan kapsul tambahan dengan dosis sendiri untuk menggantikan jadwal yang terlewat. Sebaiknya, tanyakan kepada Puskesmas atau tenaga kesehatan mengenai waktu pemberian berikutnya dan apakah si Kecil masih perlu mendapatkan suplementasi.

Sambil memastikan jadwal suplementasi, Moms and Dads dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin A dari makanan sehari-hari. Berikan menu yang bervariasi, seperti telur, ikan, hati, susu, serta sayuran dan buah berwarna kuning, oranye, atau hijau yang dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang.

Makanan yang Mengandung Vitamin A untuk Anak

Selain suplementasi, kebutuhan vitamin A juga dapat didukung melalui makanan bergizi seimbang. Beberapa makanan mengandung vitamin A secara langsung, sedangkan makanan lain mengandung provitamin A seperti beta-karoten yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A.

Berikut beberapa pilihan makanan yang dapat diberikan sesuai usia dan tahapan makan si Kecil:

  1. Hati ayam atau hati sapi: merupakan sumber vitamin A yang tinggi.

  2. Telur: terutama bagian kuning telur, yang mengandung vitamin A.

  3. Susu dan produk olahannya: beberapa produk susu mengandung atau diperkaya dengan vitamin A.

  4. Wortel: mengandung beta-karoten yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A.

  5. Ubi jalar oranye: salah satu sumber beta-karoten.

  6. Bayam: sayuran hijau yang mengandung provitamin A.

  7. Labu kuning: mengandung beta-karoten.

  8. Mangga: buah yang mengandung provitamin A.

  9. Pepaya: dapat menjadi salah satu pilihan buah yang mengandung beta-karoten.

Makanan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin A harian sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang. Namun, asupan makanan bukan pengganti otomatis kapsul vitamin A dalam program suplementasi kesehatan masyarakat. Suplementasi dosis tinggi diberikan kepada kelompok usia tertentu sebagai bagian dari program pemerintah, sehingga Moms and Dads tetap perlu mengikuti jadwal pemberian vitamin A yang ditetapkan.

Selain itu, jangan memberikan suplemen vitamin A tambahan secara sembarangan. Terlalu banyak vitamin A juga dapat menimbulkan efek keracunan vitamin A akut (hipervitaminosis A) pada anak. Jika Moms and Dads merasa anak membutuhkan suplemen tambahan, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Baca Juga: Tips Jaga Pola Makan Sehat untuk Keluarga ala Vibrie VB

Kesimpulan

Vitamin A memiliki peran penting untuk mendukung kesehatan mata, sistem kekebalan tubuh, serta pertumbuhan dan perkembangan anak. Di Indonesia, pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi untuk bayi dan balita dilakukan dalam program Bulan Vitamin A setiap Februari dan Agustus.

Bayi usia 6–11 bulan mendapatkan kapsul biru dengan dosis 100.000 SI, sedangkan balita usia 12–59 bulan mendapatkan kapsul merah dengan dosis 200.000 SI.

Jika si Kecil tidak dapat menerima vitamin A di Posyandu, Moms and Dads dapat mencari informasi mengenai pemberian vitamin A di Puskesmas, fasilitas kesehatan terdekat, praktik dokter atau bidan, maupun institusi pendidikan yang bekerja sama dengan Puskesmas atau memiliki program kesehatan.

Jika jadwal terlewat, jangan memberikan dosis tambahan secara mandiri. Hubungi tenaga kesehatan untuk mengetahui kapan dan bagaimana si Kecil dapat memperoleh vitamin A dengan tepat.

FAQ

1. Apakah vitamin A perlu diberikan pada anak setiap hari?

Tidak selalu. Kebutuhan vitamin A dipenuhi melalui makanan sehari-hari, sedangkan suplementasi dosis tinggi diberikan secara berkala sesuai usia dan program kesehatan.

2. Bolehkah vitamin A diberikan bersamaan dengan obat atau suplemen anak lainnya?

Pemberian vitamin A bersama obat atau suplemen lain sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan. Hal ini membantu memastikan dosis dan kombinasi suplemen yang diberikan tetap sesuai untuk anak.

3. Apakah bayi di bawah 6 bulan perlu mendapatkan kapsul vitamin A?

Program suplementasi kapsul vitamin A yang dibahas dalam artikel ini ditujukan untuk anak usia 6–59 bulan. Untuk bayi di bawah 6 bulan, kebutuhan vitamin A perlu disesuaikan dengan asupan dan kondisi bayi berdasarkan anjuran tenaga kesehatan.


Bagikan di media sosial:
After article
Customer Care MAKUKU