Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Kolik pada Bayi

Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Kolik pada Bayi

written by : MAKUKU - 23 Okt 2023

Viewed : 9 times  Read duration : Page Views : 61 times

Kolik pada bayi merupakan suatu kondisi yang wajar dan bukanlah suatu gejala penyakit, terutama jika terjadi pada bayi baru lahir. Kondisi ini biasanya ditandai dengan tangisan selama berjam-jam dan sulit dikendalikan.

Bayi yang mengalami kolik tetap dapat tumbuh normal seperti anak-anak lainnya yang mungkin tidak pernah kolik saat kecil. Salah satu pemicu kolik adalah rasa tidak nyaman yang dirasakan oleh bayi, baik itu berkaitan dengan pencernaan ataupun suhu udara. Kolik sendiri terjadi karena bayi belum bisa mengekspresikan apa yang sedang dirasakannya.

Tapi, moms dads tidak perlu bingung dan khawatir karena hal ini. Yuk, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini beserta penyebab dan cara mengatasi kolik pada bayi.

Apa itu kolik?

Kolik adalah kondisi ketika bayi menangis tanpa henti selama berjam-jam dan tanpa alasan yang jelas. Hal ini dikarenakan bayi masih belum mampu mengekspresikan rasa tidak nyaman yang tengah bayi rasakan.

Kolik seringkali membuat orang tua khawatir dan bayi merasa sangat tidak nyaman. Kolik biasanya terjadi pada bayi yang sehat dan berkembang dengan baik. Beberapa ciri-ciri kolik pada bayi meliputi:

Menangis yang Intens

Bayi dengan kolik cenderung menangis secara intens dan berulang-ulang, seringkali pada jam-jam tertentu dalam sehari, misalnya di sore atau malam hari.

Tanpa Alasan yang Jelas

Meskipun orang tua telah memeriksa kebutuhan dasar bayi seperti makan, mengganti popok, dan memastikan bayi tidak sakit, bayi dengan kolik tetap menangis tanpa alasan yang jelas.

Kepala dan Kaki Ditekuk

Selama masa kolik, bayi mungkin menunjukkan gejala seperti menekuk kaki, mengencangkan otot perut, dan menggerak-gerakkan tubuh.

Tidak Bisa Ditenangkan

Upaya untuk menenangkan bayi dengan gendongan atau memberi makan mungkin tidak berhasil selama periode kolik.

Kolik Biasanya Berlangsung Beberapa Minggu

Kolik pada bayi biasanya berlangsung beberapa minggu hingga beberapa bulan, kemudian perlahan-lahan akan mereda dengan bertambahnya usia bayi.

Penyebab kolik pada bayi

Kolik pada bayi seringkali dikaitkan dengan ketidaknyamanan pada perut. Meskipun penyebab pasti kolik belum sepenuhnya dipahami, ada beberapa teori dan faktor yang dapat berkontribusi terhadap kondisi ini. Beberapa faktor yang sering diidentifikasi sebagai penyebab atau pemicu kolik pada bayi meliputi:

Ketidakcocokan Susu Sapi

Beberapa bayi mungkin memiliki kesulitan mencerna protein susu sapi, yang dapat mengakibatkan ketidaknyamanan pada perut. Pilihan susu yang lebih cocok untuk mereka mungkin termasuk susu formula khusus yang mengandung protein yang lebih mudah dicerna.

Intoleransi Laktosa

Beberapa bayi mungkin memiliki intoleransi laktosa, yaitu ketidakmampuan mencerna laktosa (gula dalam susu). Ini bisa menjadi penyebab ketidaknyamanan perut.

Refluks Asam

Refluks asam terjadi ketika cairan lambung kembali naik ke kerongkongan. Ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan iritasi pada bayi, dan dalam beberapa kasus, mengakibatkan kolik.

Perut Bergas

Bayi seringkali rentan terhadap perut berisi gas, yang dapat mengakibatkan ketidaknyamanan dan kolik. Faktor seperti udara tertelan saat menyusu atau pola makan bayi dapat memengaruhi perut.

Kelelahan

Bayi yang kelelahan atau overstimulated seringkali lebih rentan terhadap kolik. Mereka mungkin kesulitan untuk tidur atau merasa lebih rewel.

Ketidakmatangan Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan bayi masih belum sepenuhnya matang pada awal kehidupan, dan ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan perut.

Stres Lingkungan

Lingkungan yang stres atau terlalu bising dapat membuat bayi merasa tidak nyaman dan menjadi rewel.

Gejala kolik pada bayi

Gejala kolik pada bayi dapat mencakup berbagai tanda dan perilaku yang dapat membuat bayi dan orang tua merasa tidak nyaman. Beberapa gejala umum kolik pada bayi meliputi:

Menangis Intens dan Penuh Distress

Salah satu gejala paling khas kolik adalah bayi menangis secara intens dan penuh distress. Menangis ini seringkali terdengar sangat kuat dan bisa berlangsung selama berjam-jam. Menangis yang intens ini seringkali membuat bayi terlihat sangat tidak nyaman dan kesakitan.

Waktu Menangis yang Terprediksi

Bayi dengan kolik seringkali memiliki pola menangis yang dapat diprediksi. Misalnya, mereka mungkin cenderung menangis pada waktu yang sama setiap hari, seringkali di sore atau malam hari. Pola ini dapat membuat orang tua merasa frustasi dan cemas.

Perubahan Postur Tubuh

Bayi dengan kolik mungkin menunjukkan perubahan postur tubuh yang mencerminkan ketidaknyamanan perut. Ini dapat termasuk mengencangkan otot-otot perut, menekuk kaki, atau menggerak-gerakkan tubuhnya. Perubahan postur ini seringkali terjadi selama serangan kolik.

Ketidakmampuan Ditenangkan

Selama serangan kolik, bayi seringkali tampak sulit untuk ditenangkan. Upaya seperti menggendong, memberikan makan, atau merokokan bayi mungkin tidak efektif dalam meredakan menangis mereka.

Penolakan Makan

Beberapa bayi dengan kolik mungkin menolak makan atau hanya makan dalam jumlah yang sedikit selama serangan kolik.

Tanda bayi kolik yang perlu diwaspadai

Kolik pada bayi umumnya tidak berkaitan dengan perubahan dalam pola buang air kecil atau BAB, berat badan bayi yang stagnan, atau suara tangisan yang terdengar seperti teriakan. Kolik adalah kondisi yang lebih terkait dengan pola menangis bayi yang intens dan berulang-ulang, terutama pada waktu tertentu, tanpa alasan yang jelas.

Namun, ada beberapa tanda dan gejala yang mungkin perlu diwaspadai dan memerlukan perhatian medis jika moms melihatnya pada bayi. Tanda-tanda ini mungkin tidak selalu terkait dengan kolik, tetapi bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius:

Perubahan Pola Buang Air Kecil dan BAB

Perubahan drastis dalam pola buang air kecil dan BAB bayi, seperti peningkatan frekuensi atau perubahan warna, tekstur, atau bau, dapat menjadi tanda masalah pencernaan atau infeksi yang memerlukan perhatian medis.

Suara Tangisan yang Sangat Kuat dan Tidak Biasa

Jika suara tangisan bayi terdengar sangat kuat dan tidak biasa, atau jika bayi tampak sangat kesakitan, segera konsultasikan dengan dokter anak atau petugas kesehatan anak. Suara tangisan yang tidak normal bisa menjadi tanda masalah medis.

Kehilangan Berat Badan yang Signifikan

Jika berat badan bayi tidak mengalami peningkatan atau bahkan mengalami penurunan berat badan yang signifikan, ini bisa menjadi tanda bahwa bayi tidak mendapatkan cukup nutrisi atau mengalami masalah kesehatan lainnya. Ini perlu segera dievaluasi oleh dokter anak.

Perubahan Lain dalam Kesehatan Bayi

Jika moms melihat tanda-tanda lain seperti demam, muntah berlebihan, diare parah, perubahan kulit, atau perilaku bayi yang sangat tidak biasa, segera konsultasikan dengan dokter anak.

Komplikasi akibat kolik pada bayi

Kondisi kolik pada bayi dapat menjadi sangat menantang bagi orang tua, terutama bagi ibu yang merawat bayi mereka. Ketika bayi menangis secara intens dan berulang-ulang selama periode kolik, orang tua seringkali merasa stres, cemas, dan terbebani. Dampak emosional dari kolik pada orang tua, terutama ibu, dapat mencakup:

Stres dan Kecemasan

Menghadapi bayi yang menangis terus-menerus bisa sangat stres. Orang tua mungkin merasa cemas karena tidak tahu bagaimana menenangkan bayi atau karena khawatir akan kondisi kesehatan bayi.

Depresi Pasca Persalinan

Stres yang berkepanjangan dan perasaan cemas dapat meningkatkan risiko depresi pasca persalinan atau baby blues syndrome. Orang tua mungkin merasa sedih, tidak bersemangat, atau bahkan putus asa.

Rasa Bersalah

Orang tua sering merasa bersalah ketika bayi mereka mengalami kolik. Mereka mungkin merasa tidak mampu merawat bayi dengan baik atau merasa bahwa mereka salah dalam beberapa hal.

Marah

Kehilangan tidur dan tekanan yang timbul akibat kolik bayi bisa membuat orang tua merasa mudah marah atau frustrasi.

Perasaan Tidak Berdaya

Ketika orang tua tidak dapat mengatasi menangis bayi, mereka mungkin merasa tidak berdaya dan khawatir tentang kesehatan dan kesejahteraan bayi.

Kelelahan Fisik dan Mental

Merawat bayi dengan kolik bisa sangat melelahkan, terutama jika itu berlangsung selama berhari-hari atau berbulan-bulan. Kelelahan fisik dan mental bisa menjadi masalah serius bagi orang tua.

Cara mengatasi kolik pada bayi

Mengatasi kolik pada bayi bisa menjadi tantangan, tetapi ada beberapa strategi yang dapat membantu meredakan ketidaknyamanan bayi selama serangan kolik. Berikut beberapa cara yang dapat moms and dads coba:

Gendong Bayi

Menggendong bayi dengan lembut dalam posisi tegak bisa membantu meredakan ketidaknyamanan mereka. Ini dapat memberikan rasa nyaman dan keamanan pada bayi.

Pijatan Perut yang Lembut

Lakukan pijatan perut yang lembut pada bayi dengan gerakan searah jarum jam. Ini dapat membantu meredakan perut bayi yang mungkin penuh gas.

Posisi Berbaring di Perut

Kadang-kadang, bayi dapat merasa lebih nyaman saat diletakkan dalam posisi berbaring di perut di atas lengan moms. Ini dapat membantu meredakan tekanan perut.

Pemanasan

Tempatkan botol air hangat atau kompres yang dibungkus dengan kain hangat di sekitar perut bayi. Panas yang lembut dapat membantu meredakan ketidaknyamanan perut.

Buat Lingkungan yang Tenang

Lingkungan yang tenang dan nyaman dapat membantu bayi merasa lebih rileks. Matikan suara yang keras dan cahaya yang terang.

Putar Bayi

Kadang-kadang, menggoyangkan bayi dalam ayunan yang lembut atau bergerak secara perlahan dapat membantu meredakan ketidaknyamanan.

Mobil atau Ayunan

Beberapa bayi merasa nyaman saat di dalam mobil yang bergerak atau di ayunan. Perjalanan singkat atau waktu di ayunan bisa membantu meredakan bayi.

Hentikan Popok Tepat Waktu

Pastikan untuk mengganti popok bayi secara teratur sehingga bayi tidak dibiarkan dalam popok basah atau kotor yang dapat membuatnya merasa tidak nyaman.

Coba Susu yang Sesuai

Jika moms memberi susu formula, bicarakan dengan dokter anak moms apakah perlu mencoba susu formula yang berbeda jika dicurigai masalah pencernaan.

Konsultasikan dengan Dokter

Jika moms khawatir tentang kondisi bayi moms atau tidak yakin bagaimana mengatasi kolik, konsultasikan dengan dokter anak. Mereka dapat memberikan saran dan mengecualikan masalah kesehatan lainnya yang mungkin menyebabkan ketidaknyamanan.

Dukungan Orang Tua

Ingatlah bahwa moms tidak sendirian. Dapatkan dukungan dari pasangan, keluarga, atau teman-teman moms. Berbicara tentang perasaan moms dan berbagi tanggung jawab merawat bayi.

Istirahat yang Cukup

Cobalah untuk tidur dan beristirahat sesegera mungkin ketika bayi tidur. Kelelahan dapat membuat penanganan kolik lebih sulit.

Diet pada Ibu

Jika moms menyusui, pertimbangkan untuk memantau makanan yang moms konsumsi. Beberapa makanan tertentu dalam diet ibu bisa mempengaruhi bayi. Konsultasikan dengan ahli gizi atau konselor laktasi jika perlu.

Kesimpulan

Penting untuk diingat bahwa kolik pada bayi biasanya akan mereda dengan waktu seiring dengan pertambahan usia bayi. Orang tua perlu mencari dukungan, baik dari pasangan, keluarga, atau teman-teman, untuk membantu mengatasi tantangan kolik. Jika orang tua merasa sangat terganggu atau memiliki perasaan yang mendalam terkait dengan dampak kolik pada bayi, mereka dapat mencari saran dari dokter anak atau seorang profesional kesehatan mental untuk mendapatkan bimbingan dan dukungan yang diperlukan.

Untuk memberikan kenyamanan pada bayi, moms and dads juga perlu memperhatikan apa yang mereka gunakan. Salah satunya adalah popok yang digunakan oleh bayi. Pilihlah popok yang tepat dan mampu memberikan rasa nyaman pada bayi. Sehingga bayi yang mengalami kolik tidak akan semakin rewel dan kondisinya memburuk akibat popok yang bocor, lembab bahkan ruam popok.

MAKUKU Dry Care merupakan popok pilihan yang tepat untuk si kecil. Selain kualitasnya yang bagus, harga popok MAKUKU Dry Care juga terbilang sangat terjangkau yakni mulai dari 50 ribuan saja. Popok MAKUKU Dry Care yang tersedia dalam kemasan satuan atau renceng dan juga reguler ini memiliki beberapa fitur unggulan seperti:

  1. Permukaan popok yang selembut awan
  2. Permukaan popok yang kering sepanjang hari
  3. Daya serap yang maksimal siang dan malam hari
  4. Memiliki 3 sirkulasi udara
  5. Desain pinggang yang elastis

MAKUKU Dry Care memiliki dua tipe popok yakni jenis perekat (tape) dan celana (pants). MAKUKU Dry Care sudah dapat dibeli secara online dan offline ya moms and dads. (Aq/MKK)

kolik

Komen


250

READ ANOTHER POPULAR ARTICLE

Lihat semua >
HARUS BACA
10 Tanda Tanda Hamil yang Umumnya Sering Terjadi

Gejala umum yang biasa dirasakan wanita hamil adalah mual, muntah, dan sensitif terhadap bau tertentu. Simak 10 tanda tanda hamil yang sering terjadi

MAKUKU
2023-04-05 16:44:27
0 Comment
HARUS BACA
Kenali Tanda-Tanda Hamil yang Tidak Disadari

Selain mual dan juga muntah-muntah, ternyata ada beberapa tanda-tanda hamil yang tidak disadari namun sering kali muncul. Yuk ketahui untuk tanda yang lainnya.

MAKUKU
2022-12-06 13:19:42
0 Comment

READ ANOTHER LATEST ARTICLE

Lihat semua >
HARUS BACA
4 Makanan Penyebab Ruam Popok yang Wajib Moms Tahu

Jika ruam popok pada si Kecil tidak hilang, mungkin disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi. Temukan informasi mengenai makanan penyebab ruam popok di sini

MAKUKU
2024-02-16 14:29:50
0 Comment
HARUS BACA
10 Tanda-Tanda Hamil Muda Yang Tidak Disadari Wanita

Pelajari tanda-tanda umum kehamilan yang sering muncul. Lakukan pemeriksaan kesehatan segera untuk memastikan kehamilan berjalan dengan baik.

MAKUKU
2024-02-16 14:16:41
0 Comment