Melihat si Kecil aktif bereksplorasi sejak dini tentu menjadi momen yang menyenangkan sekaligus mengharukan bagi setiap orang tua. Gerakan-gerakan kecil yang ia lakukan, mulai dari menggenggam, menendang, hingga merangkak, adalah tanda bahwa ia sedang belajar mengenal dunia. Untuk mendukung eksplorasi bayi, ada banyak aktivitas seru yang bisa dilakukan agar si Kecil mendapatkan stimulasi yang tepat sesuai dengan usianya.
Namun, memberikan aktivitas stimulasi untuk bayi juga harus disesuaikan dengan tahapan usianya. Jika tidak, bayi bisa mengalami overstimulasi yang justru berdampak kurang baik. Bukannya berkembang dengan optimal, bayi malah bisa merasa stres dan tidak tertarik untuk bereksplorasi lebih lanjut. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memilih aktivitas yang sesuai agar bayi bisa belajar dengan nyaman.
Eksplorasi sejak dini sangat membantu si Kecil menemukan minat dan bakatnya. Orang tua pun bisa lebih mudah mengenali kemampuan unik yang dimiliki anak. Efek positif dari eksplorasi ini sangat besar, mulai dari perkembangan motorik, sensorik, hingga kemampuan sosial si Kecil di masa depan. Jadi, yuk dukung eksplorasi si Kecil dengan aktivitas yang seru dan aman!
Kapan si Kecil Mulai Bereksplorasi?
Sebenarnya, sejak lahir bayi sudah mulai bereksplorasi, lho! Berikut tahapannya:
- 0-3 bulan: Bayi mulai menggerakkan tangan dan kaki tanpa arah yang jelas. Ini adalah awal dari eksplorasi tubuhnya sendiri.
- 4-6 bulan: Si Kecil mulai lebih aktif, seperti menendang, menggenggam, hingga berusaha mengangkat kepala saat tengkurap.
- 7-9 bulan: Bayi mulai berguling, duduk, merangkak, dan mencoba meraih benda di sekitarnya.
- 10-12 bulan: Di usia ini, si Kecil semakin aktif, mulai belajar berdiri, berjalan, dan bahkan menunjukkan minat terhadap objek tertentu.
10 Ide Aktivitas Seru Bayi 0-12 Bulan
Agar eksplorasi bayi semakin menyenangkan, berikut 10 ide aktivitas seru yang bisa Moms coba di rumah:
1. Tummy Time
Sejak newborn, bayi sudah bisa melakukan tummy time atau waktu tengkurap. Aktivitas ini membantu memperkuat otot leher, punggung, dan tangannya agar lebih siap untuk merangkak.
2. Menari
Ajak si Kecil berdansa dengan memegang tangannya sambil diiringi lagu ceria. Gerakan ini bisa meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuhnya.
3. Menyanyi
Bayi sangat suka mendengar suara Moms. Menyanyikan lagu-lagu sederhana bisa meningkatkan keterampilan bahasa dan bonding antara Moms dan si Kecil.
4. Belajar Duduk
Di usia sekitar 6 bulan, bayi mulai belajar duduk. Moms bisa membantunya dengan memberi support di punggungnya dan memberikan mainan di depannya agar ia semakin termotivasi untuk duduk sendiri.
5. Meraih Mainan
Letakkan mainan favorit bayi sedikit lebih jauh dari jangkauannya agar ia mencoba berguling atau merangkak untuk mengambilnya. Ini bisa melatih koordinasi mata dan tangannya.
6. Floor Time
Beri si Kecil waktu bebas untuk bermain di lantai. Biarkan ia menjelajah, merangkak, dan mencoba berdiri dengan aman. Gunakan matras atau karpet untuk kenyamanannya.
7. Memijat Bayi
Pijat lembut tubuh bayi setelah mandi bisa membuatnya lebih rileks. Selain itu, pijatan juga bisa meningkatkan sirkulasi darah dan mempererat ikatan emosional antara Moms dan si Kecil.
8. Bermain Imajinasi
Gunakan boneka tangan atau mainan berbentuk hewan untuk mengajak si Kecil bermain peran. Aktivitas ini bisa merangsang kreativitas dan daya imajinasinya sejak dini.
9. Mengenal Warna dengan Mainan
Bayi tertarik dengan warna-warna cerah. Berikan mainan berwarna-warni untuk membantu mereka mengenali dan membedakan warna dengan lebih baik.
10. Sensory Play
Bermain dengan berbagai tekstur seperti kain, spons, atau pasir kinetik bisa menstimulasi indera peraba bayi. Pastikan bahan yang digunakan aman dan tidak berbahaya bagi bayi, ya!
Dukung Eksplorasi dengan MAKUKU Comfort Fit
Agar si Kecil bisa bermain dengan bebas dan nyaman, Moms perlu memilih popok yang tepat. MAKUKU Comfort Fit hadir dengan desain yang fit di badan, bebas mainnya, sehingga bayi bisa bereksplorasi tanpa khawatir.
MAKUKU Comfort Fit Newborn dirancang menggunakan teknologi SAP Thin Core. Teknologi ini mampu mengunci cairan dengan maksimal, menjaga permukaan popok tetap kering.
Serta dilengkapi dengan fitur Belly Button U-Shape khusus newborn. Fungsinya untuk melindungi tali pusar bayi baru lahir agar tetap aman dan tidak tergesek popok.
Sementara, MAKUKU Comfort Fit ukuran M-XXL juga menggunakan SAP Thin Core. Membuat permukaan popok tetap kering. Dan juga elastis di bagian pinggang dan paha yang dapat mencegah kemerahan pada kulit bayi, sehingga lebih nyaman untuk bergerak.
Dengan MAKUKU Comfort Fit, Moms nggak perlu khawatir si Kecil merasa tidak nyaman saat bereksplorasi. Popok yang pas di badan membuat si Kecil bebas main tanpa gangguan. Yuk, dukung tumbuh kembang si Kecil dengan aktivitas seru dan popok yang tepat.
Read also:
Cara Mengatasi Bayi Demam Saat Tumbuh Gigi
Komen
250